Senin, 14 April 2025
Sabda Kehidupan
Senin 14 April 2025
Yohanes 12:3 (Yoh 12:1-11)
Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
Yang Terbaik Selalu Untuk Yesus
Begitu dalam kasih dan perhatian Maria bagi Yesus sehingga apapun yang terbaik ia berikan untuk Yesus. Maria sungguh mengerti isi hati Yesus karena ia begitu dekat dengan Yesus. Maria ini adalah saudari Lazarus dan Marta, keluarga kecil di Betani yang sangat dekat dengan Yesus. Dalam Injil Lukas (10:39), diceritakan bahwa Maria “duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya.”
Kali ini, oleh Yohanes diceritakan bahwa Maria meminyaki Yesus dengan minyak narwastu murni yang mahal harganya dan menyekanya dengan rambutnya. Minyak wangi sungguh sangat berarti bagi seorang wanita, dan tak terpisahkan dari hidupnya. Begitu juga rambut adalah mahkota seorang wanita. Mengurapi dengan minyak wangi dan menyeka dengan rambut adalah ungkapan simbolis kasih yang begitu dalam, yang tak berhitung apa yang ingin diberikan bagi orang tercinta.
Bagaimana dengan kita? Sejauh mana kedekatan kita dengan Yesus? Apakah kita selalu memberi waktu bagi Yesus, duduk diam mendengarkan Dia dengan sepenuh hati? Bila Yesus adalah segalanya bagi Maria, Marta dan Lazarus, bagaimana Yesus bagi kita? Adakah “minyak narwastu” yang dapat kita persembahkan pada Yesus tanpa berhitung berapa harganya?
Kiranya yang terbaik selalu kita bawa pada Yesus, terutama waktu dan hati kita. Selalu ada waktu bagi Tuhan dan ada hati untuk mendengarkanNya. Hari-hari pekan suci ini kita mengenang dan mensyukuri kasih Yesus yang tak terhingga bagi kita. Ia rela mati bagi kita di kayu salib hina untuk menebus kita dari hutang dosa. Ia telah mempersembahkan seluruh hidupNya bagi kita. Apakah persembahan kita bagi kemuliaan Tuhan? Masihkah kita berhitung dengan persembahan yang kita berikan?
Jangan malu menunjukkan kepada dunia betapa kita mencintai Yesus, dan mewartakan betapa Yesus sangat mencintai kita.
Selamat hari Senin. Yang terbaik kita persembahkan bagi Tuhan.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 14 Apr 2025
Senin Pekan Suci
Warna Liturgi: Ungu
Bacaan Injil: Yoh 12:1-11
**************
Bacaan Injil
Yoh 12:1-11
Biarkanlah Dia melakukan hal ini
mengingat hari penguburan-Ku.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania,
tempat tinggal Lazarus
yang Ia bangkitkan dari antara orang mati.
Di situ diadakan perjamuan untuk Dia.
Marta melayani,
dan salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.
Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni
yang mahal harganya,
lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya;
dan bau minyak semerbak memenuhi seluruh rumah.
Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus,
yang akan segera menyerahkan Dia, berkata,
“Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar,
dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?”
Hal itu dikatakannya
bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin,
melainkan karena ia adalah seorang pencuri;
ia sering mengambil uang
yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.
Maka kata Yesus,
“Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.
Karena orang-orang miskin selalu ada padamu,
tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.”
Banyak orang Yahudi mendengar bahwa Yesus ada di Betania.
Maka mereka datang,
bukan hanya karena Yesus,
melainkan juga untuk melihat Lazarus,
yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati.
Lalu imam-imam kepala bermufakat
untuk membunuh Lazarus juga,
sebab karena dialah banyak orang Yahudi meninggalkan mereka
dan percaya kepada Yesus.
Demikianlah sabda Tuhan.
**************
ℍ
“Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?” Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri,” (Yoh 12: 3 – 6)
Ketika kita melangkah memasuki Pekan Suci, kita diundang ke dalam rumah Lazarus, Marta dan Maria. Maria, yang berhadapan dengan kasih Kristus, berdiri di hadapan kita sebagai saksi rasa syukur dan kerendahan hati. Dia tidak tinggal dalam masa lalu tetapi bersukacita atas belas kasihan yang telah diterimanya. Dia melihat dunia melalui lensa pengampunan, dan seperti Maria, kita dipanggil untuk mengenali anugerah belas kasih Allah yang luar biasa.
Minggu ini, kita juga merefleksikan kesabaran Yesus – terutama terhadap Yudas. Mengetahui pengkhianatannya, Yesus tidak mengekspos atau mengutuknya, melainkan menghadapinya dengan kesabaran dan kasih, menantikan Yudas bertobat. Seberapa sering kita menguji kesabaran Tuhan dengan dosa-dosa kita, keraguan kita, dan kegagalan kita? Namun, seperti Bapa dalam perumpamaan tentang anak yang hilang, Allah terus menunggu, dengan tangan terbuka, selalu siap untuk menyambut kita kembali ke rumah. Ketika kita merenungkan misteri kesabaran ilahi ini, hati kita seharusnya menggemakan doa yang sederhana namun dalam: Terima kasih, Tuhan.
Yudas adalah seorang yang dikuasai oleh kekhawatiran materi. Apakah kita terkadang jatuh ke dalam perangkap yang sama, membiarkan kekhawatiran kita tentang keuangan dan harta benda duniawi membayangi iman kita? Apakah kita menghitung dan mengukur segala sesuatu – bahkan pengabdian kita kepada Tuhan – melalui kacamata keuntungan pribadi? Pekan Suci adalah waktu untuk memeriksa diri secara jujur.
Akhirnya, marilah kita mengarahkan hati kita kepada orang-orang miskin. Iman yang sejati harus dinyatakan dalam tindakan. Marilah kita melakukan tindakan kasih yang nyata – memberi makan mereka yang lapar, membantu mereka yang lanjut usia, dan menghibur mereka yang kesepian. Semoga iman kita menjadi hidup melalui cinta kasih. Semoga Pekan Suci ini menjadi waktu yang penuh rahmat.
Tuhan, semoga kami tidak menyia-nyiakan kesabaran-Mu. Kami hendak memeriksa diri dengan jujur dan senantiasa siap kembali kepada-Mu. Amin.
Selamat beraktivitas di awal pekan suci ini. Selami lebih dalam belas kasih dan kesabaran-Nya. ⒿⓁⓊ! ❤️
RP Joni Astanto MSC