Rabu, 23 April 2025
Sabda Kehidupan
Rabu 23 April 2025
Lukas 24:15-16 (Luk 24:13-35)
Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.
Jangan Biarkan Persoalan Hidup Menutup Mata Kita Akan Kehadiran Yesus
Sesudah Yesus disalibkan, dua murid dari Emaus pulang kampung dengan sedih dan kecewa. Pahlawan dan junjungan mereka mati secara terhina di kayu salib. Semua impian dan harapan mereka sirna. Mereka memandang ke belakang dengan penuh penyesalan akan semua yang terjadi. Tak ada harapan ke depan karena Yesus tidak ada lagi. Begitu dalam kekecewaan mereka karena persoalan hidup yang mereka hadapi, hingga mereka tak mengenali kehadiran Yesus yang telah menemani mereka berjalan bersama.
Prihatin dengan keputusasaan mereka, Yesus pun memberi mereka perspektif baru dengan menggali isi Kitab Suci. Tentang semua nubuatan para nabi mengenai Mesias, Hamba Yahwe yang harus menderita untuk menyelamatkan seluruh umat manusia.
Hati merekapun berkobar-kobar lagi, semangat mereka pulih kembali. Saat Yesus mengadakan Ekaristi, mata mereka tiba-tiba terbuka. Itu Yesus! Yesus bangkit dan hadir bersama mereka!
Semoga kisah dua rasul Emaus mengingatkan kita hal yang sama yang kita alami. Persoalan dan kesulitan hidup yang berat seakan menutup mata kita terhadap kehadiran Yesus dan campur tangan Tuhan dalam kehidupan kita.
Sengsara dan derita, duka nestapa, sakit penyakit sering kita lihat sebagai hukuman yang menjauhkan kita dari Tuhan. Betapa sulit melihat Tuhan ketika kita lagi kecewa dan putus asa.
Paskah Kristus mengingatkan kita bahwa Yesus bangkit untuk memulihkan keyakinan kita akan kasih Allah yang tak pernah berkesudahan.
Gairahkan hidup, carilah selalu wajah Yesus dalam setiap perjumpaan kita, kenalilah wajahNya di setiap wajah yang kita jumpai. Kenalilah kehadiranNya yang kudus dan nyata dalam Ekaristi, dalam ibadah syukur, di saat dua tiga orang berkumpul dalam namaNya, di saat kita berdoa di hadiratNya. Kita tak pernah ditinggalkan sendirian.
Tetaplah optimis, gembira, penuh harapan, Tuhan Yesus menemani kita.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 23 Apr 2025
Rabu Oktaf Paskah
(Ditiadakan) PF S. Georgius, Martir
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Mzm 118:24
Bacaan Injil: Luk 24:13-35
*************
Bait Pengantar Injil
Mzm 118:24
Inilah hari yang dijadikan Tuhan,
marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.
Bacaan Injil
Luk 24:13-35
Mereka mengenali Yesus pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Pada hari Sabat sesudah Yesus dimakamkan,
dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung
bernama Emaus,
yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem,
dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu
yang telah terjadi.
Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran,
datanglah Yesus sendiri mendekati mereka,
lalu berjalan bersama-sama dengan mereka.
Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka,
sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.
Yesus berkata kepada mereka,
“Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?”
Maka berhentilah mereka dengan muka muram.
Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya,
“Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem,
yang tidak tahu apa yang terjadi di situ
pada hari-hari belakangan ini?”
Kata-Nya kepada mereka, “Apakah itu?”
Jawab mereka, “Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret!
Dia adalah seorang nabi,
yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan
di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.
Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami
telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati
dan mereka telah menyalibkan-Nya.
Padahal kami dahulu mengharapkan,
bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel.
Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari,
sejak semuanya itu terjadi.
Dan beberapa perempuan dari kalangan kami
telah mengejutkan kami:
Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur,
dan tidak menemukan mayat-Nya.
