Selasa, 20 Mei 2025
Sabda Kehidupan
Selasa 20 Mei 2025
Hari Kebangkitan Nasional
Yohanes 14:27 (Yoh 14:27-31a)
”Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”
Damai Sejahtera Dalam Yesus
Dunia hanya mampu memberikan damai yang semu dan sesaat saja. Hati kita akan terus dihantui dengan pelbagai macam kecemasan karena tak ada satupun yang dapat menjamin bahwa tak akan ada perselisihan dan perang, bencana dan malapetaka, sakit penyakit dan berbagai kesulitan serta persoalan hidup.
Kita selalu cemas dan takut menghadapi pertanyaan yang kita ajukan untuk diri sendiri, “bagaimana … kalau.”
Bagaimana kalau saya sakit, bagaimana kalau saya gagal, bagaimana kalau saya tidak berhasil, bagaimana kalau saya kehilangan pekerjaan? Bagaimana kalau saya kehilangan pasangan saya, atau orangtua, atau anak saya? Yang paling mengerikan bila kita bertanya: bagaimana kalau saya mati?
Yesus datang membawa damai sejahtera, oleh ajakanNya yang penuh kasih: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.” (Mat 11:28-29).
Yesus pernah berkata, “Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.” (Mat 6:25)
”Tinggallah dalam Aku dan Aku dan Aku di dalam kamu.” (Yoh 15:4). Dan hari ini Yesus berjanji, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan dunia. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”
Mari datang pada Yesus dan tinggal bersamaNya, bersandar padaNya dan selalu bersatu denganNya. Rasakanlah damai di hati oleh rangkulan kasih Yesus.
”Ya Yesus, Engkaulah jalan, kebenaran dan hidup kami. PadaMu kami percaya dan berserah.”
Selamat Hari Kebangkitan Nasional. Mari bangkit bersama Yesus. Damailah di hati, damailah Indonesia!❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 20 Mei 2025
Selasa Paskah V
PF S. Bernardinus dari Siena, Imam
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Luk 24:46.26
Bacaan Injil: Yoh 14:27-31a
**************
Bait Pengantar Injil
Luk 24:46.26
Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya.
Bacaan Injil
Yoh 14:27-31a
Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Dalam amanat perpisahan-Nya
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu.
Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu,
dan apa yang Kuberikan
tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu.
Janganlah gelisah dan gentar hatimu!
Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu:
Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu.
Sekiranya kamu mengasihi Aku,
kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku,
sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.
Sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu
sebelum hal itu terjadi,
supaya apabila hal itu terjadi, kamu percaya.
Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu,
sebab penguasa dunia ini datang,
namun ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku.
Tetapi dunia harus tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa,
dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu
seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku.”
Demikianlah sabda Tuhan.
***************
DAMAI SEJAHTERA KUTINGGALKAN BAGIMU, DAMAI SEJAHTERAKU KUBERIKAN KEPADAMU”
(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)
Yesus menjanjikan Penghibur
Itulah kata2 Yesus dlm amanat perpisahanNya kp para muridNya. Itulah juga kata2 Yesus menjelang saya, anda menyantap Tubuh dan darahNya dalam menerima Sakramen Ekaristi. Damai dirasakan sesudah suatu permusuhan berakhir; sesudah dosa dan salah dihapuskan atau diampuni. Hal ini terjadi ketika saya, anda yg terlibat dalam permusuhan itu menyadari bahwa BERMUSUHAN/BERDOSA itu membuat HIDUP saya, anda TIDAK PERNAH AMAN, TENANG, TENTERAM, DAMAI dan BAHAGIA.
Damai yg diberikan Tuhan adalah DAMAI SEJATI. Damai yg berasal dari Allah Bapa, yg tdk pernah didapatkan dari dunia. Damai dari Tuhan menjadikan orang BERSYUKUR dan BERSUKACITA DALAM SEGALA HAL dan KEADAAN, baik dalam SUKA maupun dlm DUKA. Damai dari Tuhan mengikat para rasul (saya, anda) utk BERTAHAN MENGHADAPI SEGALA TANTANGAN DAN COBAAN HIDUP. Damai dari Tuhan (yg menetap dlm hati dan hdp saya, anda) MEMBEBASKAN saya, anda dari RASA TAKUT dalam melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan Allah yg dipercayakan kp saya, anda seberat apa saja pekerjaanNya.
Saya, anda ingin hidup DAMAI, AMAN, TENANG, TENTERAM, PENUH SUKACITA, KEBAHAGIAAN. Dan memang itulah tujuan yg ingin saya, anda capai, rasakan, alami dlm hidup yg sementara ini. Kalau belum mencapai atau mengalami atau merasakan hal itu sampai saat ini di sini, itu berarti saya, anda GAGAL TOTAL dlm MENJALANI, MENGELOLA HIDUP ini. Namun utk sampai ke situ, dibutuhkan PERJUANGAN, PENGORBANAN. Dibutuhkan sikap dan semangat cintakasih. Hidup saling mengasihi. Hidup dalam kasih. Beri yg terbaik dan terindah utk Tuhan, sesama dan diri sendiri dan lingkungan alam ciptaan lainnya. Bukan hidup dlm permusuhan: dg Tuhan, sesama dan diri sendiri (yg membuat gelisah, tdk tenang, tidak damai, tdk bahagia). Maka marilah dg sadar dan rendah hati berjuang utk BERDAMAI DENGAN TUHAN, SESAMA, DAN TERUTAMA DENGAN DIRI SENDIRI dan LINGKUNGAN ALAM CIPTAAN LAINNYA “SAAT INI JUGA DAN DI SINI MEMANG”. Jgn tunda!! Nikmati hdp ini! Pastikan saat ini, detik ini, menit ini, jam ini dan hari ini saya, anda menikmati hidup damai dan bahagia. Menerima Sakramen Ekaristi (Misa) Harian (fakultatif) dan wajib Hari Minggu dan Hari2 Raya yang disamakan dengan Hari Minggu adalah kesempatan emas untuk berdamai dengan Tuhan, sesama dan diri sendiri dan lingkungan alam ciptaan lainnya.
Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati saya, anda sekalian yg hidup Damai dengan Tuhan dan sesama dan diri sendiri dan lingkungan alam ciptaan lainnya. Amin.