Selasa, 01 April 2025
Sabda Kehidupan
Selasa 01 April 2025
Yohanes 5:7-8 (Yoh 5:1-16)
Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: “Maukah engkau sembuh? Jawab orang sakit itu kepada-Nya: “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.” Kata Yesus kepadanya: “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.”
Yesus Selalu Peduli
Diceritakan Penginjil Yohanes bahwa si lumpuh sudah 38 tahun berada di tepi kolam Betesda di Yerusalem, tapi tak pernah mendapatkan kesempatan untuk menjadi yang pertama masuk ke kolam itu ketika Malaikat Tuhan datang menggoncangkan air kolam itu. Malangnya, tak seorangpun mau membantunya. Jadi bukan hanya fisiknya yang sakit, tapi juga batinnya karena tak ada orang yang peduli padanya, termasuk keluarganya.
Bukan kebetulan Yesus pergi ke kolam itu. Ia telah mendengar jeritan hati si sakit. Yesus selalu peduli dan Ia pasti bertindak. Tak perlu si sakit masuk ke kolam, Sabda Yesus cukup untuk memulihkan hidupnya. Orang itupun sembuh!
Yesus adalah Allah yang mengerti semua persoalan yang kita hadapi. Ia mengerti pergumulan hidup kita, fisik maupun batin. Yesus selalu datang menemani kita dan menawarkan pertolongan. Ia tidak membiarkan kita menjalaninya sendirian. Ia selalu ada untuk kita, ikut memikul beban salib kita.
Orang lain bisa saja tidak peduli. Bahkan pergi meninggalkan. Tapi tidak untuk Yesus. SabdaNya selalu menguatkan kita saat Ia berkata: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut.!” (Mat 14:27). Mari menyadari kehadiran Yesus di tengah kita.
Jangan lupa untuk menjadi tanda kehadiran Yesus bagi sesama.
Syukur atas hari pertama di bulan April ini. Kita tak sendirian, Yesus menyertai kita.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 01 Apr 2025
Selasa Prapaskah IV
Warna Liturgi: Ungu
Bait Pengantar Injil: Mzm 51:12a.14a
Bacaan Injil: Yoh 5:1-3a.5-16
************
Bait Pengantar Injil
Mzm 51:12a.14a
Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah,
berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu.
Bacaan Injil
Yoh 5:1-3a.5-16
Orang itu disembuhkan seketika.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Pada hari raya orang Yahudi, Yesus berangkat ke Yerusalem.
Di Yerusalem, dekat Pintu Gerbang Domba, ada sebuah kolam,
yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda;
serambinya ada lima,
dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit.
Ada di situ
seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.
Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di sana,
dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu,
berkatalah Ia kepadanya, “Maukah engkau sembuh?”
Jawab orang sakit itu kepada-Nya,
“Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu,
apabila airnya mulai goncang;
dan sementara aku sendiri menuju kolam itu,
orang lain sudah turun mendahului aku.”
Kata Yesus kepadanya,
“Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.”
Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu,
lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan.
Tetapi hari itu hari Sabat.
Karena itu orang-orang Yahudi berkata
kepada orang yang baru sembuh itu,
“Hari ini hari Sabat,
dan tidak boleh engkau memikul tilammu.”
Akan tetapi ia menjawab mereka,
“Orang yang telah menyembuhkan aku,
dia yang mengatakan kepadaku:
Angkatlah tilammu dan berjalanlah.”
Mereka bertanya kepadanya,
“Siapakah orang itu yang berkata kepadamu:
Angkatlah tilammu dan berjalanlah?”
Tetapi orang yang baru sembuh itu
tidak tahu siapa orang itu,
sebab Yesus telah menghilang
ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu.
Kemudian ketika bertemu dengan dia dalam Bait Allah,
Yesus berkata kepadanya,
“Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi,
supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.”
Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi,
bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia.
Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus,
karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.
Demikianlah sabda Tuhan.
**************
ℍ
”Maukah engkau sembuh?” [YOH 5: 6]
Dalam Injil hari ini, Yesus bertemu dengan seorang yang telah sakit selama tiga puluh delapan tahun, terbaring di tepi kolam Betesda. Ketika Yesus bertanya kepadanya, “Maukah engkau sembuh?”, orang itu tidak menjawab ya. Sebaliknya, dia mengeluh: “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang…..” Dia menyalahkan orang lain atas situasinya dan tampaknya terjebak dalam lingkaran keputusasaan dan rasa kasihan terhadap diri sendiri.
Namun Yesus, dalam belas kasihan-Nya, tetap menyembuhkannya. “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.” Dan seketika itu juga orang itu sembuh. Tetapi bahkan setelah kesembuhannya, reaksinya sangat mengejutkan: tidak ada rasa syukur atau sukacita.
Seberapa sering kita bersikap seperti orang ini? Kita mandeg, berada di tempat yang sama secara rohani, emosional, bahkan fisik, menyalahkan orang lain atas situasi kita. Yesus mengundang kita kepada kesembuhan, tetapi kita ragu-ragu, membuat alasan alih-alih menanggapinya dengan iman. Ia hendak menyembuhkan kita dari kelumpuhan akibat dosa-dosa kita, namun kita enggan mengakuinya.
Masa Prapaskah adalah saat ketika Gereja bertanya kepada kita masing-masing: “Maukah engkau sembuh?” Ini adalah sebuah undangan untuk memperbarui janji-janji Pembaptisan kita dan mengizinkan air rahmat kehidupan untuk menggerakkan hati kita. Tetapi kesembuhan membutuhkan sebuah keputusan: untuk bangkit, untuk mengangkat tilam kita, dan berjalan dengan iman.
Mari kita renungkan. Apakah kita terjebak dalam sikap apatis yang penuh dengan keluhan dan alasan? Yesus memanggil kita hari ini untuk bangkit dari kelumpuhan kita, untuk menerima belas kasihan-Nya, dan untuk hidup dengan rasa syukur dan sukacita.
Tuhan Yesus, sembuhkanlah hati kami. Berikan kami keberanian untuk berkata ya, dan berjalan bersama-Mu dalam hidup yang baru. Amin.
Selamat beraktivitas. Ia ingin menyembuhkan anda. ⒿⓁⓊ! ❤️
RP Joni Astanto MSC