Kamis, 19 Juni 2025
Sabda Kehidupan
Kamis 19 Juni 2025
Novena Hati Kudus Yesus hari ke 2_
Matius 6:9-10 (Mat 6:7-15)
”Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga..”
Berdoa Bersama Yesus Kepada Bapa
Yesus selalu mengambil waktu untuk berdoa kepada BapaNya di pagi hari ketika mengawali hari dan ketika petang hingga malam saat menutup hari sesudah menyelesaikan karyaNya.
Betapa intim dan mesra relasi Yesus dengan BapaNya, nyata dalam doa. Saat berdoa, Yesus datang dan menaruh seluruh hidup dan karyaNya, rencana, niat dan kehendakNya sesuai dengan apa yang dikehendaki BapaNya. Dalam doa Yesus selalu menyatu dengan BapaNya, saat susah maupun suka.
Bersyukurlah kita bahwa Yesus menghendaki agar kita semua muridNya ikut mengalami pengalaman doa yang sama.
Yesus mewahyukan kepada kita bahwa Allah yang Mahakuasa dan Perkasa, Pencipta alam semesta dan dan kita manusia, adalah Bapa kita sendiri yang sangat menyayangi kita anak-anakNya.
Yesus-pun mengajak kita ikut bersamaNya selalu datang kepada Allah Bapa kita tanpa takut dan ragu menyusun kata yang tepat dan bagus. Cukuplah mengikuti doa Yesus doa Bapa kami.
Sesungguhnya saat kita datang kepada Allah sebagai anak yang datang kepada Bapanya, tak ada lagi yang kita minta selain berada dalam pelukan kasih Bapa. Itulah kerinduan hati kita yang paling dalam.
Biarlah Roh Kudus mendorong hati kita dan mengangkat jiwa kita masuk dalam hadirat Allah dan dengan sepenuh cinta berdoa: Bapa kami yang ada di surga…
Rasakanlah bagaimana tangan Allah Bapa yang kuat dan lembut merangkul kita, penuh kasih dan pengampunan. Dengarkanlah Ia menyapa kita dengan lembut, “Engkau adalah anak yang Kukasihi. Aku berkenan kepadamu. Teruslah melangkah, jangan takut, Aku selalu ada bersamaMu.”
Selamat hari baru. Doa Bapa Kami, kiranya mengawali dan menutup hari kita serta memberkati seluruh hidup dan karya kita hari ini.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 19 Jun 2025
Kamis Pekan Biasa XI
PF S. Romualdus, Abas
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Rom 8:15
Bacaan Injil: Mat 6:7-15
*************
Bait Pengantar Injil
Rom 8:15
Kalian akan menerima Roh pengangkatan menjadi anak.
Dalam roh itu kita akan berseru, “Abba, ya Bapa.”
Bacaan Injil
Mat 6:7-15
Berdoalah kalian demikian.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Dalam khotbah di bukit berkatalah Yesus,
“Bila kalian berdoa janganlah bertele-tele
seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah.
Mereka menyangka
doanya akan dikabulkan karena banyaknya kata-kata.
Jadi janganlah kalian seperti mereka.
Karena Bapamu tahu apa yang kalian perlukan,
sebelum kalian minta kepada-Nya.
Maka berdoalah demikian:
Bapa kami, yang ada di surga,
Dimuliakanlah nama-Mu.
Datanglah Kerajaan-Mu.
Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di surga.
Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.
Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.
Karena, jikalau kalian mengampuni kesalahan orang,
Bapamu yang di surga akan mengampuni kalian juga.
Tetapi jikalau kalian tidak mengampuni orang,
Bapamu pun tidak akan mengampuni kesalahanmu.”
Demikianlah sabda Tuhan.
**************
ℍ
“Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat,” (Mat 6: 7 – 13).
Doa “Bapa Kami” dapat diartikan sebagai penjabaran tentang perintah utama Tuhan, yakni Perintah Kasih.
Landasan terdalam dari perintah kasih yakni bahwa kita adalah ANAK-ANAK ALLAH; kita diperintahkan untuk mengasihi karena kita adalah anak-anak Allah yang adalah KASIH. Dengan demikian, kita sebenarnya diperintahkan untuk berperilaku sesuai dengan kodrat kita.
Bagian pertama doa “Bapa Kami” berbicara tentang kasih kita kepada Allah. Ketiga permohonan pertama sesuai dengan tiga perintah pertama dari 10 Perintah Allah. Tuhan pantas mendapatkan totalitas. Dedikasi total kehidupan Yesus terhadap kehendak Bapa-Nya adalah penjelasan yang paling nyata dari bagian pertama Doa Bapa Kami.
Bagian kedua doa “Bapa Kami” menyangkut kasih terhadap diri sendiri dan orang lain – bagian kedua dari Perintah Utama. Permohonan itu menyangkut kebutuhan dasar kehidupan manusia. Pada level pertama yakni kehidupan fisik, kita memohon untuk diri kita dan untuk seluruh umat manusia makanan kita sehari-hari. Pada level kedua (psikososial), kita memohon hubungan baik (pengampunan). Pada level ketiga kehidupan (spiritual), kita memohon dibebaskan dari yang jahat, agar kita tidak pernah terpisah dari Tuhan.
Permohonan ini juga mengingatkan kita bagaimana cara saling mengasihi – untuk memperhatikan sesama kita pada tingkat fisik (untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka), pada tingkat psikososial (untuk bekerja demi martabat semua orang, untuk saling mengasihi dan memperhatikan); pada tingkat spiritual (untuk membawa sesama kepada Bapa surgawi kita).
Akhirnya, apa yang dikatakan oleh seorang penulis, Charles Tompson, ini patut menjadi permenungan kita:
“Anda tidak dapat berdoa Bapa Kami dan anda sekali saja berkata “Saya”.
Anda tidak dapat berdoa Bapa kami dan tidak berdoa untuk orang lain.
Sebab saat anda memohon rejeki sehari-hari, anda harus menyertakan sesama anda.
Sebab sesama disertakan dalam setiap permohonan:
dari awal sampai akhir doa itu, tak pernah sekalipun anda berkata “saya.”
Bapa, semoga dalam doa-doaku, aku tidak hanya ingat diri sendiri, tetapi menyertakan sesama dan selalu mencari kehendak-Mu. Amin.
Selamat berkarya dan berdoa. ⒿⓁⓊ! ❤️
RP Joni Astanto MSC