Rabu, 15 Januari 2025
Sabda Kehidupan
Rabu 15 Januari 2025
Markus 1:35 (Mrk 1;29-39)
Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.
Semuanya Dalam Doa, Sumber Kekuatan Kita
Yesus selalu membuka hari dengan berdoa kepada BapaNya. Demikian juga saat selesai berkarya Yesus datang kepada BapaNya dalam doa.
Doa bagi Yesus adalah perjumpaan dari hati ke hati dengan BapaNya di surga agar apapun yang dilakukan Yesus sesuai dengan kehendak BapaNya.
Bersatu hati dengan Bapa di surga itulah inti doa Yesus. Maka apa yang dilakukan Yesus, setiap keputusan yang diambilNya, seluruh hidup dan karyaNya, tak pernah lepas dari kesatuanNya dengan BapaNya, yang selalu menemaniNya, hadir bagiNya, dan berjalan bersamaNya.
Sebagai manusia biasa dan sekaligus Allah, Yesus mengalami betapa Ia disanjung, dipuja-puji, dicari-cari dan diikuti banyak orang. Hal ini dapat membuatNya terlena dan lengah serta menjauh dari kehendak BapaNya.
Yesus juga mengalami penolakan, sikap dan ujaran kebencian, iri hati pemuka Yahudi, ancaman fisik maupun mental. Kekuatan Yesus untuk menghadapi semuanya itu adalah kesatuanNya dengan BapaNya yang tak pernah meninggalkan Dia.
Apa yang dialami Yesus juga kita alami. Baik yang menyenangkan maupun yang menyedihkan serta menyakitkan. Sebagaimana halnya Yesus selalu membuka hari dengan doa dan mewarnai seluruh hidupNya dengan kesatuanNya dengan Bapa di surga, demikian juga kita tak dapat berjalan sendiri dan mengandalkan kemampuan diri sendiri.
Ingatlah ada kuasa kegelapan yang tidak senang bila kita dekat dengan Bapa kita di surga. Selalu ada kekuatan yang ingin menjatuhkan kita dan menggoda kita untuk mencari kesenangan dan menghindari pengorbanan dan derita. Mari kita selalu memulai hari dengan doa dan merenungkan Sabda Allah serta menutup hari dengan pujian syukur. Jangan biarkan kita terpisah dari Bapa di surga, dan dari Yesus yang setia menemani dan memegang tangan kita.
Berdoalah agar Roh Kudus menerangi budi dan hati kita. Biarlah suaraNya menjadi suara hati kita, sehingga semua keputusan, sikap dan tindakan kita sesuai dengan jalan yang ditunjuk Tuhan. Dalam doa kita bersandar sepenuhnya dalam rangkulan kasih Bapa, apapun yang terjadi dalam hidup kita.
Resapi selalu dari awal sampai akhir doa Bapa Kami yang diajarkan Yesus bagi kita, niscaya hati kita terpaut selalu kepada hati Bapa di surga.
Selamat hari Rabu. Diberkatilah semua niat baik dan karya kita hari ini.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 15 Jan 2025
Rabu Pekan Biasa I
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Yoh 10:27
Bacaan Injil: Mrk 1:29-39
**************************************
Bait Pengantar Injil
Yoh 10:27
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku.
Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku.
Bacaan Injil
Mrk 1:29-39
Ia menyembuhkan banyak orang
yang menderita bermacam-macam penyakit.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Sekeluarnya dari rumah ibadat di Kapernaum,
Yesus dengan Yakobus dan Yohanes
pergi ke rumah Simon dan Andreas.
Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam.
Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus.
Yesus pergi ke tempat perempuan itu,
dan sambil memegang tangannya Yesus membangunkan dia,
lalu lenyaplah demamnya.
Kemudian perempuan itu melayani mereka.
Menjelang malam, sesudah matahari terbenam,
dibawalah kepada Yesus
semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan.
Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu.
Ia menyembuhkan banyak orang
yang menderita bermacam-macam penyakit
dan mengusir banyak setan;
Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara,
sebab mereka mengenal Dia.
Keesokan harinya, waktu hari masih gelap,
Yesus bangun dan pergi ke luar.
Ia pergi ke tempat yang sunyi, dan berdoa di sana.
Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Yesus.
Waktu menemukan Yesus, mereka berkata:
“Semua orang mencari Engkau.”
Jawab Yesus, “Marilah pergi ke tempat lain,
ke kota-kota yang berdekatan,
supaya di sana juga Aku memberitakan Injil,
karena untuk itu Aku telah datang.”
Lalu pergilah Yesus ke seluruh Galilea,
dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka
dan mengusir setan-setan.
Demikianlah sabda Tuhan.
*****************************************
ORA ET LABORA! Berdoalah dan bekerjalah!
(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)
Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus dan orang2 lain.
Kita sudah pernah mendengar ungkapan ORA ET LABORA! Berdoalah dan bekerjalah! Doa dan kerja itu saling melengkapi. Kalau yang satu diabaikan maka yang lain akan kehilangan daya, semangat dan rohnya. Salah satu bahaya dalam hal ini adalah orang (kita) begitu sibuk dengan pekerjaan dan karier (labora) sampai lupa memberi waktu dan tempat untuk berdoa dan berkomunikasi dengan Tuhan (ora). Orang seringkali HANYUT bahkan TENGGELAM dalam “lautan” pekerjaan/kesibukan dan rutinitas sehari-hari.
Yesus, dalam Injil hari ini memberikan SATU TELADAN YG BAIK kepada murid2Nya jaman dulu dan kepada kita “jaman now” utk memperhatikan dan menghayati serta mengamalkan keseimbangan antara kehidupan ORA ET LABORA. Bukan hanya kerja, kerja, kerja, tetapi juga berdoa. Ataupun sebaliknya. Yesus mengisahkan kesibukan atau pelayananNya di Kaparnaum. “Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam2 penyakit dan mengusir banyak setan (bekerja, labora); Ia tidak memperbolehkan setan2 itu berbicara” (Mrk. 1:34).
Di tengah kesibukan pelayanan, pekerjaan, karirNya utk banyak orang, YESUS DENGAN SADAR DAN dengan TAHU DAN MAU MENGAMBIL WAKTU UNTUK HENING DAN BERDOA. “Pagi2 benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke TEMPAT YANG SUNYI dan BERDOA (ora) DI SANA” (Mrk. 1:35).
Hanyut dan tenggelam dalam “lautan” pekerjaan bisa membuat kita MELUPAKAN atau MENJAUHKAN atau mengafker atau “mempensiunkan” TUHAN dari hidup dan karya kita. Kita diingatkan saat ini di sini untuk selalu “MENYEDIAKAN WAKTU DAN TEMPAT UTK TUHAN” di tengah kesibukan dan hidup di dunia ini. Waktu dan tempat yang standar bagi kita yang beriman Kristiani Katolik adalah Misa Harian (vakultatip) dan YANG WAJIB adalah MISA HARI MINGGU dan Hari2 Raya yang disamakan dengan hari Minggu. Dan tempat yang standar adalah di gereja, kapel atau di tempat ibadat darurat yang telah disepakati bersama (bukan di rumah kita) . Selain waktu itu dipersilahkan untuk bekerja, bekerja dan bekerja!! Selamat ora et labora!!!
Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) MEMBERKATI kita sekalian yang menjaga keseimbangan antara ora et labora dalam hidup ini. Amin.