Selasa, 15 April 2025
Sabda Kehidupan
Selasa 15 April 2025
Yohanes 13:31-32 (Yoh 13:21-33, 36-38)
Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: “Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia. Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera.”
Kemuliaan Di Balik Sengsara
Kita sudah memasuki pekan sengsara Yesus. Salah satu hal yang menyengsarakan Yesus adalah pengkhiatan Yudas. Betapa menyakitkan dikhianati teman sendiri yang begitu dekat. Lebih parah lagi Yudas menjual persahabatannya dengan Yesus hanya untuk mendapatkan 30 keping perak.
Sesungguhnya Yesus bisa saja menahan Yudas agar tidak mengikuti dorongan Iblis yang telah menguasai pikirannya. Namun Yesus lebih taat pada kehendak BapaNya daripada mengikuti keinginanNya sendiri. Umat manusia harus ditebus dan diselamatkan dari akar dosa dan caranya tidak lain adalah dengan masuk ke sarang Iblis, itulah kengerian kematian yakni Neraka.
Apa yang paling menyengsarakan dan menyakitkan dijalani oleh Yesus sebagai ungkapan cintaNya yang tak terhingga bagi kita. Itulah jalan kemuliaan yang dijalani Yesus agar kita semua diselamatkan dan ambil bagian dalam kemuliaan kebangkitanNya.
Kiranya kitapun diberanikan untuk menghadapi segala konsekwensi cinta tanpa syarat. Kita bukan pecundang yang takut ditolak dan mencari senang atau menang sendiri, atau menyerah menghadapi pengkhianatan, tapi bersama Yesus kita menjadi pemenang yang gagah berani, menjalani semuanya itu dengan penuh iman dan cinta.
Bila khianat, penolakan, luka dan sengsara harus kita jalani untuk perjuangan yang luhur dan mulia, kita mohon agar Yesus menenami kita untuk bertahan dan setia. Di balik semuanya itu ada kemuliaan kemenangan Paskah, kita bangkit bersama Yesus.
Mari terus berjuang, jangan menyerah, Yesus beserta kita.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 15 Apr 2025
Selasa Pekan Suci
Warna Liturgi: Ungu
Bacaan Injil: Yoh 13:21-33.36-38
*************
Bacaan Injil
Yoh 13:21-33.36-38
Salah seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku…
Sebelum ayam jantan berkokok, engkau akan menyangkal Aku tiga kali.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Di dalam perjamuan Paskah dengan murid-murid-Nya
Yesus sangat terharu, lalu bersaksi,
“Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.”
Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain;
mereka bertanya-tanya siapa yang dimaksudkan-Nya.
Seorang di antara murid-murid Yesus,
yaitu murid yang dikasihi-Nya,
bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.
Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata,
“Tanyakanlah siapa yang dimaksudkan-Nya!”
Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling
dan berkata kepada Yesus,
“Tuhan, siapakah itu?”
Jawab Yesus, “Dia adalah orang,
yang kepadanya Aku akan memberikan roti,
sesudah Aku mencelupkannya.
“Sesudah berkata demikian, Yesus mengambil roti,
mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas,
anak Simon Iskariot.
Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis.
Maka Yesus berkata kepadanya,
“Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.”
Tetapi tidak ada seorang pun
dari antara mereka yang duduk makan itu
mengerti apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas.
Karena Yudas memegang kas, ada yang menyangka
bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa
yang perlu untuk perayaan itu,
atau memberi apa-apa kepada orang miskin.
Yudas menerima roti itu lalu segera pergi.
Pada waktu itu hari sudah malam.
Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus,
“Sekarang Anak Manusia dipermuliakan,
dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.
Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia,
Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya,
dan akan mempermuliakan Dia dengan segera.
Hai anak-anak-Ku,
tinggal sedikit waktu saja Aku bersama kamu.
Kamu akan mencari Aku,
dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi
‘Ke tempat Aku pergi tidak mungkin kamu datang’
demikian pula Aku mengatakannya sekarang kepada kamu.
Simon Petrus berkata kepada Yesus,
“Tuhan, ke manakah Engkau pergi?”
Jawab Yesus,
“Ke tempat Aku pergi,
engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang,
tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku.”
Kata Petrus kepada-Nya,
“Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang?
Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!”
Sahut Yesus, “Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku?
Sesungguhnya Aku berkata kepadamu:
Sebelum ayam berkokok,
engkau akan menyangkal Aku tiga kali.”
Demikianlah sabda Tuhan.
**************
ℍ
”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.”…. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali,” (Yoh 13: 21, 28).
Setiap jiwa mengalami saat-saat kegelapan rohani – malam yang gelap seorang berdosa. Namun, di tengah-tengah pergumulan kita, Yesus berdiri dengan tangan terbuka, siap memeluk kita. Kegelapan ini bersifat sementara, suatu masa pencobaan yang harus dilalui oleh semua orang. Bahkan Petrus, yang dikasihi Kristus, tersandung dalam imannya, namun ia menemukan penebusan melalui belas kasihan Tuhan. Namun, malam yang penuh dengan kejahatan – seperti yang dialami oleh Yudas – berbeda. Itu adalah malam gelap di mana hati tertutup bagi Tuhan, sebuah penolakan akhir terhadap kasih karunia.
Ketika kita jatuh ke dalam dosa, kita mungkin merasa tersesat, dicengkam ketidakpastian, atau merasa tidak layak. Tetapi belas kasih Kristus lebih besar daripada kegagalan kita. Dalam pengenalan akan dosa dan pengakuan yang rendah hati, kita berjumpa dengan Kristus yang tersalib, yang mengampuni dan memperbaharui kita. Paulus menemukan kemuliaannya bukan karena kebenarannya, tetapi karena kasih Kristus yang menebusnya. Seperti Petrus, yang menyangkal Yesus, kita juga mengalami saat-saat kelemahan. Namun, sama seperti Kristus memandang Petrus dengan kelembutan, Dia memandang kita dengan kasih, menawarkan kepada kita manisnya pengampunan-Nya.
Jangan mengkhianati cinta. Seperti Yudas, terkadang kita menjalani kehidupan ganda, mengaku cinta namun berkhianat. Kita harus berjuang untuk kejujuran dan integritas, mengatakan kebenaran ketimbang menabur perselisihan.
Dalam kegelapan, percayalah kepada Tuhan. Hidup membawa saat-saat kebingungan dan ketidakpastian, di mana kita berjuang untuk membedakan mana yang benar. Pada saat-saat seperti ini, marilah kita berpegang teguh pada Kristus, cahaya penuntun kita.
Jangan menyangkal Dia. Seperti Petrus mungkin kita merasa dekat dengan Tuhan, tetapi kita dapat goyah dalam pencobaan. Marilah kita tetap teguh dalam iman, percaya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita.
Semoga Pekan Suci ini menjadi waktu pembaharuan, yang menuntun kita dari kegelapan ke dalam terang belas kasih Kristus.
Tuhan, saat kami jatuh, tegakkan kami lagi. Amin.
Selamat beraktivitas. Semoga kita selalu setia. ⒿⓁⓊ! ❤️
RP Joni Astanto MSC