Rabu, 05 Februari 2025
Sabda Kehidupan
Rabu 05 Februari 2025
Peringatan St Agatha
Markus 6:4-5 (Mrk 6:1-6)
Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.” Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka.
Penolakan Janganlah Melumpuhkan Kita
Yesus telah berkarya di berbagai tempat dan disambut dengan luar biasa karena begitu banyak mujizat yang telah dilakukanNya. Betapa pedih hatiNya ketika pulang ke Nazaret kampung halamanNya, semua hikmat oleh sabdaNya yang menakjubkan, dimentahkan oleh sikap meremehkan dan prasangka buruk orang sekampungNya.
Ditolak oleh orang yang tidak dikenal tak sepedih bila ditolak oleh orang yang begitu dekat relasinya dengan kita. Entah orangtua, anak-anak sendiri, suami, istri, kakak, adik, teman dekat, kekasih hati. Merasa ditolak, tidak dicintai, diremehkan, sungguh melumpuhkan. Hilang semua energi batin dan orang menjadi tak berdaya.
Namun apapun yang terjadi ingatlah bahwa keluarga dan sahabat adalah bagian yang tak terpisahkan dari hidup kita. Mengampuni dan berdamai kembali sungguh menyembuhkan luka hati. Yesus Tuhan kita, sekalipun ditolak bahkan dianiaya dan disalibkan oleh bangsaNya sendiri, dengan penuh kasih tak henti mengampuni. Di atas kayu salib Yesus berdoa, “Bapa ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Luk 23:34).
’Janganlah simpan dalam hati’ adalah nasehat bijak untuk kita tak menyimpan dendam dan tak henti mencintai.
Tak perlu mencari pujian dan hormat untuk sebuah ketulusan hati. Tuhan telah bersabda, “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu.” (2 Kor 12:9). Tuhan tidak pernah menolak kita. Oleh karena itu, atas semua yang kita lakukan, katakanlah dengan sukacita di hati, “ini kulakukan karena aku mencintaimu.” Entah dibalas atau tidak, tidaklah masalah. Mencintaimu, mengampunimu, menghormatimu, itulah keputusanku.
Penolakan janganlah melumpuhkan kita. Sekalipun terluka kita tak berhenti melayani dan berbuat baik.
Selamat Hari Rabu. Damailah selalu di hati.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 05 Feb 2025
Rabu Pekan Biasa IV
PW S. Agata, Perawan dan Martir
Warna Liturgi: Merah
Bait Pengantar Injil: Yoh 10:27
Bacaan Injil: Mrk 6:1-6
*************
Bait Pengantar Injil
Yoh 10:27
Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan.
Aku mengenal mereka, dan mereka mengikuti Aku.
Bacaan Injil
Mrk 6:1-6
Seorang nabi dihormati di mana-mana
kecuali di tempat asalnya sendiri.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Pada suatu ketika, Yesus tiba kembali di tempat asal-Nya,
sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia.
Pada hari Sabat Yesus mengajar di rumah ibadat,
dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia.
Mereka berkata, “Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?
Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya?
Dan mujizat-mujizat yang demikian,
bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya?
Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria?
Bukankah Ia saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon?
Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?”
Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.
Maka Yesus berkata kepada mereka,
“Seorang nabi dihormati di mana-mana
kecuali di tempat asalnya sendiri,
di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.”
Maka Yesus tidak mengadakan satu mujizat pun di sana,
kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit
dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka.
Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.
Demikianlah sabda Tuhan.
**************
ℍ
”Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka, “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.” (Mrk 6: 3c – 4).
Bulan Februari 2019 yang lalu, seorang putra Marind ditahbiskan menjadi seorang imam Misionaris Hati Kudus. Dialah seorang MSC Marind pertama! Maka dalam perayaan Misa Pertama di kampung, ribuan orang, tua-muda, berduyun-duyun ke kampungnya. Bahkan begitu banyak yang datang dari Merauke. Jalan rusak dan berlumpur pun tidak menjadi halangan bagi orang-orang yang akan menghadiri misa pertama tersebut. Kampung pun menjadi begitu meriah dengan hiasan janur di sepanjang jalan.
Jika Yesus datang di tengah-tengah kita saat ini, akankah Ia mendapatkan sambutan yang luar biasa? Ketika Ia kembali ke kampung halamannya, dan mengajar di rumah ibadat, Ia ditolak. “Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia,” (Mrk 6: 2 – 3).
Mungkin kita tidak terang-terangan menolak-Nya. Tetapi di masa sekarang ini ada begitu banyak bentuk penolakan terhadap Dia. Jika ada undangan misa di lingkungan, berapa orang yang datang? Jika ada undangan pesta dan acara, orang tahan untuk goyang sampai pagi, tetapi untuk misa selama 1 jam saja terasa berat. Kita tahan duduk berjam-jam “main” hp, tapi enggan duduk sementara waktu untuk berjumpa dengan Yesus. Lebih mudah kita membagikan tulisan, gambar, video yang berisi hal-hal yang belum tentu benar, lelucon-lelucon, ketimbang membagikan warta kebenaran di media sosial. Berapa lama lagi kita menolak-Nya?
Semoga St. Agatha yang kita peringati hari ini, mendorong kita untuk berani berkorban demi iman kita.
Tuhan, semoga kami selalu siap dan terbuka menyambut-Mu dan mendengarkan apa yang Engkau katakan kepada kami, juga ketika perkataan-Mu membuat mengusik kemapanan kami. Amin.
Selamat beraktivitas. Selalu terbuka bagi kehadiran-Nya yang mengusik! ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC