Sabtu, 21 Juni 2025
Sabda Kehidupan
Sabtu 21 Juni 2025
Peringatan St. Aloisius Gonzaga
Novena Hati Kudus Yesus hari ke 4
Matius 6:25,33 (Mat 6:24-34)
”Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”_
Apa Yang Perlu Dikhawatirkan?
Yesus telah menjadi manusia dan Ia sungguh mengerti bahwa hidup kita manusia dipenuhi dengan berbagai macam kekhawatiran. Ada saja hal yang dapat menimbulkan kekhawatiran. Dimulai dengan makan dan minum serta pakaian.
Selanjutnya kita khawatir akan sakit penyakit yang membawa derita apalagi tidak punya cukup uang untuk pelbagai biaya dan berbagai macam kebutuhan hidup lainnya.
Belum lagi kalau kita memikirkan orang lain, anggota keluarga kita, anak-anak dan masa depan mereka, orangtua kita dan kesehatan mereka, dan kekhawatiran akan pelbagai masalah di sekitar, perang dan perselisihan. Kekhawatiran ini bahkan menjadi ketakutan bila kematian datang menjemput kita dan orang-orang yang kita cintai.
Yesus datang memberi kita jaminan untuk hidup yang damai dan tenang, terlepas dari pelbagai kekhawatiran hidup. Dengan berkata, “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya,” itu sama dengan sapaan Yesus, “Marilah kepadaKu kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.” (Mat 11:28).
Tawaran Yesus, “tinggallah dalam Aku dan Aku tinggal dalam kamu,” adalah jawaban atas semua kekhawatiran kita. Bila kita tinggal dalam Yesus dan bersatu denganNya sebagai Pokok Anggur hidup kita dan kita menjadi ranting-ranting Yesus, apa lagi yang kita khawatirkan?
Maka sebenarnya yang perlu kita khawatirkan adalah bila kita jauh dari Yesus dan tidak lagi tinggal bersamaNya. Hanya mengandalkan kemampuan diri kita dan tidak mau bersandar padaNya. Betapa rapuh pondasi hidup kita, tanpa iman, harapan dan kasih.
Mari, carilah Yesus, kembali kepadaNya, letakkan semua kekhawatiran kita dalam tanganNya, hiduplah bersamaNya. Damai sejahtera Yesus, kelimpahan hidup dalam Dia, itulah sukacita kita. Jaminan hidup dalam Yesus mengangkat semua kekhawatiran kita. Bahkan kematianpun tak lagi menakutkan kita, karena Yesus telah mati bagi kita dan menjadikan kita pemenang hidup oleh iman kita padaNya.
Selamat berakhir pekan, damai selalu di hati.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 21 Jun 2025
Sabtu Pekan Biasa XI
PW S. Aloisius Gonzaga, Biarawan
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: 2Kor 8:9
Bacaan Injil: Mat 6:24-34
*************
Bait Pengantar Injil
2Kor 8:9
Yesus Kristus telah menjadi miskin, sekalipun Ia kaya,
agar berkat kemiskinan-Nya, kalian menjadi kaya.
Bacaan Injil
Mat 6:24-34
Janganlah kuatir akan hari esok.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Dalam khotbah di bukit, berkatalah Yesus,
“Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan.
Karena jika demikian,
ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain,
atau ia akan setia kepada yang seorang
dan tidak mengindahkan yang lain.
Kalian tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.
Karena itu Aku berkata kepadamu:
Janganlah kuatir akan hidupmu,
apa yang hendak kalian makan atau minum,
dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu,
apa yang hendak kalian pakai.
Bukankah hidup itu lebih penting daripada makanan,
dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian?
Pandanglah burung-burung di langit,
yang tidak menabur dan tidak menuai,
dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung,
toh diberi makan oleh Bapamu yang di surga.
Bukankah kalian jauh melebihi burung-burung itu?
Siapakah di antara kalian
yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja
pada jalan hidupnya?
Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian?
Perhatikanlah bunga bakung di ladang,
yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal.
Namun Aku berkata kepadamu,
Salomo dalam segala kemegahannya pun
tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang,
yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api,
tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kalian,
hai orang yang kurang percaya?
Maka janganlah kamu kuatir dan berkata,
‘Apakah yang akan kami makan?
Apakah yang akan kami minum?
Apakah yang akan kami pakai?’
Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah.
Akan tetapi Bapamu yang di surga tahu,
bahwa kalian memerlukan semuanya itu.
Maka carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya,
maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari esok,
karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri.
Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”
Demikianlah sabda Tuhan.
*************
ℍ
“Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan…. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon. Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu….” [Mat 6: 24 – 25]
Kita menutup pekan ini dengan merenungkan ajaran Yesus tentang kepercayaan pada kasih karunia Allah. Ia dengan tegas mengingatkan: Janganlah kuatir akan hidupmu! Khawatir adalah gejala dari masalah yang lebih dalam, yaitu kurangnya kepercayaan pada Allah atau lemahnya iman. Ketika kita menyerah pada kekhawatiran, kita secara tidak langsung meragukan bahwa rencana Allah untuk kita tidak cukup baik. Kita merasa takut bahwa segala sesuatu mungkin tidak akan berjalan dengan baik, jadi kita mencoba untuk mengandalkan rencana kita, jangan-jangan nanti Allah gagal melindungi kita. Kita mencoba mengendalikan segalanya, sehingga “kegagalan” Allah tidak mengganggu rencana kita….. terdengar absurd, tetapi itu karena kekhawatiran adalah hal yang absurd bagi seorang Kristen. Siapa yang dapat merawat kita dengan lebih baik selain Bapa kita di surga?
Yesus menyebut beberapa hal yang sering kita khawatirkan: uang, pekerjaan, makanan, pakaian. Kita masih cenderung khawatir tentang hal-hal ini. Namun, di zaman modern, orang-orang lebih khawatir daripada sebelumnya. Era informasi telah melahirkan era kecemasan. Orang-orang khawatir tentang segala hal yang mereka dengar di berita – harga minyak, kelangkaan makanan, pajak, terorisme, perubahan iklim….. apa yang dicapai oleh semua kekhawatiran ini? Tidak ada!
Tuhan menunjuk pada contoh-contoh sederhana dari alam sekitar kita. Lihatlah burung-burung di langit. Lihatlah bunga-bunga di padang. Jika Bapa menyediakan bagi mereka dengan begitu indah, “tidakkah Ia akan menyediakan yang lebih baik lagi bagimu, hai orang yang kurang percaya?” Tentu saja Ia akan melakukannya! Yesus tidak mengatakan kepada kita untuk hidup seperti orang-orang yang tidak percaya, yang “selalu mengejar ini dan itu”. Kita memiliki Bapa di surga yang tahu segala yang kita butuhkan, jadi kita memiliki dasar untuk tidak menyerah pada kecemasan yang sia-sia.
Akar kecemasan dapat merasuk ke dalam hati kita tanpa disadari ketika kita mulai mencari jaminan rasa aman di luar Allah, sehingga menciptakan perpecahan batin dalam diri kita. Yesus menyebut ini sebagai usaha untuk “mengabdi dua tuan.” Tidak mungkin menemukan damai dengan hati yang terpecah. Kita tidak dapat memberikan diri kita kepada baik Allah maupun uang. Bagian dari diri kita yang percaya pada Allah aman, tetapi bagian dari diri kita yang bergantung pada uang selalu resah, dan kekhawatiran mulai mengisi celah-celah dan akhirnya mengambil alih seluruh kehidupan batin kita. Tidak ada yang salah dengan uang. Poin Yesus adalah bahwa uang [dan anak cucunya] adalah pengganti yang sangat buruk untuk Allah.
Obat penawar kekhawatiran adalah doa – bukan sekadar rangkaian kata-kata, tetapi doa dari hati, di mana kita membuat keputusan batin yang teguh untuk menerima kehendak Allah dengan iman. Kita membuat keputusan iman seiring dengan pertumbuhan kepercayaan kita bahwa Bapa sudah mengetahui segala yang kita butuhkan. Ketika kita mencari kerajaan-Nya di atas segalanya, kita menemukan bahwa segala yang kita butuhkan telah disediakan bagi kita.
Dalam hal apa saja saya melayani dua tuan? Apa yang sering saya khawatirkan? Apakah saya percaya pada Allah, Bapa saya? Bagaimana saya dapat tumbuh dalam kepercayaan? Apakah saya berdoa untuk kepercayaan yang lebih besar pada Allah?
Tuhan, ajarlah aku untuk tidak membebani diri dengan kekhawatiran yang tidak perlu dan kebutuhan palsu, tetapi belajar untuk menyerahkan diri ke dalam tangan-Mu yang penuh kasih. St. Aloysius Gonzaga, doakanlah kami. Amin.
Selamat berakhir pekan, dalam penyelenggaraan Bapa Mahakasih. ⒿⓁⓊ! ❤️
RP Joni Astanto MSC