Kamis, 17 Juli 2025
Sabda Kehidupan
Kamis 17 Juli 2025
Matius 11:28-29 (Mat 11:28-30)
”Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.”
Lega Dan Tenang Dalam Yesus
Semua pilihan hidup yang kita jalani di dunia ini punya beban dan salibnya sendiri. Persoalan hidup yang kita alami tak kunjung berhenti, selalu datang silih berganti. Ada saja hal yang membuat hati gelisah, pikiran tidak tenang, hidup penuh beban dan tekanan.
Mendengar ajakan Yesus ini “marilah kepadaKu semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu,” sungguh membuat hati tenang penuh kelegaan. Betapa bahagianya kita punya tempat sandaran jiwa. Dalam ribaan hati Yesus kita mendapatkan tempat perhentian untuk mengaso dan melepaskan segala beban kehidupan. Jiwa yang menjerit dan merana terbelenggu oleh beban dosa dan salah menemukan kedamaian oleh kehadiran Yesus yang lemah lembut dan rendah hati.
Yesus sungguh mengerti semua persoalan kita, karena Dia telah menjalani apa yang paling mengerikan dan menakutkan bagi manusia, mati di kayu salib. Yesus tidak mengangkat beban hidup kita, tapi Ia ikut memikulnya. Kita dikuatkan karena kita tahu betapa Yesus mencintai kita dan tak akan pernah membiarkan kita berbeban sendiri.
Kasih Yesus membuat kita tegar dan pantang menyerah menghadapi persoalan hidup, sabar menanggung derita, optimis dan penuh harapan memandang ke depan. Yesus ada bersama kita. Dia ada di samping untuk menemani kita berjalan, di belakang untuk mendorang kita, dan di depan untuk menjadi terang dan penunjuk jalan.
”Terimakasih ya Yesus, betapa damai hatiku mendapatkan sandaran jiwa untuk bernaung dalam kehangatan kasihMu. BersamaMu, beban hidupku dapat kupikul dengan gembira betapapun beratnya, karena aku tahu Engkau besertaku. Yesus Engkaulah andalanku.”
Selamat hari Kamis. Kita tidak sendirian, kita ada di hati Yesus..❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 17 Jul 2025
Kamis Pekan Biasa XV
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Mat 11:28
Bacaan Injil: Mat 11:28-30
************
Bait Pengantar Injil
Mat 11:28
Datanglah kepada-Ku, kalian yang letih dan berbeban berat.
Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.
Bacaan Injil
Mat 11:28-30
Aku ini lemah lembut dan rendah hati.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Sekali peristiwa bersabdalah Yesus,
“Datanglah kepada-Ku,
kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat.
Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku,
sebab Aku lemah lembut dan rendah hati.
Maka hatimu akan mendapat ketenangan.
Sebab enaklah kuk yang Kupasang, dan ringanlah beban-Ku.”
Demikianlah sabda Tuhan.
************
ℍ
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” (Mat 11: 28 – 30)
Allah itu dekat dengan kita. Dalam diri Yesus Ia menyertai kita dan kita dapat datang kepada-Nya dengan beban dan pertanyaan kita. Ia menyapa kita yang “letih lesu dan berbeban berat” dan menjanjikan kelegaan. Sungguh, Dia menempatkan diri-Nya di antara kita, karena Dia memikul beban Salib. Salib Yesus perlu dipahami sebagai kasih-Nya kepada umat manusia. Ia menerima Salib bukan sebagai hukuman, melainkan sebagai ungkapan kasih yang tertinggi.
Kuk adalah sepotong kayu yang lebar dan berat yang diletakkan di atas bahu lembu untuk menarik beban berupa bajak atau gerobak dan menjaga lembu tetap pada jalurnya, mencegahnya menyimpang. Para rabi menggambarkan Hukum Musa sebagai kuk yang membantu Israel agar tidak menyimpang dari Yahweh. Namun, seiring berjalannya waktu, Hukum Taurat menjadi alat bagi para imam, ahli Taurat, dan orang Farisi untuk menindas rakyat jelata. Dengan demikian, Hukum Taurat menjadi beban. Melalui sabda Yesus, Matius berbicara kepada sesama orang Yahudi yang tertindas di bawah beban berat kuk Hukum Musa.
Hukum menuntut kepatuhan yang cermat terhadap kewajiban sekecil apa pun. Kepada orang-orang inilah Yesus menawarkan kuk yang lebih ringan. Namun kuk dapat berupa kuk ganda, ketika dua hewan menarik beban bersama. Yesus menawarkan untuk berbagi kuk-Nya dengan kita. Dia dan saya akan bekerja sama, memikul kuk yang sama, dan dengan demikian akan berbagi beban dengan saya.
Yesus tidak mengatakan bahwa jika kita datang kepada-Nya, kita tidak akan memiliki lagi masalah, tidak ada lagi rasa sakit, tidak ada lagi kekecewaan… Akan ada “kuk” yang harus dipikul, tetapi Yesus menawarkan untuk memikulnya bersama kita. Tantangan hidup diperlukan bagi kita untuk bertumbuh dan dewasa. Namun, beban-beban itu lebih mudah ditanggung ketika Dia memikulnya bersama kita, ketika kita tahu bahwa kita tidak pernah sendirian dalam kesulitan dan kesedihan kita.
Mari tetap berkanjang. Seberat apapun beban hidup, kita tidak memikulnya sendiri. Yesus ada di samping kita. Ia memikul beban itu bersama kita.
Yesus, aku datang kepada-Mu sekarang dengan bebanku yang berat. Dengan rendah hati aku memohon agar Engkau memikulnya bersamaku. Biarkan aku beristirahat dalam kasih-Mu. Amin.
Selamat beraktivitas. Mari pikul beban bersama Yesus. ⒿⓁⓊ! ❤️
https://heypasjon.com/kuk-yang-kupasang-itu-enak/
RP Joni Astanto MSC