Selasa, 04 Februari 2025
Sabda Kehidupan
Selasa 04 Februari 2025
Markus 5:34 (Mrk 5:21-43)
Kata-Nya kepada perempuan itu: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!”
Semua Yang Kita Hrapkan Ada Pada Yesus
Seorang perempuan yang sudah 12 tahun menderita sakit pendarahan, sembuh seketika, saat ia menjamah jubah Yesus. Tidak seperti biasanya orang datang kepada Yesus dan menyampaikan permohonan secara lisan, perempuan ini hanya berucap dalam hatinya, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”
Sentuhan kecil di ujung jubah Yesus oleh tangan penuh pengharapan dan iman, menarik keluar energi ilahi yakni kasih Allah dalam diri Yesus dan ia sembuh! Bukan hanya kesembuhan fisik yang ia dapatkan, lebih dari itu, ia mendapatkan keselamatan. Ia sembuh jiwa dan raganya. Hidupnya dipulihkan seutuhnya.
Mari datang selalu pada Yesus. Semua yang kita harapkan terjadi pada kita terpenuhi dalam Yesus. Jamahlah hatiNya dengan doa yang penuh iman. Kita percaya Yesus tetap sama, dahulu sekarang dan sampai selamanya. Ia memberi kita anugerah serta kasih karunia jauh melampaui apa yang kita harapkan.
Kita minta rejeki, Yesus memberikan kita Roh KudusNya sebagai jawaban untuk semua doa kita. Kita minta kesembuhan, Yesus memberikan kita keselamatan, yakni persatuan kita denganNya sampai kekal.
Dalam kisah Injil hari ini, Yesus juga membangkitkan anak Yairus, kepala rumah ibadat. Orang berpikir sudah terlambat karena si gadis kecil yang sakit sudah meninggal. Bagi Yesus tidak ada kata terlambat. Ia selalu on time, ada pada waktunya.
Percayalah, Yesus sanggup memulihkan kita. Ia menjadikan segala sesuatu indah pada waktuNya. KepadaNya kita selalu berharap dan percaya. Kasih ilahiNya selalu mengalir di hidup kita.
Selamat hari Selasa. Selalu ada harapan baru oleh kasih setia Tuhan❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 04 Feb 2025
Selasa Pekan Biasa IV
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Mat 8:17
Bacaan Injil: Mrk 5:21-43
************
Bait Pengantar Injil
Mat 8:17
Yesus memikul kelemahan kita,
dan menanggung penyakit kita.
Bacaan Injil
Mrk 5:21-43
Hai anak, Aku berkata kepadamu: Bangunlah!
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Sekali peristiwa, setelah Yesus menyeberang dengan perahu,
datanglah orang banyak berbondong-bondong
lalu mengerumuni Dia.
Ketika itu Yesus masih berada di tepi danau.
Maka datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus.
Ketika melihat Yesus, tersungkurlah Yairus di depan kaki-Nya.
Dengan sangat ia memohon kepada-Nya,
“Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati.
Datanglah kiranya, dan letakkanlah tangan-Mu atasnya,
supaya ia selamat dan tetap hidup.”
Lalu pergilah Yesus dengan orang itu.
Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia
dan berdesak-desakan di dekat-Nya.
Adalah di situ seorang perempuan
yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.
Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib,
sampai habislah semua yang ada padanya;
namun sama sekali tidak ada faedahnya,
malah sebaliknya: keadaannya makin memburuk.
Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus.
Maka di tengah-tengah orang banyak itu
ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.
Sebab katanya, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”
Sungguh, seketika itu juga berhentilah pendarahannya
dan ia merasa badannya sudah sembuh dari penyakit itu.
Pada ketika itu juga Yesus mengetahui,
bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya,
lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya,
“Siapa yang menjamah jubah-Ku?”
Murid-murid-Nya menjawab,
“Engkau melihat sendiri
bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu!
Bagaimana mungkin Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?”
Lalu Yesus memandang sekeliling-Nya
untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu.
Maka perempuan tadi menjadi takut dan gemetar
sejak ia mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya.
Maka ia tampil dan tersungkur di depan Yesus.
Dengan tulus ia memberitahukan segala sesuatu kepada Yesus.
