Senin, 03 Februari 2025
Sabda Kehidupan
Senin 03 Februari 2025
Peringatan St Blasius
Markus 5:16-17 (Mrk 5:1-20)
Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceriterakan kepada mereka tentang apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu, dan tentang babi-babi itu. Lalu mereka mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka.
_Harta Atau Nyawa?
Injil hari ini mengisahkan bagaimana Yesus mengusir roh jahat yang kurang lebih 2000 jumlahnya dari dalam diri seorang Gerasa.
Yesus datang membawa terang di tengah kegelapan dan membawa damai di tengah kekacauan dan keributan oleh orang yang kerasukan roh jahat itu.
Demi menyelamatkan jiwa orang itu, Yesus membiarkan roh-roh jahat itu pindah ke babi-babi hingga matilah semua babi itu tercebur ke dalam danau. Bagi Yesus jiwa manusia lebih penting dari babi-babi itu.
Bagi orang yang berpikir ekonomis, tentu sayang bahwa 2000 babi itu mati begitu saja. Orang Gerasa para pemilik babi itu tentu marah pada Yesus karena kerugian finansial mereka. Tapi tindakan Yesus membuka kemunafikan mereka.
Seharusnya orang Gerasa tidak boleh memelihara babi karena mereka adalah orang Yahudi. Babi adalah binatang najis. Tapi demi uang, mereka memelihara babi-babi itu untuk dijual kepada orang non Yahudi. Tidak senang karena Yesus telah membuka aib mereka, mereka lalu mengusir Yesus pergi dari sana.
Mereka tidak peduli dengan kebaikan yang dibuat Yesus bagi orang sekampungnya, karena bagi mereka, orang yang kerasukan itu tidak ada artinya dibanding harta milik mereka.
Jangan sampai pertimbangan finansial ekonomis ini kita pakai mengukur relasi kita dengan Tuhan. Bahwa lebih baik harta daripada nyawa. Lebih baik mencari uang daripada ke gereja atau ikut ibadah. Orang merasa tidak ada untungnya bekerja buat Tuhan. Membuang-buang waktu saja.
Orang baru menyadari, ketika uang tak dapat membeli kesehatan, rumah yang megah tak menjamin orang bisa tidur nyenyak atau hidup rukun, barulah orang berteriak, Tuhan…Tuhan tolong kami !.
Ingatlah kasih Yesus tidak tergantung seberapa kuat seruan permohonan kita, tapi seberapa terbuka pintu hati kita untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, yang jauh lebih berharga dari harta duniawi kita.
Yesus mengerti bahwa kita perlu hidup bahkan Yesus pun ingin kita hidup sejahtera lahir batin. Karena itu Yesus bersabda, “kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya…..Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”
Semangat Senin! Mari bekerja mengumpulkan harta surgawi. Yesus memberkati kita.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 03 Feb 2025
Senin Pekan Biasa IV
PF S. Ansgarius, Uskup
PF S. Blasius, Uskup dan Martir
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Luk 7:16
Bacaan Injil: Mrk 5:1-20
*************
Bait Pengantar Injil
Luk 7:16
Seorang nabi besar telah muncul di tengah kita,
dan Allah mengunjungi umat-Nya.
Bacaan Injil
Mrk 5:1-20
Hai Roh Jahat, keluarlah dari orang ini!
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Sekali peristiwa,
sampailah Yesus dan murid-murid-Nya di seberang danau Galilea,
di daerah orang Gerasa.
Baru saja Yesus turun dari perahu,
datanglah kepadanya
seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan.
Orang itu diam di sana
dan tidak ada lagi yang sanggup mengikatnya,
dengan rantai sekalipun!
Sudah sering ia dibelenggu dan dirantai,
tetapi rantainya diputuskannya dan belenggu itu dimusnahkannya,
sehingga tidak ada seorang pun yang cukup kuat
untuk menjinakkannya.
Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit
sambil berteriak-teriak dan memukuli diri dengan batu.
Ketika melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya.
Ia lalu menyembah-Nya, dan dengan keras ia berteriak,
“Apa urusan-Mu dengan aku,
hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi?
Demi Allah, jangan siksa aku!”
Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya,
“Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!”
Kemudian Yesus bertanya kepada orang itu, “Siapa namamu?”
Jawabnya “Namaku Legion, karena kami banyak.”
