Sabtu, 18 Januari 2025
Sabda Kehidupan
Sabtu 18 Januari 2025
Markus 2:14 (Mrk 2:13-17)
Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia.
Jdilah Karunia Allah
Lewi adalah seorang pemungut cukai yang dipandang hina oleh orang Yahudi. Pertama karena ia adalah pengkhianat bangsa, antek penjajah Romawi. Namanya Lewi, seharusnya jadi kebanggaan orang Israel karena mengambil nama anak ke tiga Yakub yang jadi leluhur suku Lewi, para imam Israel. Tapi ia tidak hidup sesuai martabat namanya.
Ke dua, ia juga masuk kalangan para preman, karena memungut cukai lebih dari yang seharusnya demi kepentingan diri sendiri, termasuk dengan memakai ancaman bahkan kekerasan.
Tentu bagi Lewi gaya hidup seperti ini membuat dia merasa bersalah dengan apa yang ia kerjakan. Namun siapa yang akan menolong dia keluar dari rasa bersalah yang membebani hatinya?
Ketika Yesus memanggil dia, inilah kesempatan bagi Lewi untuk memulai hidup baru dan membaharui diri oleh kepercayaan Yesus, yang mengangkatnya sebagai salah satu muridNya.
Pesan yang indah di balik kisah Lewi adalah: seberapa hina kita di mata manusia, tidak seperti itulah kita di mata Tuhan. Yesus tidak melihat dosa dan kelemahan kita, tapi semua yang indah yang Allah anugerahkan ketika kita diciptakanNya.
Orang berdosa di mata Yesus adalah orang yang sakit yang perlu disembuhkan. Bukan dibiarkan sakit oleh dosa. Karena itu Yesus bersabda, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” (Ay 17).
Sebagaimana Yesus sanggup memulihkan jati diri Lewi sebagai pemungut cukai dan membuatnya menjadi Matius (artinya “karunia Allah”), demikian juga Yesus sanggup mengubah kita menjadi anak kekasih Allah Bapa.
Pengampunan Yesus membebaskan kita dari rasa bersalah yang senantiasa menghantui. Yesus memanggil kita bukan karena kehebatan kita, melainkan karena Ia mencintai kita dan menjadi segalanya bagi kita. Kita dijadikanNya kudus bukan karena jasa kita melainkan oleh karunia Roh Kudus yang dianugerahkan Yesus bagi kita saat kita dibaptis. Roh Yesus tinggal dalam hati kita untuk terus membaharui kita sesuai nama baptis kita. Tetaplah mengikuti Yesus dengan setia.
Selamat berakhir pekan. Jadilah ‘karunia Allah’ oleh kasih Yesus.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 18 Jan 2025
Sabtu Pekan Biasa I
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Luk 4:18-19
Bacaan Injil: Mrk 2:13-17
*******”*************************
Bait Pengantar Injil
Luk 4:18-19
Tuhan mengutus Aku
mewartakan Injil kepada orang yang hina-dina
dan memberitakan pembebasan kepada orang tawanan.
Bacaan Injil
Mrk 2:13-17
Aku datang bukan untuk memanggil orang benar,
melainkan orang berdosa.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Sekali peristiwa Yesus pergi lagi ke pantai Danau Galilea,
dan semua orang datang kepada-Nya.
Yesus lalu mengajar mereka.
Kemudian ketika meninggalkan tempat itu,
Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai,
Yesus berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!”
Maka berdirilah Lewi, lalu mengikuti Yesus.
Kemudian, ketika Yesus makan di rumah Lewi,
banyak pemungut cukai dan orang berdosa
makan bersama dengan Dia dan murid-murid-Nya,
sebab banyak orang yang mengikuti Dia.
Waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat,
bahwa Yesus makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa,
berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya,
“Mengapa Gurumu makan bersama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”
Yesus mendengar pertanyaan itu dan berkata kepada mereka,
“Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit!
Aku datang bukan untuk memanggil orang benar,
melainkan orang berdosa!”
Demikianlah sabda Tuhan.
***************************************
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA TOBELO, MALUKU UTARA
PENDOSA BERLAGAK SUCI
“Hanya ada selaput tipis yang membedakan orang lain dengan kita dalam hal dosa; Dosa orang lain berat tapi ringan dosa kita atau pun sebaliknya. Demikian pun dosa orang lain diketahui publik sedangkan dosa kita tersembunyi. Jika inilah yang terjadi maka janganlah berlagak suci karena di mata Tuhan kita semua pendosa yang memerlukan pengampunan-Nya untuk menjadi suci dan terselamatkan.”
Lagak suci yang ditampilkan oleh orang Farisi dan Agli Taurat dikisahkan dalam Injil hari ini:”Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: “Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” ( ayat 16 )
Pelajaran penting bagi kita di hari ini adalah:
1) Sadarlah bahwa sekecil dan seringan apa pun dosamu, tapi dosa tetaplah dosa yang membuat kita terpisah dari cinta Allah;
2) Janganlah menuduh dan menyebarkan aib serta dosa orang lain karena sesungguhnya saat itulah kesombonganmu menampilkan dosa pribadimu;
3) Bangunlah pertobatan pribadi sebagai ungkapan niatmu untuk mendapatkan pengampunan Allah sebagai syarat selamat.
Ingatlah bahwa berlagak suci tidak serta merta menghapus dosa-dosamu, melainkan hanya menutup dosamu sehingga tidak diketahui oleh orang lain. Namun saatnya akan tiba di mana Anda akan dipermalukan lebih daripada Anda mempermalukan sesamamu.
Selamat berakhir pekan untuk para sahabat.
Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.
( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong – Duc in Altum )