Sabtu, 08 Maret 2025
Sabda Kehidupan
Sabtu 08 Maret 2025
Lukas 5:31-32 (Luk 5:27-32)
Jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”
Yesus Datang Untuk Menolong Orang Berdosa
Paus Fransiskus selalu mengingatkan bahwa Gereja itu adalah rumah sakit. Di sinilah tempat orang sakit datang berobat, orang berdosa datang bertobat.
Gereja sebagai umat Allah adalah tempat kita mengalami pengampunan dan didamaikan kembali dengan Tuhan dan sesama. Semakin orang jauh dari Tuhan semakin terbuka lebar pintu Gereja untuk menyambutnya kembali sama seperti Bapa di surga yang menyambut dengan sukacita anakNya yang hilang dan kembali pulang ke rumah. Sama halnya yang dilakukan Yesus untuk Matius si pemungut cukai.
Gereja adalah rumah Allah, rumah kita, rumah sakit kita. Mari datang untuk check up. Barangkali kolesterol egoisme terlalu tinggi; ada penyumbatan saluran nadi belas kasih karena rasa benci, dendam dan iri; mungkin asam urat terlalu tinggi karena terlalu banyak asupan pikiran negatif dan prasangka.
Demikian juga, jangan sampai karena beban dosa yang berat membuat kita stroke dan lumpuh. Bukankah Yesus adalah “penyembuh segala luka, penegak hukum cinta?”
Yesus adalah dokter keluarga kita. Dia tahu semua jenis penyakit kita. Pada Dia-lah kita datang memohon kesembuhan dan pengampunan. Yesus adalah tempat kita mencurahkan isi hati yang penuh luka batin.
”Ampunilah kami ya Yesus. Tolong angkat kami yang tak mampu berdiri tegak karena beban dosa kami. Jadikanlah kami pengampun dan penyembuh luka hati. Biarlah ada damai dan sukacita di hati kami karena boleh mengampuni dan mencintai sebagaimana Engkau tetap mencintai dan mengampuni kami sekalipun kami banyak kali melukai hatiMu. Ampunilah kami, orang berdosa ini. Amin.”
Selamat berakhir pekan. Syalom, damai di hati!❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 08 Mar 2025
Sabtu Rabu Abu
PF S. Yohanes a Deo, Biarawan
Warna Liturgi: Ungu
Bait Pengantar Injil: Yeh 33:11
Bacaan Injil: Luk 5:27-32
************
Bait Pengantar Injil
Yeh 33:11
Aku tidak berkenan akan kematian orang fasik,
melainkan akan pertobatannya supaya ia hidup.
Bacaan Injil
Luk 5:27-32
Aku datang bukan untuk memanggil orang benar,
tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Sekali peristiwa
Yesus melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi,
sedang duduk di rumah cukai.
Yesus berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!”
Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu,
lalu mengikut Dia.
Lalu Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Yesus di rumahnya.
Sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia.
Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut
kepada murid-murid Yesus,
“Mengapa kamu makan dan minum
bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”
Lalu jawab Yesus kepada mereka,
“Bukan orang sehat yang memerlukan tabib,
tetapi orang sakit!
Aku datang bukan untuk memanggil orang benar,
tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”
Demikianlah sabda Tuhan.
**************
PENDOSA YANG BERLAGAK SUCI
“Banyak pendosa sombong menutup mata terhadap dosanya sendiri, tapi selalu membuka mulutnya untuk menceritakan dosa orang lain. Akhir kisah, keduanya memiliki gelar yang sama yakni pendosa. Maka jangan berlagak suci tentang kesucian dirimu sebagai pendosa, karena seringan dan sekecil apa pun dosamu, dosa tetaplah dosa.”
Arogansi pendosa yang sombong terekspresi lewat karakter golongan ini: “Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: “Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” ( Ayat 30 )
Pelajaran penting bagi kita di hari ini adalah:
1) Sadarlah bahwa sekecil dan seringan apa pun dosamu tidak bisa mengecualikanmu dari sebutan manusia pendosa;
2) Pendosa yang sombong akan selalu bangga dengan kesombongannya, namun orang suci adalah pendosa yang berbalik dari dosanya, bertobat dan berjuang menjadi kudus seperti Lewi;
3) Percayalah bahwa Tuhan sedang mencarimu untuk merintis jalan pertobatan demi mendapatkan rahmat pengampunan;
Akhirnya sadarlah bahwa masa prapaskah ini adalah saat terindah di mana Tuhan sedang menantimu untuk membawa pulang ke dalam hati-Nya yang penuh kerahiman.
Selamat berakhir pekan untuk para sahabat.
Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.
( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong – Duc in Altum )