Minggu, 29 Juni 2025
Sabda Kehidupan
Minggu 29 Juni 2025
Hari Raya St. Petrus dan St. Paulus
*Matius 16:15-18* (Mat 16:13-19)
Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
Yesus Pondasi Utama Gereja
Setiap tanggal 29 Juni, Gereja merayakan Hari Raya St Petrus dan Paulus. Dua soko guru atau pilar utama berdirinya Gereja yang didirikan Yesus.
Petrus dulunya bernama Simon, seorang nelayan sederhana dari Galilea dengan segala kelemahan dan keterbatasannya. Ia bahkan menyangkal Yesus sebagai sahabatNya, saat Yesus ditangkap dan diadili secara tidak adil. Tapi Yesus percaya bahwa Simon adalah Batu Karang yang teguh dan penuh dedikasi. Yesus mengganti namanya menjadi Petrus untuk mengembalikan jati dirinya sebagai batu dasar yang kokoh. Oleh karena itu, sesudah kebangkitanNya, Yesus memanggil Petrus, bukan untuk menghukumnya, namun untuk memimpin GerejaNya. Kata Yesus, “Gembalakanlah domba-dombaku.” (Yoh 21: 15-19). Petrus menjalankan tugasnya menggembalakan Gereja Kristus sampai mati sebagai martir di Roma.
Rasul Paulus dulunya bernama Saulus. Ia seorang Farisi namun warga Romawi. Begitu berapi-api semangatnya untuk menjalankan Taurat Musa dan karenanya ia menganiaya para pengikut Yesus yang menurutnya sesat dan melawan hukum Taurat. Akan tetapi, Yesus justru memilihnya menjadi rasulNya, dan jadilah ia Paulus, Rasul Yesus yang gigih dan tangkas, penuh hikmat dan Roh Kudus untuk mewartakan Injil Kerajaan Allah.
Menyadari kelemahannya yakni kesombongan dan kebanggaannya yang semu, Paulus bertobat dan menerima hidup baru dalam Yesus. Dengan rendah hati Paulus berkata, “Bukan aku lagi yang hidup, tetapi Kristus-lah yang hidup di dalam aku.” (Gal 2.20). Sama seperti Petrus, Paulus juga mati dibunuh di Roma sebagai Rasul Yesus yang setia sampai mati.
Kisah Para Rasul Yesus ini, mengingatkan kita bahwa Yesus yang menjadi pondasi utama Gereja. Yesus memilih para rasul dan semua muridNya bukan karena kehebatan mereka akan tetapi agar kuasa Yesus nyata dalam hidup mereka. Ketika Paulus meragukan kemampuannya dan memohon Tuhan mengangkat kelemahannya, Tuhan bersabda, “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” (2 Kor 12:9).
Kita semua dipilih Yesus menjadi muridNya dan menjadi anggota gerejaNya, untuk melanjutkan pewartaan Injil, “menjadikan segala bangsa murid Yesus.” Kita tidak mengandalkan kemampuan kita, tapi kuasa kasih Yesus yang mengatasi keterbatasan kita. Yesus-lah kekuatan kita, padaNya kita berserah dan mengabdikan hidup kita seutuhnya. Mari menjadi rasul Yesus yang penuh semangat dan pantang menyerah.
”St Petrus dan Paulus, doakanlah kami dari surga agar tabah dan setia mengikuti Yesus, dan membawa semakin banyak jiwa kepada keselamatan abadi. Amin.”
Selamat Hari Minggu. Terindah dalam hidup kita mengenal, mencintai dan melayani Tuhan.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 29 Jun 2025
Minggu Pekan Biasa XIII
Warna Liturgi: Merah
Bait Pengantar Injil: Mat 16:18
Bacaan Injil: Mat 16:13-19
*************
Bait Pengantar Injil
Mat 16:18
Engkau adalah Petrus,
di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku,
dan alam maut tidak akan menguasainya.
Bacaan Injil
Mat 16:13-19
Engkau adalah Petrus,
dan di atas batu karang ini akan Kudirikan jemaat-Ku.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Sekali peristiwa
Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi.
