Cuplikan Kegiatan Hari Ketiga & Keempat Temu Uskup Regio Jawa 2025
Cuplikan Kegiatan Hari Ketiga & Keempat Temu Uskup Regio Jawa 2025
Memasuki hari ketiga, pada hari Rabu, 2 Juli 2025, Temu Uskup Regio Jawa 2025 dibuka dengan cek kesehatan bagi seluruh peserta. Sebuah langkah sederhana namun penting, sebagai bentuk perhatian terhadap keseimbangan antara pelayanan rohani dan kesehatan jasmani.
Selanjutnya, para Uskup dan Pastor Kuria mengikuti sesi sharing keuskupan yang membahas berbagai inisiatif PSE (Pengembangan Sosial Ekonomi) dan UMKM di masing-masing keuskupan. Sesi ini menjadi ruang untuk saling belajar dan bertukar pengalaman konkret dalam membangun perekonomian umat yang inklusif dan berbasis kasih.
Masih dalam semangat tema besar Ekonomi Fransiskus, kegiatan dilanjutkan dengan talkshow interaktif bersama tiga narasumber, yaitu :
RD Agustinus Deddy Budiawan – Pastor Ketua Biro UMKM Keuskupan Bogor
Ibu Monica Kusjanti – Ketua Umum PUKAT Keuskupan Bogor
Ibu Caren Caterina – Ketua Yayasan Teratai Kasih
Ketiganya berbagi cerita nyata tentang upaya pemberdayaan umat melalui ekonomi kreatif, kewirausahaan sosial, serta pelayanan bagi kelompok rentan.
Hari keempat, Kamis, 3 Juli 2025 menjadi sesi terakhir yang berbicara tentang ragam kegiatan dan rencana yang akan dilakukan di tahun mendatang. Ini juga menjadi harapan semoga rangkaian pertemuan mengajak Gereja untuk tidak hanya berbicara, tetapi juga bergerak bersama dalam menjawab tantangan ekonomi umat secara nyata dan berdampak.
Empat hari berjalan bersama.
Temu Uskup Regio Jawa 2025 yang diselenggarakan di Keuskupan Bogor telah resmi berakhir, namun semangatnya terus hidup.
Pertemuan ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi ruang sinodal:
untuk saling mendengarkan, berbagi pengalaman pastoral, dan meneguhkan arah pelayanan di tengah dunia yang terus berubah.
Dengan tema besar “Ekonomi Fransiskus: Gereja ‘Peziarah Pengharapan’ Berjalan Bersama dalam Membangun Tatanan Ekonomi yang Lebih Adil dan Bersaudara,” para uskup dan romo kuria dari seluruh Keuskupan di Jawa diajak merenungkan peran nyata Gereja dalam menjawab ketimpangan dan penderitaan sosial, melalui tindakan kasih dan pemberdayaan.
Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat:
panitia, relawan, narasumber, tenaga medis, dan umat Keuskupan Bogor yang telah menjadi tuan rumah dengan hangat dan bersahabat.
Semoga perjumpaan ini membawa buah-buah kebaikan dan pengharapan bagi umat, bagi masyarakat, dan bagi dunia.
Sumber Komisi Komsos Keuskupan Bogor