Kamis, 06 Februari 2025
Sabda Kehidupan
Kamis 06 Februari 2025
Peringatan St Paulus Miki
Markus 6:7-8a (Mrk 6:7-13)
Yesus memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka….
Kita Dipanggil Dan Diutus Bersama Yang Lain
Injil hari ini mengingatkan kita pada maksud utama kehadiran kita di dunia ini adalah untuk mengemban misi Allah, mewartakan Injil kasihNya dan menjadi saksi kebaikan Tuhan.
Tentu saja kita tidak dapat berjalan sendirian. Yesus meminta kita berjalan bersama dengan orang lain. Kita butuh teman. Yesus pun ikut menemani kita dan memberi kuasa dan semua anugerah yang kita perlukan untuk melawan kejahatan.
Bekal utama kita adalah kasih Allah yang tak terhingga dalam Yesus. Bukan roti, uang atau pakaian. Kita bersandar pada kasih Tuhan. Semua yang kita perlukan pasti akan ditambahkan. Yesus telah bersabda, “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Mat 6:33).
Lihatlah ke dalam diri, semua berkat dan potensi diri yang telah Tuhan anugerahkan. Bila Tuhan mengutus kita, Ia pasti membekali kita dengan rahmatNya yang perlu untuk itu.
Lihatlah ke sekeliling, orang-orang yang Tuhan hadirkan dalam hidup dan perutusan kita. Kita tidak sendirian dan kita punya segalanya yakni iman kita akan Yesus. Ingatlah kata Petrus, “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!” (Kis 3:6).
Betapa kuat kuasa Nama Yesus, itulah bekal hidup kita untuk terus berjalan melaksanakan perutusan kita di dunia ini, menjadi rasul Kristus. Setialah sampai akhir.
St Paulus Miki dan teman-temannya, para martir Kristus di Jepang, menjadi inspirasi bagi kita. Menabur iman dan bekerja untuk kerajaan Allah tidak pernah sia-sia. Iman itu terus bertumbuh dan berkembang hingga saat ini dan sampai kapanpun.
Selamat melayani bersama Tuhan dan sesama saudara lainnya. Yesus menemani kita.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 06 Feb 2025
Kamis Pekan Biasa IV
PW S. Paulus Miki dan teman-temannya, Martir
Warna Liturgi: Merah
Bait Pengantar Injil: Mrk 1:15
Bacaan Injil: Mrk 6:7-13
*************
Bait Pengantar Injil
Mrk 1:15
Kerajaan Allah sudah dekat.
Percayalah kepada Injil.
Bacaan Injil
Mrk 6:7-13
Yesus mengutus murid-murid-Nya.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Sekali peristiwa, Yesus memanggil kedua belas murid
dan mengutus mereka berdua-dua.
Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat,
dan berpesan kepada mereka
supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan,
kecuali tongkat;
roti pun tidak boleh dibawa,
demikian pula bekal dan uang dalam ikat pinggang;
mereka boleh memakai alas kaki,
tetapi tidak boleh memakai dua baju.
Kata Yesus selanjutnya kepada murid-murid itu,
“Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah,
tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu.
Kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu,
dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu,
keluarlah dari situ dan bebaskanlah debu yang di kakimu
sebagai peringatan bagi mereka.”
Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat.
Mereka mengusir banyak setan,
dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak,
dan menyembuhkan mereka.
Demikianlah sabda Tuhan.
*************
ℍ
“Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat…. Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.” [Mrk 6: 7. 12 – 13].
Injil hari ini mengisahkan Kedua belas Rasul, yang diutus berdua-dua menjalankan misi pertama mereka untuk berkhotbah dan menyembuhkan. Kisah ini juga berbicara tentang misi yang kita miliki bersama sebagai murid-murid Yesus. Yesus memanggil kita untuk menjadi bagian dari Gereja misioner-Nya – Gereja yang bergerak, mencari dan melayani. Kita tidak dimaksudkan untuk tetap diam di tempat, tetapi untuk membawa kasih dan pengharapan-Nya ke dalam dunia. Kita dipanggil untuk menjadi murid-murid yang aktif, diutus untuk memberitakan pesan keselamatan-Nya.
Pertama, Yesus mengutus kita. Sebagai anggota-anggota Gereja yang misioner, iman kita bukanlah iman yang bersifat pribadi atau pasif. Kita dipanggil untuk mengambil risiko, menjangkau mereka yang membutuhkan, dan memenuhi misi penginjilan. Gereja kita bukanlah sebuah museum masa lalu, melainkan Gereja yang dinamis dan hidup yang dipenuhi dengan Roh Kudus. Kita merangkul identitas ini dan hidup dengan semangat keberanian dan tujuan.
Kedua, Yesus mengutus kita “berdua-dua”. Kita tidak dipanggil untuk melakukan perjalanan sendirian; kita diutus sebagai sebuah komunitas yang bersatu dalam kasih dan tujuan. Penginjilan bersama tidak hanya memperkuat pesan kita, tetapi juga mengingatkan kita akan sukacita dan dukungan yang ditemukan dalam bekerja bersama untuk Kerajaan Allah. Mari kita melawan godaan individualisme dan berjalan bersama sebagai saksi-saksi kasih-Nya.
Ketiga, Yesus memanggil kita untuk menjadi pewarta. Untuk memberitakan kasih Allah, untuk mengingatkan dunia bahwa pengorbanan-Nya di kayu salib adalah tanda pengharapan yang paling utama. Marilah kita membagikan Kabar Baik bahwa kehadiran Tuhan selalu dekat. Dengan pesan pengharapan ini, kita mengingatkan orang lain-dan diri kita sendiri-bahwa kasih Allah mentransformasi setiap situasi.
Marilah kita maju, bersatu dalam misi, untuk membagikan sukacita Injil kepada dunia!
Tuhan, mereka hanyalah nelayan yang sedang membersihkan jala, tetapi Engkau memanggil para rasul-Mu untuk memberitakan Kabar Baik-Mu. Buatlah kami tidak takut untuk menyampaikan firman-Mu. Mampukan kami menyuarakan Firman-Mu tanpa ragu, bahkan kepada orang-orang yang tidak tidak mau mendengarkannya. Amin.
Selamat beraktivitas. Selamat bermisi! ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC