Jumat, 11 April 2025
Sabda Kehidupan
Jumat 11 April 2025
Yohanes 10:33 (Yoh 10:31-42)
Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus. Kata Yesus kepada mereka: “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?”
Batu-batu Kebencian
Orang-orang Yahudi ingin melempari Yesus dengan batu, padahal semua yang dilakukan Yesus adalah perbuatan baik untuk menolong orang.
Ia menyembuhkan pelbagai macam penyakit, memberi makan yang lapar, bahkan membangkitkan orang mati. Ia mengangkat martabat mereka yang miskin dan terpinggirkan, membangkitkan semangat orang-orang yang putus asa dan tertindas, mencari anak-anak Allah yang hilang dan tersesat oleh dosa.
Bukannya memberikan apresiasi atas semua karya Yesus yang luhur ini, orang Yahudi malah ingin membunuhNya. Ternyata alasan mereka semata karena Yesus tidak sepaham dengan mereka, ideologi dan teologinya berbeda, apalagi Yesus telah mengganggu kepentingan mereka.
Bukankah dengan alasan yang sama yakni perbedaan ideologi dan teologi, perbedaan warna dan persepsi, interpretasi dan penafsiran, termasuk perbedaan kepentingan, umat beragama, bahkan sesama sebangsa, kawan sekomunitas, seorganisasi, saling bertikai dan saling membenci satu sama lain?
Derita dan sengsara Yesus ingin mengingatkan kita, betapa dosa telah membutakan mata orang hingga tidak mampu melihat kebaikan dalam diri orang lain.
Orang menghakimi bukan karena ingin mencari kebenaran tapi untuk membenarkan diri dan menyalahkan yang lain yang berbeda dengannya, terlepas entah yang dibuat orang itu baik atau tidak.
”Ya Yesus terangilah hati dan pikiran kami, agar mampu melihat dan mengakui apa yang baik dan benar dalam diri orang lain. Semoga kami dapat melihat hadirMu dalam diri sesama. Jauhkan kami dari rasa benci dan iri. Mampukan kami untuk mengampuni sebagaimana Engkau telah mengampuni kami. Amin.”
Selamat hari Jumat. Bersama Yesus, mari menjadi pembawa damai.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 11 Apr 2025
Jumat Prapaskah V
PF S. Stanislaus, Uskup dan Martir
Warna Liturgi: Ungu
Bait Pengantar Injil: Yoh 6:64b.69b
Bacaan Injil: Yoh 10:31-42
************
Bait Pengantar Injil
Yoh 6:64b.69b
Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan.
Engkau mempunyai sabda kehidupan kekal.
Bacaan Injil
Yoh 10:31-42
Orang-orang Yahudi mencoba menangkap Yesus,
tetapi Ia luput dari tangan mereka.
Inilah Injil Suci menurut Yonahes:
Sekali peristiwa
orang-orang Yahudi mau melempari Yesus dengan batu.
Tetapi kata Yesus kepada mereka,
“Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku
Kuperlihatkan kepadamu;
manakah di antaranya
yang menyebabkan kamu mau melempari Aku dengan batu?
Jawab orang-orang Yahudi itu,
“Bukan karena suatu pekerjaan baik
maka kami mau melempari Engkau,
melainkan karena Engkau menghujat Allah,
dan karena Engkau menyamakan diri-Mu dengan Allah,
meskipun Engkau hanya seorang manusia.”
Kata Yesus kepada mereka,
“Tidakkah ada tertulis dalam kitab Tauratmu
‘Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?’
Padahal Kitab Suci tidak dapat dibatalkan!
Maka, Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan,
disebut allah,
masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa
dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia
‘Engkau menghujat Allah!’
Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?
Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku,
janganlah kamu percaya kepada-Ku.
Tetapi jikalau Aku melakukannya
dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku,
percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu,
supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti,
bahwa Bapa ada dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.”
Sekali lagi mereka mencoba menangkap Yesus,
tetapi Ia luput dari tangan mereka.
Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan,
ke tempat Yohanes dulu membaptis orang,
lalu Ia tinggal di situ.
Banyak orang datang kepada-Nya dan berkata,
“Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun,
tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar.”
Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan.
*************
ℍ
“Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.” [Yoh 10: 37 – 38]
Pekan Suci sudah semakin dekat. Sejak Minggu keempat masa Prapaskah, teks-teks Injil untuk liturgi harian hampir secara eksklusif berasal dari Injil Yohanes. Selama dua minggu terakhir, kita telah mendengarkan pernyataan misteri Allah Bapa secara bertahap, seperti yang diungkapkan oleh Yesus. Bersamaan dengan itu, kita juga melihat penolakan yang semakin meningkat terhadap pesan Yesus oleh orang-orang Yahudi, yang semakin lama semakin menentangnya.
Injil hari ini menceritakan peristiwa kedua ketika musuh-musuh Yesus ingin melempari-Nya dengan batu. Saat itu adalah hari raya pentahbisan Bait Allah, tetapi orang-orang Yahudi ingin membunuh Yesus karena telah menghujat Allah mereka. Banyak orang masih percaya bahwa mereka harus melindungi Tuhan mereka seolah-olah Tuhan tidak dapat membela diri-Nya sendiri!
Yesus mengingatkan para pendengarnya akan apa yang dikatakan Kitab Taurat: “Aku telah berfirman: Kamu adalah allah,” (Yoh 10: 34). Dengan menerima firman Allah, kita menjadi Allah, atau, seperti yang dikatakan oleh Doktor mistik Yohanes dari Salib, kita ambil bagian dalam ke-Allahan dengan partisipasi. Jika seseorang ambil bagian dalam ke-Allahan melalui partisipasi, bukti kesalehan atau keilahian kita terletak pada cara kita menjalani hidup. Yesus mengundang orang banyak untuk melihat pekerjaan yang dilakukan-Nya dan percaya bahwa Bapa dan Dia adalah satu. Jika kita menjalani tes DNA untuk mengetahui asal-usul keilahian kita, apakah hasilnya akan positif atau negatif? Apakah perilaku kita menunjukkan bahwa kita dan Yesus, mempunyai Bapa yang sama?
Masa Prapaskah adalah waktu untuk mendedikasikan diri kita kepada Allah secara baru dan menyadari bahwa kita adalah anggota keluarga Allah. Pentinglah bagi kita untuk menyadari perilaku kita yang tidak sesuai dengan martabat kita sebagai anak Allah dan memperbaikinya.
Tuhan, bantulah kami untuk setia menyatakan kasih, keadilan dan kebenaran-Mu, meski kami menghadapi pertentangan. Semoga tindakan konkrit kami memberikan kesaksian, bahwa kami adalah murid-murid-Mu. Amin.
Selamat beraktivitas. Selamat berpantang dan berpuasa. ⒿⓁⓊ! ❤️
RP Joni Astanto MSC