Kamis, 24 April 2025
Sabda Kehidupan
Kamis 24 April 2025
Lukas 24:47-48 (Luk 35-48)
”Dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini.”
Kisah Para Rasul Adalah Kisah Kita Sekarang
Dalam Injil hari ini dikisahkan mengenai Yesus yang menampakkan diri kepada semua muridNya. Perjumpaan para murid dengan Yesus yang bangkit telah mengubah semua duka dan kekecewaan mereka menjadi sukacita karena Yesus hadir bersama mereka lagi.
Yesus tidak datang untuk menghukum mereka karena sikap pengecut yang mereka tunjukkan ketika Yesus ditangkap dan dihukum mati. Mereka mengalami pengampunan dan diberi hidup baru dan semangat baru untuk menjadi saksi kasih Allah yang tak terhingga oleh cinta dan pengorbanan Kristus.
Pengampunan dan belas kasih Allah jauh melampaui dosa manusia. Yesus menghendaki agar berita tentang pertobatan dan pengampunan dalam namaNya, disampaikan ke segala bangsa, sepanjang masa.
Mari menjadi saksi sukacita hidup baru bersama Kristus oleh pengampunanNya yang tak terbatas. Kisahkanlah terus cinta Kristus kepada dunia karena kita sendiri telah menyaksikan dan mengalaminya.
Ingatlah bahwa kitab Kisah Para Rasul sesungguhnya belum berakhir pada Bab 28. Masih ada Bab 29 dan seterusnya. Itulah kesaksian orang percaya pada Kristus yang tak pernah berhenti hingga kapanpun.
Ceritakanlah pada dunia di jaman now betapa baiknya Tuhan. Yesus mencintai dan mengampuni kita bila kita bertobat. PadaNya kita percaya dan berharap, tak pernah kita dikecewakan.
Selamat hari baru, kesempatan baru untuk bersaksi. Yesus menyertai kita.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 24 Apr 2025
Kamis Oktaf Paskah
(Ditiadakan) PF S. Fidelis dari Sigmaringen, Imam dan Martir
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Mzm 118:24
Bacaan Injil: Luk 24:35-48
**************
Bait Pengantar Injil
Mzm 118:24
Inilah hari yang dijadikan Tuhan,
marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.
Bacaan Injil
Luk 24:35-48
Mesias harus menderita
dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Dua murid yang dalam perjalanan ke Emaus,
ditemui oleh Yesus yang bangkit,
segera kembali ke Yerusalem.
Mereka menceriterakan kepada saudara-saudara
apa yang terjadi di tengah jalan,
dan bagaimana mereka mengenal Yesus
pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.
Sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu,
Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata,
“Damai sejahtera bagi kamu!”
Mereka terkejut dan takut,
karena menyangka bahwa mereka melihat hantu.
Akan tetapi Ia berkata kepada mereka,
“Mengapa kamu terkejut,
dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hatimu?
Lihatlah tangan dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini!
Rabalah Aku dan lihatlah,
karena hantu kan tidak ada daging dan tulangnya,
seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.”
Sambil berkata demikian
Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.
Dan ketika mereka belum juga percaya
karena girang dan masih heran,
berkatalah Yesus kepada mereka,
“Adakah padamu makanan di sini?”
Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.
Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.
Yesus berkata kepada mereka,
“Inilah perkataan yang telah Kukatakan kepadamu
ketika Aku masih bersama-sama kamu,
yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku
dalam kitab Taurat Musa, kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.”
Lalu Yesus membuka pikiran mereka,
sehingga mereka mengerti Kitab Suci.
Kata-Nya kepada mereka, “Ada tertulis demikian:
Mesias harus menderita
dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga.
Dan lagi: dalam nama-Nya
berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa
harus disampaikan kepada segala bangsa,
mulai dari Yerusalem.
Kamu adalah saksi dari semuanya ini.
Demikianlah sabda Tuhan.
*************
ℍ
“Kamu adalah saksi dari semuanya ini.” [Luk 24: 48]
Dalam liturgi hari ini, kata “saksi” muncul dua kali: pertama, dalam pernyataan Petrus yang berani setelah menyembuhkan orang lumpuh, yang menyatakan, “Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi,” (Kisah Para Rasul 3:15). Kedua kalinya, Yesus sendiri menugaskan murid-murid-Nya, dengan berkata, “Kamu adalah saksi dari semuanya itu” (Luk. 24:48). Para Rasul, setelah berjumpa dengan Tuhan yang telah bangkit, tidak dapat tinggal diam. Mereka membagikan pengalaman mereka sehingga kebenaran tentang Kebangkitan Kristus dapat menjangkau semua orang.
Misi ini tidak berakhir dengan mereka. Sebagai orang Kristen yang telah dibaptis, kita semua dipanggil untuk menjadi saksi-saksi Kristus yang hidup. Tetapi apakah yang dimaksud dengan menjadi seorang saksi? Seorang saksi melihat, mengingat, dan menceritakan. Melihat bukan berarti hanya melihat dengan mata jasmani, tetapi mengenali kebenaran yang mendalam tentang kehadiran Kristus. Mengingat berarti membiarkan pengalaman iman membentuk hati dan pikiran kita. Dan menceritakan bukan hanya menceritakan kembali sebuah peristiwa tetapi menyatakan, dengan keyakinan dan sukacita, bagaimana Yesus telah mengubah hidup kita. Seorang saksi yang sejati tidak berbicara dengan sikap acuh tak acuh, tetapi dengan hati yang telah diubahkan oleh kasih Kristus.
Iman kita bukanlah seperangkat aturan atau teori-teori abstrak; iman kita adalah sebuah hubungan pribadi dengan Yesus, Tuhan yang telah bangkit. Kita mengenal-Nya melalui Injil-Nya, Kitab Suci, Sakramen-sakramen, dan kehidupan Gereja. Melalui rahmat Pembaptisan, santapan Ekaristi, dan pembaharuan hati kita dalam pengakuan dosa, kita diperlengkapi untuk membagikan kasih-Nya.
Ketika kita hanya berfokus pada diri kita sendiri atau menutup mata terhadap pergumulan orang lain, kita kehilangan kesempatan untuk menunjukkan kepada dunia tentang iman kita kepada Kristus dan nilai-nilai pemuridan. Namun, dengan menjalani hidup yang penuh dengan sukacita, keberanian, belas kasihan, dan kedamaian, kita dapat menyinari dunia dengan kasih Kristus yang luar biasa. Mari kita memohon kepada Maria, Bunda kita, untuk membimbing dan mendukung kita, sehingga kita dapat dengan penuh sukacita membagikan berkat-berkat Tuhan yang telah Bangkit kepada setiap orang yang kita jumpai.
Tuhan Yesus, bukalah pikiran kami untuk memahami Kitab Suci sehingga kami dapat sepenuhnya memahami kebenaran firman-Mu. Urapilah kami dengan kuasa-Mu dan berilah kami sukacita dan keberanian untuk memberitakan Injil dalam perkataan dan perbuatan. Amin.
Selamat beraktivitas hari ini. Selamat bersaksi. ⒿⓁⓊ! ❤️
RP Joni Astanto MSC