Jumat, 07 Maret 2025
Sabda Kehidupan
Jumat 07 Maret 2025
Matius 9:15 (Mat 9:14-15)
Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”
Puasa Kristiani
Puasa kristiani tak dapat dilepaskan dari Yesus, mempelai gereja, kita semua. Puasa bukan pertama-tama praktek baik untuk memurnikan diri demi keutamaan pribadi melainkan agar semakin menyadari kedosaan kita dan makna penebusan Kristus oleh sengsara dan wafatNya di kayu salib.
Dengan demikian, bila kita terlena dengan semua ambisi pribadi, perilaku yang jauh dari perintah Tuhan, inilah masa untuk mendekatkan diri dengan Tuhan, melakukan laku tapa atau puasa dan pantang sebagai tanda pertobatan.
Kita menyadari bahwa fokus perhatian kita lebih banyak pada diri sendiri, maka Yesus mengajak kita: “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” (Mat 26:41).
Bersama Yesus kita satu dalam doa, mohon kekuatan iman dariNya. Lantas muara dari puasa dan doa adalah perbuatan kasih kita untuk Yesus melalui orang-orang yang Yesus kehendaki kita perhatikan. Seperti yang dikatakanNya, “Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”
Semoga di masa prapaskah ini, hidup rohani kita semakin dalam, Yesus menjadi pusat hidup kita. Kita mampu melihat kehadiran Yesus dalam diri sesama kita, orang-orang yang Tuhan hadirkan di sekitar kita, khususnya yang kecil dan menderita. Semoga kita terus terdorong untuk membaharui diri dan kasih kita padaNya makin berkobar.
Selamat hari Jumat pertama di bulan Maret. Berkat Tuhan menemani kita sepanjang hari❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 07 Mar 2025
Jumat Rabu Abu
PF S. Perpetua dan Felisitas, Martir
Warna Liturgi: Ungu
Bacaan I: Yes 58:1-9a
Mazmur Tanggapan: Mzm 51:3-4.5-6a.18-19
Bait Pengantar Injil: Am 5:14
Bacaan Injil: Mat 9:14-15
Bait Pengantar Injil
Am 5:14
Carilah yang baik dan jangan yang jahat,
supaya kamu hidup,
dan Allah akan menyertai kamu.
Bacaan Injil
Mat 9:14-15
Mempelai itu akan diambil dari mereka,
dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Sekali peristiwa datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata,
“Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa,
tetapi murid-murid-Mu tidak?”
Jawab Yesus kepada mereka,
“Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita
selama mempelai itu bersama mereka?
Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka,
dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”
Demikianlah sabda Tuhan.
**************
ℍ
”Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.” (Mat 9: 15)
Injil hari ini mengingatkan kita bahwa berpuasa lebih dari sekadar praktik lahiriah – ini adalah undangan untuk mendekatkan diri kepada Yesus. Murid-murid Yohanes mempertanyakan mengapa murid-murid Yesus tidak berpuasa seperti orang lain, dan jawaban-Nya mengarahkan fokus kita dari sekadar praktek lahiriah ke makna puasa yang lebih dalam.
Puasa adalah disiplin rohani yang mengajarkan kita untuk melepaskan diri dari kelekatan dan mengalami kebebasan sejati. Puasa bukan hanya tentang tidak makan, tetapi juga tentang melepaskan diri dari segala sesuatu yang mengendalikan kita. Bisakah kita menjalani satu hari tanpa daging? Tanpa gorengan? Tanpa hanphone? Tanpa drama korea? Tanpa gosip? Tanpa marah? Tanpa gangguan yang tidak perlu? Puasa mengingatkan kita bahwa tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang dapat memperbudak kita. Puasa adalah kesempatan untuk mengalihkan fokus kita dari diri kita sendiri kepada Tuhan, untuk hidup dengan sederhana dan penuh tujuan.
Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai Sang Mempelai – Dia yang mengasihi kita tanpa batas. Hanya Dia yang dapat memuaskan rasa lapar yang paling dalam dari hati kita. Ketika kita berpuasa, kita memberi ruang bagi-Nya. Puasa bukan hanya tentang melepaskan sesuatu, tetapi juga tentang mendapatkan sesuatu yang lebih besar – kehadiran, kedamaian, dan kasih Tuhan.
Dalam peziarahan kita di masa Prapaskah ini, mari berpuasa bukan hanya dari makanan, tetapi juga dari segala sesuatu yang menjauhkan kita dari Tuhan. Marilah kita mencari Kristus bukan karena kenyamanan tetapi karena kasih, dan membiarkan Dia menjadi harta terbesar kita.
Tuhan Yesus, berilah aku rahmat untuk menyelaraskan diri sepenuhnya dengan-Mu dengan mematikan selera dan keinginanku yang tidak teratur sehingga hanya Engkau sendiri yang mengatur hidupku sepenuhnya. Semoga karunia puasa dan pertobatan di masa Prapaskah ini membantu mengubah hidupku. Amin.
Selamat Jumat Pertama. Selamat berpantang dan berpuasa. ⒿⓁⓊ! ❤️
https://heypasjon.com/saatnya-berpuasa-dan-mendekatkan-diri-pada-kristus/
RP Joni Astanto MSC