Kamis, 06 Maret 2025
Sabda Kehidupan
Kamis 06 Maret 2025
Lukas 9:24-25 (Luk 9:22-25)
”Barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?”
Menjadi Saluran Berkat Tuhan Bagi Yang Lain
Adalah kisah sebatang pohon bambu yang ingin menjadi pohon yang paling tinggi di dunia. Itulah kebanggaannya. Namun ia begitu begitu sedih karena hidupnya berakhir tragis sudah ditebang saat ia merasa berada pada kejayaan hidupnya. Ia menemukan dirinya tergeletak di tanah tak berdaya.
Belum lagi hilang kesedihannya, daun-daun kebanggaannya juga dipotong sampai habis. Lebih sakit lagi, bagian tengahnya dilubangi dan ia tergeletak begitu saja. Ia merasa hidupnya sia-sia, karena impiannya tidak menjadi kenyataan. Bukannya menjadi sebatang bambu yang paling tinggi dan megah mengatasi yang lain, ia diletakkan pada sebuah mata air.
Tapi tunggu sebentar! Ternyata ia telah menjadi pancuran air, tempat menyalurkan air hidup untuk kehidupan di sekitarnya. Ia telah kehilangan semua impiannya, tapi ia menemukan dirinya begitu berarti menjadi saluran berkat Tuhan untuk menghidupkan yang lain.
Sungguh suatu kebijaksanaan ilahi dari alam sekitar, menunjukkan betapa berarti hidup itu ketika kita hidup bukan untuk diri sendiri, tapi menjadikan hidup itu saluran berkat Tuhan bagi yang lain.
Yesus telah bersabda, “Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.” (Yoh 12:24).
Salib, sengsara dan kematian Yesus telah menyebabkan penebusan umat manusia. Mengikuti Yesus memikul salib dan memberikan hidup bagi Tuhan dan sesama, itulah arti hidup kita yang sesungguhnya.
Tetaplah kuat dan semangat memikul salib dan berkurban. Tuhanlah kekuatan kita❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 06 Mar 2025
Kamis Rabu Abu
Warna Liturgi: Ungu
Bait Pengantar Injil: Mat 4:17
Bacaan Injil: Luk 9:22-25
*************
Bait Pengantar Injil
Mat 4:17
Bertobatlah, sabda Tuhan, sebab Kerajaan Surga sudah dekat.
Bacaan Injil
Luk 9:22-25
Barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku,
ia akan menyelamatkannya.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Sekali peristiwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya
bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan,
dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat,
lalu dibunuh, dan dibangkitkan pada hari ketiga.
Kata-Nya kepada mereka semua,
“Setiap orang yang mau mengikut Aku, harus menyangkal dirinya,
memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya,
ia akan kehilangan nyawanya;
tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku,
ia akan menyelamatkannya.
Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia,
tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?
Demikianlah sabda Tuhan.
**************
Sabda Hidup
“Kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup,” [Ul 30: 19]
Pada awal peziarahan masa Prapaskah, Gereja mengajak kita untuk merenungkan perkataan Musa dan Yesus. Musa berkata kepada bangsa Israel, “Kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk,” Kamu harus memilih. Namun, tidak mudah untuk memilih. Lebih nyaman untuk hidup dengan membiarkan diri kita terbawa oleh kemapanan, keengganan untuk berubah, dan kebiasaan.
Sudahkah Anda memilih cara hidup Anda? Apakah Anda berada di sisi kehidupan atau di sisi kematian? Hari ini, Gereja mengajak kita untuk berhenti sejenak. Mulailah masa Prapaskah dengan pertanyaan-pertanyaan kecil yang akan membantu kita untuk menimbang-nimbang dan merenung: “Seperti apakah hidup saya?”
Hal pertama yang harus ditanyakan kepada diri kita sendiri adalah: “Siapakah Allah bagi saya? Bagaimana hubungan saya dengan Yesus?” Dan yang kedua: “Bagaimana hubungan saya dengan sesama, keluarga, dengan orang tua, saudara kandung, istri atau suami, dan anak-anak?” Kedua rangkaian pertanyaan ini pasti akan membantu kita menemukan hal-hal yang perlu kita perbaiki.
Kita selalu ingin menang, kita ingin menghasilkan, kita ingin sukses. Tetapi Yesus menantang kita: “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?” Jalan yang salah untuk diikuti adalah selalu mengejar kesuksesan dan kekayaan tanpa mempertimbangkan Tuhan atau keluarga.
Marilah kita mempercayakan hidup kita kepada Tuhan, yang menyertai kita dan menolong kita untuk memilih yang baik. Marilah kita memohon kepada-Nya anugerah keberanian, karena dibutuhkan sedikit keberanian untuk berhenti dan bertanya pada diri sendiri: bagaimana saya berdiri di hadapan Tuhan? Bagaimana hubungan saya dengan sesama? Bagaimana hubungan saya dalam keluarga? Apa yang perlu saya ubah?
Tuhan, beri aku keberanian untuk mengasihi Engkau, berjalan di jalan-Mu dan mematuhi perintah-perintah-Mu. Mampukan aku untuk menyangkal diri, memikul salib dan mengikuti-Mu. Sebab dengan semuanya itu aku memilih kehidupan. Amin.
Selamat beraktivitas. Pilihlah kehidupan. JLU! ❤️
RP Joni Astanto MSC