Senin, 24 Februari 2025
Sabda Kehidupan
Senin 24 Februari 2025
Markus 9;23-24 (Mrk 9:14-29)
Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” Segera ayah anak itu berteriak: “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!”
Terus Berdoa Untuk Memperdalam Iman
Seringkali terjadi pertimbangan-pertimbangan rasional membatasi kita untuk sungguh percaya. Ditambah pengalaman kita dalam hal berdoa menunjukkan bahwa tidak semua doa kita dikabulkan Tuhan. Maka sering ada keraguan sebelum kita bermohon. Malah kita sendiri sudah menjawab permohonan kita, “ah tidak mungkin Tuhan mengabulkan doaku ini.”
Dialog dengan diri sendiri ini menunjukkan pergumulan dalam hati dan pikiran kita mengenai hal yang mungkin atau tidak mungkin terjadi berdasarkan pertimbangan rasional kita. Kita jadi ragu untuk berdoa. Bahkan mengurungkan niat untuk berdoa.
Kisah Injil Markus hari ini kiranya membantu kita untuk jujur kepada Tuhan saat keraguan datang. Berserulah seperti si ayah yang bermohon agar anaknya dilepaskan dari roh jahat, “Tolonglah aku yang tidak percaya ini, ya Tuhan.”
Ketahuilah bahwa para rasul yang hidup bersama Yesus dan menjadi saksi hidup mujizat-mujizat Yesus, juga mengalami keraguan apakah Yesus sanggup. Menyadari kerapuhan iman mereka, para rasul pun berseru, “Tuhan tambahkanlah iman kami!” (Luk 17:5).
Yesus menyadari keterbatasan dan kelemahan kita. Ia ingin agar kita jangan sampai meragukan kemahakuasaan Allah. Ingatlah bahwa maksud dari doa bukanlah pertama-tama agar permohonan kita dikabulkan, tapi agar kita semakin dekat dengan Tuhan dan bersandar sepenuhnya pada kasih setia Allah.
Kita terus berdoa agar makin percaya bahwa kasih Allah jauh melampaui apa yang kita pikirkan. Kuasa Allah jauh melampaui pertimbangan rasional kita. Teruslah percaya dan berserah. Teruslah berdoa dan memohon, tetaplah datang pada Yesus. Dan biarlah kehendak Allah yang terjadi, di atas bumi dan dalam hidup kita, seperti di dalam surga.
Sebagaimana Yesus menyerahkan kehendakNya kepada BapaNya, demikian juga kita. “Bukan kehendakku, melainkan kehendakMu-lah yang terjadi, ya Bapa.”
Semangat Senin! Semangat doa untuk menguatkan iman.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 24 Feb 2025
Senin Pekan Biasa VII
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: 2Tim 1:10b
Bacaan Injil: Mrk 9:14-29
**************
Bait Pengantar Injil
2Tim 1:10b
Yesus Kristus, Penebus kita, telah membinasakan maut,
dan menerangi hidup dengan Injil.
Bacaan Injil
Mrk 9:14-29
Aku percaya, ya Tuhan!
Tolonglah aku yang kurang percaya ini.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Pada suatu hari Yesus bersama Petrus, Yakobus dan Yohanes,
turun dari gunung,
lalu kembali pada murid-murid lain.
Mereka melihat orang banyak mengerumuni para murid itu,
dan beberapa ahli Taurat sedang mempersoalkan sesuatu
dengan mereka.
Ketika melihat Yesus,
orang banyak itu tercengang-cengang semua
dan bergegas menyambut Dia.
Yesus lalu bertanya kepada mereka,
“Apa yang kamu persoalkan dengan mereka?”
Kata seorang dari orang banyak itu,
“Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu
karena ia kerasukan roh yang membisukan dia.
Setiap kali roh itu menyerang, anakku dibantingnya ke tanah.
Lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan,
dan tubuhnya menjadi kejang.
Aku sudah minta kepada murid-murid-Mu,
supaya mereka mengusir roh itu,
tetapi mereka tidak dapat.”
Maka kata Yesus kepada mereka,
“Hai kamu angkatan yang tidak percaya,
berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu?
Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu?
Bawalah anak itu ke mari!”
Lalu mereka membawanya kepada Yesus.
