Jumat, 07 Februari 2025
Sabda Kehidupan
Jumat 07 Februari 2025
Markus 6:18-19 (Mrk 6:14-29)
Yohanes pernah menegor Herodes: “Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!” Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia..”
Kasih Dalam Bentuk Teguran
Kebanyakan orang tidak berani menegur seorang penguasa, sekalipun ia telah berbuat salah. Apalagi menegur seorang raja. Tapi bagi Yohanes Pembaptis, ia lebih takut kepada Allah dari pada kepada manusia. Prinsip Yohanes sama dengan Yesus, yang pernah berkata, “Janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.” (Mat 10:28).
Oleh karena itu Yohanes dengan berani menegur Raja Herodes yang mengambil istri Filipus saudaranya sendiri. Sungguh tragis apa yang dialami Yohanes, ia mati di tangan Herodes. Namun kesaksian kenabiannya tetap hidup dan abadi, sementara itu kekejaman Herodes membawanya pada hukuman abadi.
Yohanes berani menegur Herodes sesungguhnya demi kebaikan sang raja. Kiranya kitapun diberi keberanian oleh Tuhan untuk memperjuangkan kebenaran, berani menegur bila ada yang perlu diperbaiki. Semua teguran ini kita lakukan dengan alasan cinta.
Teguran adalah bagian dari suara kenabian. Baik menegur maupun mendapat teguran, keduanya adalah pesan Tuhan untuk berjalan di jalan Tuhan. Memang tidak enak hati menegur apalagi ditegur. Tapi bila dilakukan karena cinta, atau dilihat sebagai ungkapan cinta, yakni demi kebaikan, kiranya menjadi berkat bagi kita dan menjadi cara Tuhan membentuk kita dan orang yang ditegur. Dalam Amsal 27:5 dikatakan, “ Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi.”
Selamat hari Jumat pertama di bulan Februari. Selalu berani bila bersama Yesus.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 07 Feb 2025
Jumat Pekan Biasa IV
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Luk 8:15
Bacaan Injil: Mrk 6:14-29
**************
Bait Pengantar Injil
Luk 8:15
Berbahagialah orang yang menyimpan sabda Allah
dalam hati yang baik dan tulus ikhlas,
dan menghasilkan buah berkat ketabahannya.
Bacaan Injil
Mrk 6:14-29
Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, kini bangkit lagi.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Pada waktu itu Raja Herodes mendengar tentang Yesus,
sebab nama-Nya memang sudah terkenal, dan orang mengatakan,
“Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati,
dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia.”
Yang lain mengatakan, “Dia itu Elia!”
Yang lain lagi mengatakan,
“Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu.”
Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata,
“Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya,
dan kini bangkit lagi.”
Memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes
dan membelenggunya di penjara
berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya,
karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri.
Karena Yohanes pernah menegur Herodes,
“Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!”
Karena kata-kata itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes
dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat,
sebab Herodes segan akan Yohanes
karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci,
jadi ia melindunginya.
Tetapi setiap kali mendengar Yohanes,
hati Herodes selalu terombang-ambing,
namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.
Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias,
ketika Herodes – pada hari ulang tahunnya –
mengadakan perjamuan untuk pembesar,
para perwira dan orang-orang terkemuka di Galilea.
Pada waktu itu puteri Herodias tampil lalu menari,
dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya.
Maka Raja berkata kepada gadis itu,
“Minta dari padaku apa saja yang kauingini,
maka akan kuberikan kepadamu!”
Lalu Herodes bersumpah kepadanya,
“Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu,
sekalipun itu setengah dari kerajaanku!”
Anak itu pergi dan menanyakan ibunya,
“Apa yang harus kuminta?”
Jawab ibunya, “Kepala Yohanes Pembaptis!”
Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta,
“Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku
kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!”
Maka sangat sedihlah hati raja!
Tetapi karena sumpahnya
dan karena segan terhadap tamu-tamunya,
ia tidak mau menolaknya.
Raja segera menyuruh seorang pengawal
dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes.
Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara.
Ia membawa kepala itu di sebuah talam
dan memberikannya kepada gadis itu,
dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya.
Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu
mereka datang dan mengambil mayatnya,
lalu membaringkannya dalam kuburan.
Demikianlah sabda Tuhan.
***************
ℍ
“Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya, perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea. Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: “Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!”, lalu bersumpah kepadanya: “Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!” Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: “Apa yang harus kuminta?” Jawabnya: “Kepala Yohanes Pembaptis!” (Mrk 6: 21 – 24).
Sensualitas dapat menjerumuskan Anda untuk memenggal kepala orang tak bersalah. Kita merenungkan hidup dan kemartiran Yohanes Pembaptis, seorang yang memiliki iman teguh dan komitmen yang kokoh terhadap kebenaran. Kisahnya mengajarkan kita tentang ketenaran, popularitas, sensualitas, dan keberanian untuk mempertahankan prinsip-prinsip kita.
Misi Yohanes Pembaptis untuk membawa orang lain kepada Tuhan membuatnya dikagumi sekaligus dimusuhi. Ketenarannya menimbulkan rasa ingin tahu, tetapi juga iri hati. Seperti Yohanes, kita juga dapat menghadapi kritik atau penilaian yang salah ketika sungguh-sungguh menghidupi iman kita. Alih-alih memikirkan apa yang orang lain katakan, kita dipanggil untuk tetap fokus pada misi kita. Janganlah kita membiarkan pendapat orang lain mengalihkan perhatian kita dari tujuan kita.
Kisah tragis Herodes dan tarian putri Herodias menunjukkan bagaimana keinginan sesaat dapat menyebabkan konsekuensi yang menghancurkan. Kurangnya pengendalian diri Herodes menyebabkan kematian seorang yang tidak bersalah. Hawa nafsu yang tidak terkendali dapat mengaburkan penilaian dan menuntun kita untuk mencelakakan diri kita sendiri dan orang lain. Mari kita menjaga hati kita, tetap waspada terhadap godaan yang dapat menjauhkan kita dari kebenaran dan kasih Allah.
Yohanes Pembaptis berdiri teguh dalam memberitakan kebenaran, bahkan dengan mengorbankan nyawanya. Kemartirannya mengingatkan kita untuk memprioritaskan kebenaran di atas kenyamanan, kemudahan, atau pengakuan. Dalam kehidupan kita sendiri, kita dipanggil untuk menjadi saksi-saksi kebenaran, menolak keinginan sesaat dan berdiri teguh dalam iman, bahkan ketika itu menuntut pengorbanan yang besar.
Tuhan, Engkau tahu betapa penakutnya kami. Tolonglah kami untuk menanggapi Injil Putera-Mu Yesus dengan sungguh-sungguh dan karuniai kami wawasan serta keberanian seperti para nabi. Amin.
Selamat beraktivitas. Selamat Jumat Pertama. Hidup dalam kebenaran! ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC