Selasa, 10 Juni 2025
Sabda Kehidupan
Selasa 10 Juni 2025
Matius 5:13-14 (Mat 5:13-16)
”Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.”
Hidup Yang Bermakna: Menjadi Garam Dan Terang Dunia
Atas cara yang sederhana namun jelas, Yesus memberi kita gambaran hidup kristiani yang penuh makna. Di satu pihak menjadi seperti garam yang sekalipun tak kelihatan namun memberikan cita rasa yang sangat berarti untuk membangkitkan selera dan gairah. Di pihak lain menjadi seperti cahaya yang kelihatan, yang berada di depan bahkan di atas untuk menerangi dan menuntun, mencerahkan dan memberi harapan.
Kedua wujud ini kiranya menjadi nyata dalam perbuatan baik kita. Melalui kehadiran, sikap dan tutur kata, serta aksi nyata menebar kebaikan agar kita senantiasa membawa arti bagi orang lain dan lingkungan sekitar. Jangan biarkan rasa kecewa, cemooh, bahkan hinaan membuat kita tawar hati atau berkecil hati.
Teruslah menjadi garam yang memberi semangat, gairah, dan energi positip yang mampu merubah situasi dan suasana menjadi penuh semangat, berbesar hati, optimis dan penuh harapan, pantang menyerah.
Teruslah bersinar. Semakin gelap suasana sekitar, semakin terang cahaya hati kita bersinar menerangi, mencerahkan, membuka wawasan, merubah paradigma lama menjadi baru.
Dengan demikian kita menjadi saksi kehadiran Yesus, Sang Terang dunia, yang tak pernah pudar dan luntur kasih setiaNya. Teruslah bersinar sekalipun dalam kesulitan dan derita. Sama seperti lilin kecil yang berani lebur untuk memberi cahaya dalam kegelapan.
”Ya Yesus, utuslah Roh KudusMu mengobarkan semangat kami untuk menjadi garam, memberi cita rasa dan semangat juang, menularkan energi positip dan harapan. Jadikanlah kami pembawa terang. Biarlah cahayaMu menerangi hati dan budi kami, guna membawa pencerahan dan harapan baru, optimisme serta jalan keluar atas berbagai persoalan hidup ini. Amin.”
Selamat hari baru. Teruslah menjadi garam dunia dan pembawa terang Kristus.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 10 Jun 2025
Selasa Pekan Biasa X
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Mat 5:16
Bacaan Injil: Mat 5:13-16
************
Bait Pengantar Injil
Mat 5:16
Hendaknya cahayamu bersinar di depan orang,
agar mereka melihat perbuatanmu yang baik,
dan memuji Bapamu di surga.
Bacaan Injil
Mat 5:13-16
Kalian ini cahaya dunia.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Dalam khotbah di bukit Yesus bersabda,
“Kalian ini garam dunia.
Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah dapat diasinkan?
Tiada gunanya lagi selain dibuang dan diinjak orang.
Kalian ini cahaya dunia.
Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
Lagipula orang tidak menyalakan pelita
lalu meletakkannya di bawah gantang,
melainkan di atas kaki dian,
sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
Demikianlah hendaknya cahayamu bersinar di depan orang,
agar mereka melihat perbuatanmu yang baik,
dan memuliakan Bapamu di surga.”
Demikianlah sabda Tuhan.
**************
ℍ
“Kamu adalah garam dunia….Kamu adalah terang dunia…. (Mat 5: 13, 14).
Di negara kita, orang-orang Kristiani, adalah minoritas. Artinya, jumlah kita amat kecil dibandingkan dengan penganut agama mayoritas. Tidak jarang, posisi kita sebagai minoritas memberi kemungkinan yang lebih besar untuk mengalami sikap-sikap dan tindakan intoleran dari kelompok yang lain. Akan tetapi Sabda Tuhan hari ini mengajak kita merenungkan dari sudut pandang yang lain.
Yesus menyebut kita garam dan terang dunia. Ia memanggil dan menantang kita menjadi garam dan terang dunia. Dengan contoh dari kehidupan sehari-hari Ia ingin meyakinkan para murid-Nya peran dari dua hal tersebut dalam hidup bersama. Tanpa garam dan terang, akan seperti apa kehidupan kita? Betapa pentingnya kedua hal tersebut walau sering terabaikan kehadirannya karena orang hanya memperhatikan efek yang dihasilkan.
Dihubungkan dengan “status” kita sebagai minoritas, kita diingatkan akan peran dan tanggungjawab kita sebagai orang-orang Kristiani. Tak seorangpun menaruh satu piring garam pada satu piring makanan. Satu piring makanan hanya membutuhkan sejumput kecil garam agar menjadi lehih sedap. Saat kita memasak, kita hanya menambahkan garam dengan volume yang sesuai, yang pas, untuk mendapatkan masakan yang lezat.
Demikian juga dengan terang. Kita memasang lampu sesuai dengan luasnya ruangan yang perlu diterangi. Terang punya potensi untuk mencapai sudut-sudut ruangan untuk menghalau kegelapan. Dengan terang pula segala macam aktivitas dalam hidup dapat berjalan dengan baik. Dipanggil oleh Yesus untuk menjadi terang berarti kita dipanggil untuk menghalau pelbagai macam “kegelapan” dalam dunia. Dan jangan lupa, dengan menjadi terang dunia, kita menghadirkan Kristus Sang Terang sejati.
Dengan demikian bukan jumlah yang diperhitungkan, tetapi kinerja, efek dan dampak kita sebagai orang-orang Kristiani yang sejati yang diukur. Minoritas? Jangan berkecil hati. Hendaklah kita menjadi mayoritas dalam efek dan dampak yang kita hasilkan sebagai pengikut-pengikut Kristus yang sejati, “supaya mereka melihat perbuatan kita yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga,” (Mat 5: 16).
Tuhan, tunjukkanlah kepadaku cara-cara agar aku dapat menjadi garam dan terang yang sejati di tempat-tempat dan di tengah orang-orang di sekitarku. Amin.
Selamat beraktivitas. Garami dan terangi dunia! ⒿⓁⓊ! ❤️
RP Joni Astanto MSC