Ia bertanya kepada murid-murid-Nya,
“Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?”
Jawab mereka, “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis,
ada juga yang mengatakan: Elia,
dan ada pula yang mengatakan: Yeremia
atau salah seorang dari para nabi.”
Lalu Yesus bertanya kepada mereka,
“Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”
Maka jawab Simon Petrus,
“Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”
Kata Yesus kepadanya,
“Berbahagialah engkau Simon bin Yunus,
sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu,
melainkan Bapa-Ku yang di surga.
Dan Aku pun berkata kepadamu:
Engkau adalah Petrus,
dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku,
dan alam maut tidak akan menguasainya.
Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga.
Apa yang kauikat di dunia ini
akan terikat di surga,
dan apa yang kaulepaskan di dunia ini
akan terlepas di sorga.”
Demikianlah sabda Tuhan.
*************
KEDEKATAN HATI
(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)
Pengakuan Petrus
Pengenalan orang banyak dan para murid (saya, anda) akan pribadi Yesus berbeda2. Ada yg blng Yohanes Pembaptis; ada yg katakan Elia, Yeremia, atau salah seorang dari para nabi. Tapi Petrus bilang dan seharusnya saya, anda juga bilang: “Engkau adalah Mesias, Putera Allah yg hidup” (Mat. 16:16).
Jawaban yg keluar dari pengalaman iman yg benar dan mendalam; keluar dari hasil pengalaman kedekatan hati, kedekatan relasi dan komunikasi intim/akrab; Keluar dari pengenalan yg intens/mendalam karena sering atau selalu bertemu/ada bersama. Petrus memberikan jawaban itu berdasarkan pengalaman pribadi/personalnya yg selalu bertemu dan hidup bersama dengan Yesus setiap hari; bukan pengenalan berdasarkan “kata orang”.
Hari ini Gereja Katolik merayakan Pesta St. Petrus dan St. Paulus, Rasul. Mereka dua mempunyai pengenalan akan Yesus yg mendalam/intens karena KEDEKATAN MEREKA DALAM IMAN DENGAN YESUS. Mereka menjadi orang2 kunci dlm pewartaan tentang Yesus yg bangkit. Merekalah yg mampu memperkenalkan pribadi Yesus yg sesungguhnya kp semua orang yg ingin mengenalnya.
Saya, anda diajak utk semakin mengenal Yesus secara lebih mendalam dan secara pribadi (berdasarkan pengalaman hidup pribadi dalam berelasi dan berkomunikasi dengan Tuhan Yesus “saat ini – di sini, bukan berdasarkan “kata orang”). Juga saya, anda diajak untuk memperkenalkan atau mewartakan Yesus kp orang lain berdasarkan kesaksian iman pribadi (berdasarkan penghayatan pribadi) akan Yesus. Saya,anda diajak utk selalu/sering ada bersama, dekat, mendekatkan diri dengan Tuhan Yesus; MEMBANGUN KEDEKATAN HATI, IMAN YANG NENDALAM AKAN YESUS. Membangun relasi dan komunikasi yg mendalam dg Yesus. Selalu hidup bersama dan berjumpa dg Yesus. Selalu menyatu dengan Yesus.
Misa harian (vakultatip) dan terutama wajib Misa Hari Minggu dan Hari2 Raya yang disamakan dengan Hari Minggu adalah kesempatan baik dan standar utk saya, anda untuk bisa merasakan dan mengalami hidup dan berjumpa dg Yesus. Adorasi di depan Sakramen Mahakudus (secara pribadi atau kelompok) adalah kesempatan baik bagi saya, anda untuk “curhatan” dengan Tuhan Yesus sebagai tanda bahwa saya, anda ada kedekatan hati dengan Tuhan Yesus
Semoga dengan bantuan doa St. Petrus dan St. Paulus, Rasul, Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati saya, anda sekalian yang selalu/sering berada, bertemu, dekat dan bersatu dengan Tuhan Yesus di tengah kesibukan harian saya, anda. Amin.