Rabu Abu, 05 Maret 2025
Sabda Kehidupan
Rabu 05 Maret 2025
Hari Rabu Abu – Pantang dan Puasa
Matius 6:17-18 (Mat 6:1-6; 16-18)
”Apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”
Masa Puasa-Pertobatan-Pemulihan
Hari ini adalah hari Rabu Abu, kita memulai kembali masa penuh rahmat yakni masa Pra-Paskah, masa persiapan Paskah Kristus, yang kita persiapkan selama 40 hari dengan berpuasa dan berpantang.
Sebagai tanda dimulainya masa penuh rahmat ini, kita menandai diri kita dengan menaruh abu di dahi atau di kepala, sebagaimana bentuk pertobatan umat Israel sejak perjanjian lama (lihat Yosua 7:6, Ayub 2:12).
Ritual ini untuk mengingatkan kita manusia akan kefanaan hidup kita bila tanpa Allah. Kita menyadari siapakah kita di hadapan Allah. Kita begitu rapuh karena diciptakan dari debu tanah dan akan kembali menjadi abu. Hanya oleh kasih Allah kita diberi nafas kehidupan (Kejadian 2:7 dan 3:19).
Yesus juga berpuasa 40 hari lamanya, untuk ikut mengalami arti penting dari puasa yakni berserah sepenuhnya pada kasih Allah. Maka kitapun ikut berpuasa selama 40 hari. Kali ini kita berpuasa untuk mempersiapkan Paskah Kristus 20 April 2025, agar perayaan Hari kemenanganNya atas dosa dan maut, kita persiapkan secara lahir batin melalui pertobatan dan puasa. Hidup doa kita perdalam agar kita semakin dekat dengan Tuhan telah menderita sengsara bagi kita.
Puasa membantu kita untuk menyangkal diri supaya hati kita tertuju pada Allah dan menyadari dosa dan kesalahan kita karena merasa sombong dan mandiri, egois dan hanya mencari kepentingan diri sendiri. Kita telah jauh dari Tuhan dan juga relasi kita dengan sesama telah jauh bahkan putus.
Dengan mengosongkan diri, memurnikan hati, memperdalam hidup doa serta amal kasih, kita dipulihkan Allah untuk menjadi anakNya yang terkasih, bersinar kembali sebagai citra Allah.
Saat Paskah tiba, hati kita dipenuhi dengan sukacita karena dapat ikut mengalami misteri Paskah Kristus. Kita ikut wafat dengan meninggalkan manusia lama yang kelam, lalu bangkit bersama Yesus serta mengalami hidup baru bersama Dia (Rom 6:11-12).
Inilah saatnya kita mau mengalami rasa lapar dan haus akan kasih Allah. Kita percaya hanya Allah yang dapat memuaskan hati kita oleh kasih karuniaNya. Mari meninggalkan manusia lama kita, bertobat dan berbalik kepada Allah. Semoga pengampunan Allah oleh salib Yesus membaharui hidup kita, dan mendorong kita untuk sungguh hidup bagi Tuhan.
Selamat memasuki masa Pra-Paskah. Kasih karunia Allah memuaskan lapar dan dahaga kita.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 05 Mar 2025
Rabu Rabu Abu
Warna Liturgi: Ungu
Bait Pengantar Injil: Mzm 95:8ab
Bacaan Injil: Mat 6:1-6.16-18
*************
Bait Pengantar Injil
Mzm 95:8ab
Pada hari ini, kalau kamu mendengar suara Tuhan,
janganlah bergetar hati.
Bacaan Injil
Mat 6:1-6.16-18
Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan mengganjar engkau.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Dalam khotbah di bukit Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,
“Hati-hatilah,
jangan sampai melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang
supaya dilihat.
Karena jika demikian,
kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.
Jadi, apabila engkau memberi sedekah,
janganlah engkau mencanangkan hal itu,
seperti yang dilakukan orang munafik
di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong,
supaya mereka dipuji orang.
Aku berkata kepadamu: ‘Mereka sudah mendapat upahnya.’
Tetapi jika engkau memberi sedekah,
janganlah diketahui tangan kirimu
apa yang diperbuat tangan kananmu.
Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi.
Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi
akan membalasnya kepadamu.
Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik.
Mereka suka mengucapkan doanya
dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat
dan pada tikungan-tikungan jalan raya,
supaya mereka dilihat orang.
Aku berkata kepadamu, ‘Mereka sudah mendapat upahnya.’
Tetapi jika engkau berdoa,
masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu,
dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi.
Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi
akan membalasnya kepadamu.
Dan apabila kamu berpuasa,
janganlah muram mukamu seperti orang munafik.
Mereka mengubah air mukanya,
supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa.
Aku berkata kepadamu, ‘Mereka sudah mendapat upahnya.’
Tetapi apabila engkau berpuasa,
minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,
supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa,
melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi.
Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi
akan membalasnya kepadamu.”
Demikianlah sabda Tuhan.
************
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE
MASA PUASA: SAAT KEMBALI KEPADA TUHAN LEWAT PERTOBATAN
“Berpuasa yang benar dan baik adalah saat kita membenamkan hati dalam sesal dan tobat yang sejati sehingga hati kita terbuka terhadap rahmat Allah, yang memampukan kita untuk membantu sesama yang memerlukan. Inilah doa, puasa dan sedekah.”
Maka ada 3 keutamaan dalam puasa atau masa prapaskah orang Katolik, yakni:
1) BERDOA
– Yang boleh: “Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi.”
– Yang tidak boleh: “Janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang.”
2) BERPUASA
– Yang boleh: “Minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi.”
– Yang tidak boleh : “Janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa.”
3) BERSEDEKAH
– Yang boleh: “Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi.”
– Yang tidak boleh: “Janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu.”
Akhirnya, marilah:
– Berdoa dengan khusyuk dan terus menerus,
– Berpuasalah dengan benar,
– Serta lakukanlah amal dan bersedekah lah dengan tulus.
Selamat beraktivitas untuk para sahabat.
Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.
( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong – Duc in Altum )