Maka kata Yesus kepada perempuan itu,
“Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.
Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!”
Ketika Yesus masih berbicara
datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata,
“Anakmu sudah mati!
Apa perlunya lagi engkau menyusahkan Guru?”
Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka
dan berkata kepada kepala rumah ibadat,
“Jangan takut, percaya saja!”
Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorang pun ikut serta,
kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus.
Dan tibalah mereka di rumah kepala rumah ibadat,
dan di sana Yesus melihat orang-orang ribut,
menangis dan meratap dengan suara nyaring.
Sesudah masuk, Yesus berkata kepada orang-orang itu,
“Mengapa kamu ribut dan menangis?
Anak ini tidak mati, tetapi tidur!”
Tetapi mereka menertawakan Dia.
Maka Yesus menyuruh semua orang itu keluar.
Lalu Ia membawa ayah dan ibu anak itu,
dan mereka yang bersama-sama dengan Yesus
masuk ke dalam kamar anak itu.
Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya, “Talita kum,”
yang berarti: “Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!”
Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan,
sebab umurnya sudah dua belas tahun.
Semua orang yang hadir sangat takjub.
Dengan sangat Yesus berpesan kepada mereka,
supaya jangan seorang pun mengetahui hal itu,
lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.
Demikianlah sabda Tuhan.
*************
ℍ
“Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” (Mrk 5: 28).
Injil hari ini berkisah tentang penyembuhan anak Yairus dan seorang perempuan yang sudah duabelas tahun lamanya menderita pendarahan. Baik Yairus dan perempuan yang menderita sakit pendarahan itu datang kepada Yesus dengan ketidakberdayaan mereka. Tidak ada solusi yang mungkin bagi perempuan yang menderita pendarahan itu dan anak perempuan Yairus yang sudah hampir mati atau mungkin sudah mati pada saat Yesus sampai di rumah mereka.
Namun, keduanya datang kepada Yesus dengan iman yang besar! Yairus secara terbuka meminta Yesus untuk datang ke rumah-Nya untuk putrinya. Mungkin teman-temannya amat heran dengan perilakunya, sebagai seorang pemimpin sinagoga, dia seharusnya tidak mengemis pada seorang nabi dari Nazareth yang mengundang tanya itu. Namun kita juga memahami bagaimana seorang ayah yang putus asa rela melakukan apa saja ketika kehidupan anaknya dipertaruhkan.
Di sisi lain perempuan yang menderita pendarahan menahun itu diam-diam menyentuh jumbai jubah Yesus. Dia datang diam-diam, takut ketahuan, karena menurut agama Yahudi ia adalah seorang yang najis. Tapi dia nekat, dia hanya memiliki satu hal dalam pikirannya, melampaui rasa takut dan putus asa, yaitu keyakinannya bahwa ia akan sembuh.
Keyakinan iman dan harapan mereka terbayar lunas! Yesus berkata kepada Yairus untuk percaya ketika orang-orang mengatakan kepadanya bahwa anaknya telah mati. Yesus juga berkata kepada perempuan yang dengan rendah hati berlutut di hadapan-Nya setelah disembuhkan, “Imanmu telah menyelamatkan engkau.”
Apapun masalah atau kesulitan kita, siapa pun kita, kapan pun kita mendekati Yesus dengan iman yang tulus dan jujur, Ia akan datang tanpa syarat, dengan cara-Nya yang luar biasa untuk menyelamatkan kita. Ia tidak hanya menyembuhkan kita dari kelemahan fisik, dari penyakit, dari rasa malu, dari rasa bersalah kita atau dari cacat sosial; Yesus datang untuk memulihkan martabat kita, kesatuan kita dengan keluarga, dengan komunitas dan seluruh Gereja dan kesatuan kita dengan Pencipta kita.
Dengan harapan dan iman yang tulus kita jalani peziarahan harapan di tahun Yubileum ini.
Ya Yesus, terima kasih atas karunia iman. Ku angkat kepada-Mu segala sesuatu yang menyusahkanku, karena aku tahu Engkau memegang kendali atas segala sesuatu. Berilah aku kedamaian. Amin.
Selamat beraktivitas. Teguh dalam iman dan pengharapan! ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC