Minggu, 27 April 2025
Sabda Kehidupan
Minggu 27 April 2025
Hari Minggu Paskah II
Hari Minggu Kerahiman Ilahi
Yohanes 20:29 (Yoh 20:19-31)
Kata Yesus kepada Tomas: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”
Percaya Akan Kerahiman Allah
Kita sering menertawakan Tomas yang tidak mau percaya sebelum melihat bukti. Padahal Tomas mewakili kita semua yang tidak mudah percaya begitu saja. Yesus tak menyalahkan Tomas. Yesus tahu karakter Tomas. Yesus juga tahu karakter kita yang selalu mengandalkan penglihatan dan bukti.
Yesus yang pernah menjadi manusia paham benar apa artinya “dari mata turun ke hati.” Karena itu Yesus hadir lagi dan menjawab kerinduan hati Tomas. Sekalipun terlambat akhirnya dengan penuh iman dan kerendahan hati Tomas percaya dan mengakui, katanya, “Ya Tuhanku dan Allahku.” (Yoh 20:28).
Sungguh indah ungkapan iman Tomas ini. Tak ada kata terlambat untuk percaya, karena iman itu bukan upaya kita, tapi semata anugerah kerahiman Allah.
Yesus mengajak Tomas dan kita semua bahwa dalam hal iman kita tidak perlu lagi mengandalkan penglihatan. Percayalah sekalipun tidak melihat. Amin-kan kerahiman Allah yang nyata dalam diri Yesus. Tanpa diundang-pun, Yesus akan datang menemani kita dengan segala kepenuhan kerahiman ilahi yang mengalir tak henti dari hatiNya.
Bahasa Indonesia dengan indah menggambarkan Allah yang berbelaskasih sebagai Allah yang Maha-rahim. Rahim adalah kandungan ibu, tempat yang digambarkan sebagai surga di dunia ini. Tempat terbaik di dunia di mana si bayi menerima semua yang ia perlukan secara cuma-cuma dari si ibu. Tempat yang begitu damai dan bahagia. Terjaga, terlindungi, terlingkupi kasih ibu. Itulah kasih Allah Bapa sekaligus Ibu kita. Semua bahasa cinta Allah ada dalam “rahim”.
Allah yang menyediakan, merawat, memelihara, menjaga, melindungi, menghidupkan, dan tentu saja mencintai kita! Dengan gambaran “kerahiman” ini, tak perlu kita melihat, tapi percayalah dengan penuh iman, demikian besarnya kasih Allah bagi kita oleh pengorbanan Yesus melalui salib dan kebangkitanNya.
”Ya Yesus, aku percaya padaMu. Engkaulah andalanku. Aleluia, Amin.”
Selamat Hari Minggu Kerahiman Ilahi.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 27 Apr 2025
Minggu Paskah II
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Yoh 20:29
Bacaan Injil: Yoh 20:19-31
******”******
Bait Pengantar Injil
Yoh 20:29
Karena telah melihat Aku, Tomas, maka engkau percaya.
Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya.
Bacaan Injil
Yoh 20:19-31
Delapan hari kemudian Yesus datang.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Setelah Yesus wafat di salib,
pada malam pertama sesudah hari Sabat,
berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat
dengan pintu-pintu yang terkunci
karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi.
Pada waktu itu datanglah Yesus,
berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata,
“Damai sejahtera bagi kamu!”
Sesudah berkata demikian,
Yesus menunjukkan tangan dan lambung-Nya kepada mereka.
Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.
Maka kata Yesus sekali lagi,
“Damai sejahtera bagi kamu!
Sama seperti Bapa mengutus Aku,
demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.”
Dan sesudah berkata demikian,
Yesus mengembusi mereka dan berkata,
“Terimalah Roh Kudus.
Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni,
dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada,
dosanya tetap ada.”
Pada waktu Yesus datang itu,
Tomas, seorang dari kedua belas murid,
yang disebut Didimus,
tidak ada bersama-sama mereka.
Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya,
“Kami telah melihat Tuhan!”
Tetapi Tomas berkata kepada mereka,
“Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya,
dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu,
dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya,
sekali-kali aku tidak akan percaya.”
Delapan hari kemudian
murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu,
dan Tomas pun bersama-sama dengan mereka.
Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang.
Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata,
“Damai sejahtera bagi kamu!”
Kemudian Yesus berkata kepada Tomas,
“Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku,
ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku,
dan jangan engkau tidak percaya lagi,
melainkan percayalah.”
Tomas menjawab kepada-Nya, “Ya Tuhanku dan Allahku!”
Kata Yesus kepadanya,
“Karena telah melihat Aku, maka engkau percaya.
Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”
Memang masih banyak tanda lain
yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya,
yang tidak tercatat dalam kitab ini.
Tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat,
supaya kamu percaya bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah,
dan supaya oleh imanmu kamu memperoleh hidup dalam nama-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan.
**************
ℍ
”Datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” (Yoh 20: 19)
“Yesus, Engkau andalanku.” Pada Minggu Paskah Kedua ini – Minggu Kerahiman Ilahi – Gereja menempatkan di hadapan kita inti dari Injil: kerahiman Allah yang menjadi manusia di dalam Kristus yang Bangkit. Bukanlah suatu kebetulan bahwa tahun ini, kita menandai perayaan ini dengan hati yang berat karena kita berduka atas meninggalnya Paus Fransiskus, seorang gembala yang seluruh masa kepausannya ditandai dengan pewartaannya yang tak kenal lelah akan belas kasih Allah.
Injil menghantar kita ke Ruang Atas di mana para murid, yang diliputi ketakutan dan kegagalan, bertemu bukan untuk dicela dan dihakimi tetapi dengan damai. Yesus hadir di tengah-tengah mereka, menanggung luka-luka sengsara-Nya. Dia tidak menyembunyikannya. Ia tidak memarahi mereka. Sebaliknya, Dia menghembuskan Roh Kudus atas mereka, memberdayakan mereka untuk mengampuni. Luka-luka-Nya menjadi mata air belas kasihan.
Perjumpaan ini menggemakan tema sentral yang dikhotbahkan Paus Fransiskus selama masa pelayanannya: “Nama Allah adalah Belas Kasih.” Dalam bukunya yang berjudul sama pada tahun 2016, ia menulis, “Kerahiman Allah bukanlah ide abstrak, tetapi sebuah realitas konkret yang dengannya Dia mengungkapkan kasih-Nya seperti kasih seorang ayah atau ibu, yang tergerak hingga ke lubuk hati yang paling dalam karena cinta kepada anaknya.”
Paus Fransiskus sering mengingatkan kita bahwa Gereja harus menjadi “rumah sakit lapangan setelah pertempuran,” tempat bukan untuk yang sempurna, tetapi untuk yang terluka. Dalam surat apostoliknya, Misericordia et Misera, ia menulis: “Belas kasih adalah tindakan nyata dari cinta yang, dengan mengampuni, mengubah dan mengubah hidup kita.” Visi ini telah membentuk ulang pengalaman banyak orang saat ini – bukan sebagai benteng, tetapi sebagai rumah penyembuhan.
Bahkan dalam kematiannya, Paus Fransiskus memberikan kesaksian terakhir tentang belas kasih. Beliau wafat pada hari Senin Paskah, setelah merayakan Misteri Paskah untuk terakhir kalinya, meninggalkan kita dengan kata-kata perdamaian, persaudaraan, dan persekutuan. Sama seperti Yesus yang menghembuskan kedamaian kepada para murid-Nya yang ketakutan, Paus Fransiskus menghabiskan hidupnya untuk menghembuskan harapan ke dalam dunia yang retak.
Hari ini, Kristus yang Bangkit datang dan hadir kembali di tengah-tengah Gereja-Nya – terluka, ya, tetapi hidup. Dia mengundang kita untuk percaya, bukan terlepas dari luka-luka kita, tetapi melalui luka-luka itu. Dia memanggil kita, seperti Fransiskus, untuk menjadi pembawa belas kasih di dunia yang sangat membutuhkan belas kasih.
Marilah kita berdoa dengan hati yang terbuka terhadap rahmat: Yesus, Engkau Andalanku!
Semoga ini bukan hanya doa kita hari ini, tetapi juga menjadi misi kita setiap hari, terinspirasi oleh Injil dan kenangan akan seorang Paus yang benar-benar menghidupinya.
Selamat Hari Minggu kerahiman Ilahi. ⒿⓁⓊ! ❤️
RP Joni Astanto MSC