Rabu, 02 April 2025
Sabda Kehidupan
Rabu 02 April 2025
Yohanes 5:26 (Yoh 5:17-30)
Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.”
Kesatuan Iman-Harap-Kasih Bapa Dan Anak
Yesus senantiasa mengingatkan kita betapa dahsyat dan bermakna hidup kita karena relasi kita dengan Allah Pencipta kita tidak lain adalah relasi Bapa dan Anak. Sama seperti relasi Yesus dengan BapaNya.
Sebuah ilustrasi kecil kiranya membantu kita memaknai relasi Bapa-Anak ini.
Pada suatu ketika ada sebuah pertunjukan akrobatik yang sangat menegangkan diadakan di sebuah kota besar. Seorang pria berjalan di atas seutas tali yang menghubungkan 2 gedung pencakar langit yang tinggi. Sesudah berjalan dengan selamat sampai ke seberang, ia lalu menantang orang-orang yang menyaksikan pertunjukkannya, bila ada yang berani, ikut bersamanya berjalan di atas tali.
Ternyata tak ada seorangpun yang berani ikut bersamanya. Tiba-tiba ada seorang anak kecil memberanikan diri untuk ikut. Pria itupun menggendong anak itu di pundaknya dan mereka berjalan dengan selamat sampai ke seberang.
Semua orang sangat takjub akan keberanian anak itu dan bertanya, mengapa ia begitu berani. Anak itu dengan tersenyum menjawab, “Kenapa mesti takut? Itu kan Papa saya!”
Yesus menghendaki agar kita sepenuhnya percaya pada penjagaan dan pemeliharaan Bapa kita di surga, sebagaimana Yesus percaya dan menyerahkan seluruh hidupNya untuk melaksanakan apa yang dikehendaki BapaNya.
Tangan Bapa Surgawi memegang kita, kasihNya merangkul kita. Bahkan sampai kematian menjemput, Allah Bapa di surga tak pernah meninggalkan kita. Akar ketakutan kita yakni dosa dan kematian kekal telah dikalahkanNya melalui sengsara dan kematian Yesus.
Biarlah keyakinan Yesus menjadi keyakinan iman kita. Apapun yang terjadi, Allah Bapa tetap mengasihi kita oleh karena itu Ia menyertai dan menuntun kita pada jalan kemenangan salib, yakni kebangkitan dan hidup kekal.
Mari turut bekerja bersama Allah Tritunggal Mahakudus, yang tak henti bekerja bersama kita dalam keseharian kita, menciptakan dunia baru yang dilingkupi kasih Allah yang tak bertepi. Tetaplah kokoh dalam pengharapan dan berkobar dalam kasih.
Selamat menjalani hari baru dengan semangat iman yang baru.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 02 Apr 2025
Rabu Prapaskah IV
PF S. Fransiskus dari Paola, Pertapa
Warna Liturgi: Ungu
Bait Pengantar Injil: Yoh 11:25a.26
Bacaan Injil: Yoh 5:17-30
*************
Bait Pengantar Injil
Yoh 11:25a.26
Akulah kebangkitan dan hidup, sabda Tuhan.
Setiap orang yang percaya kepada-Ku, akan hidup,
sekalipun ia sudah mati.
Bacaan Injil
Yoh 5:17-30
Seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati,
dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan siapa saja yang dikehendaki-Nya.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi,
“Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.”
Karena perkataan itu,
orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh Yesus,
bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat,
tetapi juga karena Ia mengatakan
bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri,
dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.
Maka Yesus menjawab mereka, “Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu
dari diri-Nya sendiri,
jikalau Ia tidak melihat Bapa mengerjakannya;
sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.
Sebab Bapa mengasihi Anak,
dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu
yang dikerjakan-Nya sendiri,
bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya
pekerjaan yang lebih besar lagi daripada pekerjaan-pekerjaan itu,
sehingga kamu menjadi heran.
Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati
dan menghidupkannya,
demikian juga Anak menghidupkan siapa saja
yang dikehendaki-Nya.
Bapa tidak menghakimi siapa pun,
melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya
kepada Anak,
supaya semua orang menghormati Anak
sama seperti mereka menghormati Bapa.
Barangsiapa tidak menghormati Anak,
ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.