Lalu mereka datang dengan berita,
bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat,
yang mengatakan bahwa Yesus hidup.
Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati,
bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu,
tetapi Yesus sendiri tidak mereka lihat.”
Lalu Ia berkata kepada mereka,
“Hai kamu orang bodoh,
betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya
akan segala sesuatu yang telah dikatakan para nabi!
Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu
untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?”
Lalu Ia menjelaskan kepada mereka
apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci,
mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.
Sementara itu mereka mendekati kampung yang mereka tuju.
Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya.
Tetapi mereka mendesak-Nya dengan sangat,
“Tinggallah bersama-sama dengan kami,
sebab hari telah menjelang malam
dan matahari hampir terbenam.”
Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka.
Waktu duduk makan dengan mereka,
Ia mengambil roti, mengucap berkat,
lalu memecah-mecahkannya dan
memberikannya kepada mereka.
Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia,
tetapi Yesus lenyap dari tengah-tengah mereka.
Kata mereka seorang kepada yang lain,
“Bukankah hati kita berkobar-kobar,
ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan
dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?”
Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem.
Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu.
Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka.
Kata mereka kepada kedua murid itu,
“Sungguh, Tuhan telah bangkit,
dan telah menampakkan diri kepada Simon.”
Lalu kedua orang itu pun menceriterakan
apa yang terjadi di tengah jalan,
dan bagaimana mereka mengenal Yesus
pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.
Demikianlah sabda Tuhan.
*************
ℍ
“Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: “Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam,” (Luk 24: 29).
Kisah perjalanan kedua murid pulang ke Emmaus ini amat menarik. Para murid telah putus asa, frustrasi, tak ada harapan. Hidup terasa berat, kelabu. Mereka berada pada titik terendah dari hidup mereka. Lalu mereka berjumpa dengan Yesus dan Ia membuka hati mereka. Ia menjelaskan Kitab Suci kepada mereka dan membuat hati mereka berkobar-kobar. Ketika senja telah tiba dan matahari hampir terbenam, mereka merasakan suatu ikatan kuat dengan “orang asing” itu. Beban dalam hati mereka terasa lebih ringan dan mereka merasa dipenuhi dengan harapan baru.
Saat mengenangkan kehadiran Yesus yang bangkit dalam Oktaf Paskah ini, kita dapat juga “mendesak-Nya” untuk tinggal bersama dengan kita. Ini dapat menjadi saat yang baik untuk merenungkan saat-saat kita membutuhkan kasih, tuntunan, dan kekuatan dari-Nya.
Adakah saat-saat hidup kita di mana kita berusaha berjalan sendiri? Adakah keputusan-keputusan, pilihan-pilihan dalam hidup di mana mengundang Yesus bersama dengan kita membantu kita menemukan arah yang kita cari? Saat kita bangun pagi hari, apakah kita dengan sadar meminta-Nya untuk bersama-sama dengan kita? Apakah kita mengundangnya untuk bersama-sama dengan kita sepanjang hari? Sebelum kita tidur setiap malam, apakah kita berdoa: “Tinggalah bersama-sama dengan kami malam ini,”?
Saat kita mengundang-Nya untuk “bersama-sama dengan kami” kita diingatkan, betapa dekat Yesus yang bangkit dengan kita. Kita diteguhkan betapa kita membutuhkan kehadiran-Nya dalam hidup kita.
Setiap kali anda membutuhkan-Nya, Ia tak pernah jauh. Anda hanya perlu mengundang-Nya untuk bersama-sama dengan anda!
Tuhan Yesus Kristus, bukalah mata hatiku untuk mengenali kehadiran-Mu bersamaku dan untuk memahami kebenaran firman-Mu yang menyelamatkan. Peliharalah aku dengan firman-Mu yang memberi hidup dan dengan roti kehidupan.
Selamat pagi. Selamat beraktivitas. Yesus bersama kita selalu. ⒿⓁⓊ! ❤️
https://heypasjon.com/mane-nobiscum-domine/
RP Joni Astanto MSC