Jumat, 28 Februari 2025
Sabda Kehidupan
Jumat 28 Februari 2025
_Markus 10:6-9 (Mrk 10:1-12)
Pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”
Kasih Kristus Dasar Kebahagiaan Hidup Suami Istri
Sejak semula Allah menghendaki agar suami istri bahagia melalui persekutuan mereka yang erat dan intim, sehati sejiwa, baik dalam suka maupun duka.
Dalam pernikahan putra putri Allah yang telah dibaptis, Yesus sendiri yang menyatukan suami istri seperti halnya Gereja menjadi mempelai Kristus (Baca Efesus 5:22-33). Sebagaimana Kristus sebagai Kepala tak terpisahkan dari Gereja sebagai tubuhNya, demikian halnya ikatan kasih suami istri tak terpisahkan.
Betapa indahnya ikrar suami dan istri yang dipersatukan dalam nikah yang kudus saat mereka berjanji di hadapan Tuhan “Aku memilihmu sebagai istriku – sebagai suamiku, dan berjanji untuk mencintaimu, dalam keadaan sehat maupun sakit, dalam untung dan malang, hingga maut memisahkan kita. Demikianlah janji saya demi Allah dan Injil suci ini.”
Berjuanglah untuk memenuhi ikrar suci saling setia satu sama lain. Rahmat Allah dalam Sakramen Perkawinan tak pernah berhenti bekerja, dan Roh Kudus, Roh Pemersatu terus mempersatukan suami dan istri.
Bersandarlah pada kasih Kristus, jangan biarkan kelemahan dan keterbatasan manusiawi membuat kita menyerah dan putus asa. Kasih Kristus dan kerelaan untuk saling mengampuni antara suami dan istri adalah kunci kebahagiaan.
Baharuilah selalu setiap hari komitmen untuk terus mencintai sekalipun terluka, sebagaimana Kristus hatiNya tertusuk duri namun tak pernah berhenti mencintai.
Doa kami semua untuk kesatuan cinta suami istri dan kebahagiaan keluarga-keluarga kita.
Selamat hari baru. Harapan baru untuk terus berjuang dan terus berdoa.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 28 Feb 2025
Jumat Pekan Biasa VII
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Yoh 17:17ab
Bacaan Injil: Mrk 10:1-12
*************
Bait Pengantar Injil
Yoh 17:17ab
Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah kebenaran.
Kuduskanlah kami dalam kebenaran.
Bacaan Injil
Mrk 10:1-12
Yang dipersatukan Allah, janganlah diceraikan manusia.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Pada suatu hari Yesus berangkat ke daerah Yudea
dan ke daerah seberang sungai Yordan.
di situ orang banyak datang mengerumuni Dia,
dan seperti biasa Yesus mengajar mereka.
Maka datanglah orang-orang Farisi hendak mencobai Yesus.
Mereka bertanya,
“Bolehkah seorang suami menceraikan isterinya?”
Tetapi Yesus menjawab kepada mereka,
“Apa perintah Musa kepada kamu?”
Mereka menjawab,
“Musa memberi izin untuk menceraikannya
dengan membuat surat cerai.”
Lalu Yesus berkata kepada mereka,
“Karena ketegaran hatimulah Musa menulis perintah untukmu.
Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka pria dan wanita;
karena itu pria meninggalkan ibu bapanya
dan bersatu dengan isterinya.
Keduanya lalu menjadi satu daging.
Mereka bukan lagi dua, melainkan satu.
Karena itu apa yang dipersatukan Allah,
janganlah diceraikan manusia.”
Setelah mereka tiba di rumah,
para murid bertanya pula tentang hal itu kepada Yesus.
Lalu Yesus berkata kepada mereka,
“Barangsiapa menceraikan isterinya
lalu kawin dengan wanita lain,
ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu.
Dan jika isteri menceraikan suaminya
dan kawin dengan pria yang lain,
ia berbuat zinah.”
Demikianlah sabda Tuhan.
**************
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE
DIPERSATUKAN ALLAH, DICERAIKAN MANUSIA
“Apa pun alasan perceraian pasangan, sesungguhnya melawan kehendak Allah terhadap keluhuran perkawinan. Dan, perceraian adalah bentuk perlawanan manusia ( pasangan ) terhadap kehendak Allah itu sendiri.”
Yesus sejak dulu mengingatkan kita: “Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” ( ayat 9 )
Pelajaran penting bagi kita di hari ini adalah:
1) Sadarlah bahwa sejak awal mula, Allah menghendaki adanya perkawinan antara laki-laki dan perempuan, maka berbanggalah!
2) Allah percaya bahwa kalian berdua, pasangan suami-istri dapat melewati badai kehidupan dengan bathera rumah tanggamu;
3) Ingatlah bahwa Tuhan tetap ada di dalam perahu rumah tanggamu sehingga apa pun ombak dan gelombang yang menghadangmu, bangunkanlah Tuhan untuk meredakannya.
Akhirnya, yakinlah bahwa kalau Allah telah mempersatukan kalian berdua dalam sebuah perkawinan, maka pasti Ia juga akan menjaga, melindungi dan memberkatimu.
Selamat beraktivitas untuk para sahabat.
Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.
( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong – Duc in Altum )