Dan ketika roh itu melihat Yesus,
anak itu segera digoncang-goncangnya,
dan anak itu terpelanting di tanah dan terguling-guling,
sedang mulutnya berbusa.
Kemudian Yesus bertanya kepada ayah anak itu,
“Sudah berapa lama ia mengalami ini?”
Jawabnya, “Sejak masa kecilnya!
Seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api atau ke dalam air
untuk membinasakannya.
Sebab itu, jika Engkau dapat berbuat sesuatu,
tolonglah kami dan kasihanilah kami.”
Jawab Yesus, “Katamu, ‘jika Engkau dapat?’
Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”
Segera ayah anak itu berteriak.
“Aku percaya! Tolonglah aku yang tidak percaya ini!”
Ketika Yesus melihat makin banyak orang yang datang berkerumun,
Yesus menegur roh jahat itu dengan keras, kata-Nya,
“Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli,
Aku memerintahkan engkau:
Keluarlah dari anak ini, dan jangan memasukinya lagi!”
Lalu keluarlah roh itu sambil berteriak
dan menggoncang-goncangkan anak itu dengan hebatnya.
Anak itu kelihatannya seperti orang mati,
sehingga banyak orang mengatakan, “Ia sudah mati.”
Tetapi Yesus memegang tangannya dan membangunkannya,
lalu ia bangkit sendiri.
Ketika Yesus sudah di rumah,
dan murid-murid-Nya sendirian dengan Dia,
bertanyalah mereka,
“Mengapa kami tidak dapat mengusir roh itu?”
Jawab Yesus,
“Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa.”
Demikianlah sabda Tuhan.
*************
ℍ
Ketika Yesus sudah di rumah, dan murid-murid-Nya sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: “Mengapa kami tidak dapat mengusir roh itu?” Jawab-Nya kepada mereka: “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa.” [Mrk 9: 28 – 29].
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa dalam peristiwa Yesus mengusir roh jahat dari seorang anak Tuhan berkata: “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa”? Logika dari hal ini adalah bahwa ada roh jahat yang dapat diusir tanpa doa. Jika Tuhan berkata, “Roh jenis ini, hanya dapat diusir dengan doa,” itu berarti bahwa ada roh-roh lain yang dapat diusir tanpa doa.
Ini seperti mengatakan bahwa tidak semua penyakit dapat disembuhkan dengan operasi. Anda tidak dapat menyembuhkan batuk dengan operasi. Itu akan menjadi konyol. Sama halnya dengan tidak semua penyakit dapat disembuhkan dengan antibiotik. Ada obat khusus untuk penyakit tertentu.
Beberapa roh jahat sebenarnya dapat diperparah oleh doa. Benarkah? Kemalasan adalah salah satu contohnya. Kemalasan tidak dapat disembuhkan dengan doa. Jika Anda berdoa, Anda akan menjadi lebih malas. Kemalasan disembuhkan dengan tindakan. Sifat kekanak-kanakan tidak dapat disembuhkan dengan doa. Semakin banyak Anda berdoa, semakin Anda kekanak-kanakan. Cara untuk menyembuhkan sifat kekanak-kanakan adalah dengan bertindak seperti orang dewasa yang matang dan melayani orang lain. Ilusi tidak dapat disembuhkan dengan doa, karena doa dapat membuat Anda berpindah dari satu ilusi ke ilusi berikutnya.
Di sisi lain, roh-roh jahat seperti ketidaksabaran, kemarahan dan kenajisan dapat disembuhkan dengan doa. Kejahatan-kejahatan ini dapat dikurangi dengan doa. Sebaliknya, kejahatan-kejahatan lain hanya akan diperburuk oleh doa.
Ketahuilah penyakitnya terlebih dahulu, kemudian, berikanlah obatnya. Anda tidak menyembuhkan pneumonia dengan operasi. Anda tidak dapat menyembuhkan flu biasa dengan antibiotik. Tidak semua penyakit rohani dapat diatasi dengan doa. Masing-masing memerlukan penanganan yang tepat. Kenali penyakitnya terlebih dahulu, lalu berikan obatnya.
Tuhan, bantu aku mengenali secara tepat, langkah-langkah untuk menyembuhkan penyakit rohaniku. Amin.
Selamat beraktivitas di pekan yang baru. ⒿⓁⓊ! ❤️
RP Joni Astanto MSC