Senin, 09 Juni 2025
Sabda Kehidupan
Senin 09 Juni 2025
Peringatan St Maria Bunda Gereja
Yohanes 19:25-27 (19:25-34)
Dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!” Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.
Bunda Maria Setia Menemani Semua Murid Yesus
Sehari sesudah Gereja merayakan Pesta Pentakosta, kita diajak merayakan peringatan ‘St Maria Bunda Gereja.’
Maksud peringatan ini ingin mengingatkan kita bahwa sejak Gereja Perdana, Bunda Maria telah menjadi Bunda para murid Yesus. Ia ada bersama Para Rasul ketika Roh Kudus dicurahkan pada pesta Pentakosta. Kis 1:14 berkata, “Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.”
Kita tahu bersama bahwa ketika Yesus disalibkan, murid-murid Yesus telah lari meninggalkan Dia, tetapi tidak bundaNya Maria. Bunda Yesus tetap setia mengikuti Yesus di jalan salibNya, sebagaimana ia telah setia mengandung dan membesarkan Yesus.
Bunda Maria ikut merasakan derita putraNya saat memanggul salib ke Golgota. Ia ikut menemani Yesus untuk memberi kekuatan. Seakan Maria berujar dalam hatinya untuk Yesus, “bertahanlah Nak, ini ibuMu akan terus menemanimu. Penuhilah perintah BapaMu untuk menebus seluruh umat manusia dengan salibMu!”
Bunda Maria adalah ibu Yesus sekaligus Bunda kita semua, Bunda Gereja. Yesus telah mengalami bahwa BapaNya di surga telah memberiNya seorang ibu yang luar biasa baik hati, perkasa dan tabah menghadapi sengsara dan derita. Karena itu Yesus memberikan BundaNya menjadi Bunda kita dengan bersabda, “Ibu, inilah anakmu.” Dan kepada kita, “Inilah ibumu.”
Bunda Maria tetap menjadi Bunda kita sampai kapanpun, sebagaimana Yesus adalah Tuhan kita selamanya. Dalam Kitab Wahyu bab 12, yang mengisahkan kisah akhir zaman, Bunda Maria disebut khusus sebagai Ratu Surgawi, dengan mahkota dari 12 bintang. Ia menjadi Ibu Surgawi kita selamanya.
”Bapa di surga, terimakasih tak terhingga karena telah memilihkan Maria menjadi Bunda Yesus. Dan Yesus Tuhan kami telah memberikan BundaNya menjadi Bunda kami.
Bunda Maria, Mempelai Roh Kudus, doakanlah kami pada Yesus Puteramu agar kami tak pernah kekurangan anggur sukacita dan anggur kasih karunia Allah. Doakanlah kami dari surga agar kami tabah dan setia mengikuti Yesus Puteramu. Amin.”
Semangat Senin, Yesus tak pernah membiarkan kita jalan sendiri, IbuNya menemani kita.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 09 Jun 2025
Senin Hari Biasa
PF S. Efrem, Diakon dan Pujangga Gereja
Warna Liturgi: Putih
Bacaan Injil: Yoh 19:25-34
*************
Bacaan Injil
Yoh 19:25-34
Inilah ibumu.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Waktu Yesus bergantung di salib,
dekat salib itu berdiri ibu Yesus,
dan saudara ibu Yesus, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.
Ketika Yesus melihat ibu-Nya
dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya,
berkatalah Ia kepada ibu-Nya, “Ibu, inilah anakmu!”
Kemudian kata-Nya kepada murid-Nya, “Inilah ibumu!”
Dan sejak sat itu
murid itu menerima ibu Yesus di dalam rumahnya.
Sesudah itu,
karena tahu bahwa segala sesuatu telah selesai,
berkatalah Yesus,
— supaya genapah yang ada tertulis dalam Kitab Suci —
“Aku haus!”
Di situ ada suatu wadah penuh anggur asam.
Maka mereka mencelupkan bunga karang dalam anggur asam itu,
mencucukkannya pada sebatang hisop,
lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.
Sesudah meminum anggur asam itu,
berkatalah Yesus, “Sudah selesai!”
Lalu Yesus menundukkan kepala dan menyerahkan nyawa-Nya.
Karena hari itu hari persiapan,
dan supaya pada hari Sabat
mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung
pada kayu salib — sebab Sabat itu adalah hari yang besar —
maka datanglah para pemuka Yahudi kepada Pilatus
dan meminta kepadanya
supaya kaki orang-orang itu dipatahkan,
dan jenazah-jenazahnya diturunkan.
Lalu datanglah prajurit-prajurit
dan mematahkan kaki orang yang pertama
dan kaki orang yang lain
yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus.
Tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus
dan melihat bahwa Ia telah mati,
mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
tetapi seorang dari antara prajurit itu
menikam lambung-Nya dengan tombak,
dan segera mengalir keluar darah dan air.
Demikianlah sabda Tuhan.
**************
INILAH ANAKMU! INILAH IBUMU!
(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)
Yesus disalibkan
“Dan dekat salib Yesus (bergantung), BERDIRI IBUNYA dan saudara ibuNya, Maria, isteri Kleopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibuNya dan murid yang dikasihiNya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibuNya: ‘IBU, INILAH ANAKMU!’ Kemudian kataNya kepada muridNya (kepada saya, anda juga), “INILAH IBUMU!’ Dan sejak saat itu murid itu (saya,anda juga) MENERIMA DIA (Maria) di dalam rumahnya (rumah saya, anda)” (Yoh. 19:25-27).
Pada peristiwa penyaliban Tuhan Yesus, Maria ada di kaki salib Tuhan Yesus dan Yohanes hadir juga di kaki salib Tuhan Yesus tetapi posisinya DI SAMPING Maria. Maria dan Yohanes (murid yang dikasihiNya, saya, anda juga) “menderita” karena penyaliban Tuhan Yesus. Tuhan Yesus yang lebih menderita dari mereka (saya,anda) tetap memberikan peneguhan dari atas salib agar Maria dan murid yang dikasihi (saya,anda sekalian) hidup bersama, hidup bersatu untuk saling meneguhkan dan menguatkan. Tuhan Yesus sudah menyerahkan Maria BundaNya menjadi Ibu Yohanes, Ibu saya, anda semua, ibu Umat Allah, Ibu Gereja dan telah menyerahkan Yohanes (saya,anda semua) kepada Maria sebagai anaknya.
Hari ini Gereja Katolik merayakan Pesta Santa Perawan Maria, Bunda para rasul, Bunda Gereja, Bunda Umat Allah, Bunda saya, anda sekalian. Pesta ini mau mengajak saya, anda sekalian untuk selalu hidup bersama dan bersatu dengan Bunda Maria dalam menghadapi berbagai peristiwa “penyaliban” dalam hidup ini. Saya, anda hendaknya selalu BERDOA bersama Bunda Maria dan memohon bantuan Doa Bunda Maria kepada Tuhan Yesus, agar Tuhan Yesus meneruskan doa2 saya, anda kepada Bapa di surga agar bisa dikabulkan oleh Bapa di surga berkat pengantaraan Yesus Kristus PuteraNya. Saya, anda hendaknya selalu hudup “serumah” dengan Maria dalam kehidupan sehari2.
Selamat Pesta SP Maria Bunda Gereja, Bunda Umat Allah, Bunda saya, anda. St. Maria Bunda Gereja, doakanlah kami!
Semoga, dengan PERTOLONGAN DOA Bunda Maria dan St. Yosef, Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati saya, anda sekalian yang menerima Bunda Maria dalam rumah hati, hidup, karya saya, anda. Amin