Aku berkata kepadamu:
Sungguh, barangsiapa mendengar perkataan-Ku
dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku,
ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum,
sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.
Aku berkata kepadamu:
Sungguh, saatnya akan tiba dan sudah tiba,
bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah,
dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.
Sebab sama seperti Bapak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri,
demikian juga diberikan-Nya
Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.
Dan Bapa telah memberikan kuasa kepada Anak untuk menghakimi,
karena Ia adalah Anak Manusia.
Janganlah kamu heran akan hal itu,
sebab saatnya akan tiba,
bahwa semua orang yang di dalam kubur
akan mendengar suara Anak,
dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar
dan bangkit untuk hidup yang kekal,
tetapi mereka yang telah berbuat jahat
akan bangkit untuk dihukum.
Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri.
Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar,
dan penghakiman-Ku adil,
sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri,
melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.”
Demikianlah sabda Tuhan.
**”*************
MELAKUKAN PEKERJAAN ALLAH: intinya mengasihi, melayani!!!
(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)
Penyembuhan pada hari Sabat di kolam Betesda
“BapaKu BEKERJA sampai sekarang, maka Akupun BEKERJA juga” kata Yesus hari ini kp orang2 Yahudi yang tidak senang kp Yesus yg melakukan “pekerjaan Allah” pada hari Sabat (Yoh.5:17).
Saya, anda pun diajak malah diwajibkan oleh Allah Bapa, dan juga oleh Yesus utk MELAKUKAN PEKERJAAN ALLAH (mengasihi, melayani melalui aktivitas harian saya, anda meski kecil dan sederhana). Klo Allah Bapa, Yesus Kristus dan Roh Kudus saja BEKERJA terus sampai sekarang dan di sini ( sampai saat sy, anda mendengar/membaca renungan ini), mengapa sy, anda “yg berstatus manusia” tidak mau bekerja, atau malas bekerja, tidak melakukan pekerjaan Allah yang telah dipercayakan kp sy, anda itu??
Dua sikap manusia yang bisa saja ada terhadap mereka yang melakukan pekerjaan Allah yaitu IRI HATI dan BERSYUKUR.
Pekerjaan Allah yg sy, anda lakukan “saat ini dan di sini” menimbulkan ketakutan bagi mereka yg IRI HATI, BENCI DAN BERPIKIRAN SEMPIT DAN NEGATIP. Ini yg sering terjadi dlm masyarakat di lingkungan sy, anda dan juga menimpa Tuhan Yesus dlm Injil hari ini. Yesus akan dibunuh org2 Yahudi karena melakukan pekerjaan Allah. Sy, andapun mungkin sdh,sdg dan akan “dibunuh” (dicemoohkan, dibenci, tidak dihargai, tdk diakui, dilecehkan, dll) krn melakukan “pekerjaan Allah”, krn berbuat baik dan benar: mengasihi dan melayani.
Pekerjaan Allah yg sy, anda lakukan menghasilkan RASA SYUKUR,TERIMAKASIH, TENANG, AMAN, DAMAI, BAHAGIA bagi mereka yg beriman, pasrah, percaya kp campur tangan Allah dlm aktivitas/pekerjaan yg dipercayakan kepadanya (sy, anda). “Dapatkah seorg perempuan melupakan bayinya, shg ia tdk menyayangi anak dari kandungannya sendiri?? Sekalipun ia melupakannya, AKU tdk melupakan engkau (sy, anda) kata Nabi Yesaya 49:15.
Kecurigaan, irihati, benci dan pikiran/perasaan negatip lainnya menghalagi “karya/pekerjaan Allah” dan ini menyiksa batin semua orang!! Sebaliknya sikap beriman, terbuka, percaya dan pasrah, BERSYUKUR kepada Allah dan CAMPUR TANGANNYA dlm pekerjaan sy, anda sungguh menenteramkan dan membahagiakan hdp sy, anda.
Selamat rajin dan tekun melakukan Pekerjaan Tuhan Allah. Selamat bersyukur dan menikmati Campur tangan Tuhan Allah dlm aktivitas sy, anda SAAT INI DI SINI. Jangan malah benci dan iri hati!!
Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) MEMBERKATI saya, anda sekalian yang rajin dan tekun melakukan pekerjaan Tuhan Allah. Amin.