Ia memohon dengan sangat
supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu.
Adalah di sana, di lereng bukit,
sekawanan babi sedang mencari makan.
Lalu roh-roh itu meminta kepada Yesus, katanya,
“Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu,
dan biarkanlah kami memasukinya!”
Yesus mengabulkan permintaan mereka.
Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu.
Maka kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun
dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.
Maka larilah penjaga-penjaga babi itu!
Mereka menceriterakan hal itu
di kota dan di kampung-kampung sekitarnya.
Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi.
Mereka datang kepada Yesus
dan melihat orang yang kerasukan itu duduk;
orang yang tadinya kerasukan legion itu,
kini berpakaian dan sudah waras.
Maka takutlah mereka.
Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceriterakan
apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu,
dan tentang babi-babi itu.
Lalu mereka mendesak Yesus
supaya Ia meninggalkan daerah mereka.
Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu,
orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta,
supaya ia diperkenankan menyertai Yesus.
Tetapi Yesus tidak memperkenankannya.
Yesus berkata kepada orang itu,
“Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu,
dan beritahukanlah kepada mereka
segala yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu,
dan ceriterakanlah bagaimana Ia telah mengasihani engkau!”
Orang itu pun pergi, dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis
segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya
dan mereka semua menjadi heran.
Demikianlah sabda Tuhan.
**************;
ℍ
“Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia.” (Mrk 5: 1 – 2).
Bacaan Injil hari ini mengisahkan penyembuhan orang yang kerasukan roh jahat di Gerasa. Saya mengundang Anda untuk merenungkan tiga hal sehubungan dengan penyembuhan orang Gerasa yang kerasukan roh jahat ini.
Pertama, roh jahat membawa perpecahan. Orang yang kerasukan roh jahat mengalami perpecahan batin. Kita pun mengalaminya setiap kali kita berpaling dari Tuhan karena dosa yang telah kita lakukan. Bahkan perpecahan dalam keluarga, komunitas, dan masyarakat kita sering kali merupakan wujud dari pekerjaan si jahat. Si jahat menggoda kita dengan cara yang menarik, yakni mendewakan diri sendiri. Godaan itu akan membawa kita pada kehancuran.
Kedua, kekuatan kejahatan harus diatasi dan dikalahkan, bukan dinegosiasikan. Saat kita jauh dari Kristus, si jahat tidak dapat dicegah dan tidak dapat dikendalikan; menciptakan kekacauan besar dan semua tampak tak berdaya. Tetapi, begitu kita menghadapi kejahatan dengan kuasa Kristus, iblis tidak dapat lagi melawan. Dosa dan kematian tidak memiliki masa depan ketika kita menghadapi mereka dengan kuasa Kristus, serta menaruh iman dan harapan kita kepada-Nya. Kita harus mengakui bahwa terlalu sering kita tergoda untuk berkompromi dengan dosa dan merasionalisasi tindakan kita. Tapi kita tidak bisa hidup berdampingan dengan kejahatan. Kejahatan harus dihancurkan, diusir dan dibuang dari kehidupan kita.
Ketiga, iman akan Kristus harus dibagikan kepada orang lain. Orang yang kerasukan roh jahat itu dipenuhi dengan keinginan untuk mengikuti Kristus setelah disembuhkan, tetapi Kristus memberinya tugas lain. Dia ingin menyertai Yesus karena dia bersyukur telah dibebaskan dari dosa dan kematian, namun Kristus memerintahkannya untuk tetap tinggal dan memberikan kesaksian tentang kuasa dan belas kasih Tuhan. Yesus berkata kepadanya: “Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!” (Mrk 5: 19). Maka dia harus pulang dan memberi tahu keluarganya bahwa apa yang dia terima bukan hanya anugerah pribadi, tetapi harus dibagikan dan dikomunikasikan kepada sebanyak mungkin orang. Pesannya adalah bahwa Kristus mengalahkan dosa dan telah mematahkan cengkeraman iblis terhadap umat manusia.
Mari kita renungkan, bagaimana saya memberi tempat bagi kuasa Kristus dalam diriku? Apakah saya dengan tegas melawan dosa dan kejahatan? Atau sering kali tergoda untuk berkompromi?
Ya Yesus, bebaskan kami dari segala yang jahat!
Selamat beraktivitas di pekan yang baru. Lawan si jahat! ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC