Sabtu, 28 Juni 2025
Sabda Kehidupan
Sabtu 28 Juni 2025
Peringatan Hati Tidak Bernoda St Perawan Maria
Lukas 2:46-47 (Luk 2:41-51)
Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya.
Yesus Hilang Siapa Yang Cari?
Sehari setelah merayakan Hari Raya Hati Yesus yang Mahakudus (Jumat kemarin), Gereja mengajak umatnya untuk memperingati Maria ibu Yesus yang mahakudus dan tak bernoda, yang menjadi tempat Yesus menemukan sandaran hatiNya sekaligus teladan semasa hidupNya di dunia ini.
Peristiwa hilangnya Yesus kecil di Yerusalem menjadi salah satu contohnya. Hilangnya Yesus tentu sangat mencemaskan ibuNya Maria dan Yosep, bapa pengasuhNya. Apalagi mereka tidak punya keluarga dan kenalan di Yerusalem. Di mana harus mencari Yesus di kota yang besar itu?
Segala kemungkinan Ia tinggal di mana telah mereka pikirkan. Tentu semua penginapan di Yerusalem telah mereka kunjungi. Satu hari telah lewat, dua hari lewat Yesus tak ditemukan. Aduh tidur di mana Dia? Makan di mana Dia? Semakin cemaslah mereka karena memikirkan kemungkinan yang terburuk. Jangan-jangan…..
Tapi Maria dan Yosep tak putus asa, mereka terus mencari. Nanti sesudah 3 hari barulah mereka menemukanNya dalam Bait Allah di Yerusalem. Tempat yang tak mereka bayangkan untuk anak sekecil itu akan berada. Ternyata Yesus sedang berdebat dan berbincang-bincang dengan para alim ulama Yahudi di Yerusalem.
Peristiwa hilangnya Yesus di Yerusalem mengingatkan kita mengenai suka duka hidup keluarga kudus Nazaret, bagaimana Maria dan Yosep membesarkan Yesus.
Sungguh segala pergumulan manusiawi telah dialami Yesus. Karena itu, sebagai Tuhan yang menjadi manusia, Yesus sangat mengerti segala pergumulan hidup keluarga. Dan Ia mengalami, betapa orang tuaNya begitu setia menjaga dan merawatNya, bahkan mencari Dia ketika hilang. Jadi kisah Yesus mengenai gembala yang baik yang mencari domba yang hilang, serta kisah Yesus tentang anak yang hilang, nyata Ia alami dalam keluargaNya, bagaimana Bapa dan IbuNya mencari Dia. Tanpa menghukum, dan tetap penuh kasih.
Mari membangun keluarga kudus seperti keluarga kudus Nazaret, Yesus-Yosep-Maria. Semua anggota keluarga ada di hati masing-masing, saling peduli, saling mencari, menjaga hati tetap suci dan tidak berprasangka buruk, dan tidak membiarkan ada satupun yang hilang.
”Ya Yesus, persatukanlah seluruh keluarga kami. Berikanlah kami hati yang murni untuk tetap berpikir jernih, agar mampu mencintai seluruh anggota krluarga kami dengan hati tulus dan murni. Bunda Maria doakanlah kami dari Surga, semoga hati kami menjadi seperti hatimu. Amin.”
Selamat berakhir pekan, Yesus selalu di hati kita.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 28 Jun 2025
Sabtu Hari Biasa
PW S. Ireneus, Uskup dan Martir
Warna Liturgi: Putih
Bacaan Injil: Luk 2:41-51
************
Bacaan Injil
Luk 2:41-51
Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Tiap-tiap tahun, pada hari raya Paskah,
orang tua Yesus pergi ke Yerusalem.
Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun,
pergilah mereka ke Yerusalem
seperti lazimnya pada hari raya itu.
Selesai hari-hari perayaan itu,
ketika mereka berjalan pulang,
tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya.
Karena mereka menyangka
bahwa Yesus ada di antara orang-orang seperjalanan mereka,
berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya,
lalu baru mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan.
Karena tidak menemukan Dia,
kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia.
Sesudah tiga hari,
mereka menemukan Yesus dalam Bait Allah;
Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama,
sambil mendengarkan mereka,
dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.
Semua orang yang mendengar Dia
sangat heran akan kecerdasan
dan segala jawab yang diberikan-Nya.
Ketika Maria dan Yusuf melihat Dia, tercenganglah mereka.
Lalu kata ibu-Nya kepada-Nya,
“Nak, mengapa Engkau berbuat demikian terhadap kami?
Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.”
Jawab Yesus kepada mereka,
“Mengapa kamu mencari Aku?
Tidakkah kamu tahu
bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?”
Tetapi mereka tidak mengerti
apa yang dikatakan Yesus kepada mereka.
Lalu Yesus pulang bersama-sama mereka ke Nazaret;
dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka.
Dan Maria menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.
Demikianlah sabda Tuhan.
*************
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE
HATI MANUSIAWI YANG BERKARAKTER ILAHI
“Terbuat dari apakah hatimu, Bundaku Maria? Memang engkau tercipta sebagai manusia, tapi kesabaran, ketabahan, ketulusan, kerendahan dan kesucian hatimu telah membuatmu menjadi wanita terkudus di antara para wanita dan hidup di dunia di antara kami.”
Karakter ilahi hati Bunda terlihat dalam reaksinya dalam kisah Injil pagi ini:”Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.” ( ayat 51 )
Karena itu, inilah yang harus kita lakukan;
– Bersyukurlah karena Yesus memberikan Ibu-Nya sebagai ibu kita, yang menemani dan mendoakan kita sepanjang hidup;
– Santa Perawan menjadi model utama dalam mengikuti dan menjadi murid Yesus;
– Mencintai Bunda Maria akan membuatmu semakin dekat dan erat dengan Yesus Putranya.
Akhirnya harus diakui bahwa hati manusiawi Bunda Maria adalah model terunggul dan utama dari hati kudus Yesus Putranya.
Selamat berakhir pekan untuk para sahabat.
Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.
( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong – Duc in Altum )