Sabtu, 11 Januari 2025
Sabda Kehidupan
Sabtu 11 Januari 2025
Yohanes 3:29-30 (Yoh 3:22-30)
”Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh. Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.”
Biarlah Yesus Semakin Besar Dan Kita Semakin Kecil
Dari segi kekerabatan dan dari segi usia, Yohanes Pembaptis harusnya dipanggil kakak oleh Yesus. Akan tetapi Yohanes Pembaptis begitu rendah hati, karena ia sungguh menyadari bahwa kelahirannya adalah untuk mempersiapkan kedatangan Mesias, Yesus Kristus yuniornya.
Bagi Yohanes sukacitanya menjadi penuh ketika semua orang dapat memandang Yesus sebagai Mesias, percaya padaNya dan menaruh harapan keselamatan pada Yesus. Inilah semangat sejati semua hamba Tuhan. Biarlah Yesus makin besar dan kita semakin kecil.
Hidup kita mendapatkan maknanya yang paling dalam ketika kita dapat menempatkan Yesus sebagai Tuhan kita dan kita ini pelayan-pelayanNya.
Ketika begitu banyak orang ingin menjadi nomor satu, paling besar, paling kuat dan hebat, paling terkenal, marilah kita belajar dari Yohanes Pembaptis. Dengan penuh kerendahan hati kita mengosongkan diri dan membiarkan Yesus memenuhi seluruh relung hati dan hidup kita. Biarlah nama Yesus yang ditinggikan dan Allah Bapa yang dimuliakan. Semua yang ada pada kita semata anugerah dan kasih karunia Allah melalui Yesus Tuhan kita.
”Ya Yesus, mengenalMu itulah sukacitaku. MencintaiMu itulah kebahagiaanku. MelayaniMu itulah kepenuhan hidupku. Biarlah Engkau semakin besar dan aku semakin kecil. Pakailh aku untuk kemuliaan namaMu. Dimuliakanlah namaMu untuk selamanya. Amin.”
Selamat berbahagia di akhir pekan. Kasih Yesus memenuhi hidup kita.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 11 Jan 2025
Sabtu Masa Natal
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Mat 4:16
Bacaan Injil: Yoh 3:22-30
**************************************
Bait Pengantar Injil
Mat 4:16
Bangsa yang diam dalam kegelapan
telah melihat Terang yang besar,
dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut
telah terbit Terang.
Bacaan Injil
Yoh 3:22-30
Sahabat mempelai bersukacita mendengar suara mempelai.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Sekali peristiwa
Yesus bersama murid-murid-Nya pergi ke tanah Yudea,
dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis.
Akan tetapi Yohanes pun membaptis juga di Ainon, dekat Salim,
sebab di situ banyak air,
dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis,
sebab pada waktu itu Yohanes belum dimasukkan ke dalam penjara.
Maka timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes
dengan seorang Yahudi tentang penyucian.
Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya,
“Rabi, orang yang bersama dengan engkau
di seberang sungai Yordan,
dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian,
Dia membaptis juga, dan semua orang pergi kepada-Nya.”
Jawab Yohanes,
“Tidak ada seorang pun
yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya,
kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari surga.
Kamu sendiri dapat memberi kesaksian,
bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias,
tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya.
Yang empunya mempelai perempuan ialah mempelai laki-laki;
tetapi sahabat mempelai,
yang berdiri dekat dia dan mendengarkannya,
sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu.
Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.
Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.
Demikianlah sabda Tuhan.
**************************************
FOKUS KEPADA TUHAN ALLAH, ORANG LAIN DAN LINGKUNGAN ALAM CIPTAAN LAINNYA
(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)
Hari Biasa Sesudah Penampakan Tuhan/C
1 Yoh. 5:14-21: Pengetahuan akan hidup yang kekal.
Yoh. 3:22-30: Kesaksian Yohanes tentang Yesus
Yohanes menyadarkan dan mengingatkan saya, anda semua bahwa Tuhan Allah adalah SEGALA2NYA. Dia berada di atas segala2nya. Segala sesuatu terarah dan tertuju kepadaNya. Demikian pun hidup dan karya saya, anda hic et nunc, here and now, di sini dan saat ini hendaknya terarah dan tertuju kepadaNya. TUHAN ALLAH MENJADI FOKUS.
Yohanes Pembaptis menyadari betul “siapa dirinya” di hadapan Tuhan. Dia tidak merasa diri hebat atau memuji dirinya sendiri atau merasa diri “disaingi” saat orang2 mengatakan kepadanya bahwa Yesus juga melakukan pembaptisan dan banyak orang datang kepadaNya. “Rabi, orang yang bersama engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepadaNya” (Yoh. 3:26).
Yohanes memberikan jawaban:”Tidak ada seorang pun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau TIDAK DIKARUNIAKAN KEPADANYA DARI SURGA (Tuhan Allah)” (Yoh. 3:27.
Yohanes mengingatkan dan mengajar sata, anda bahwa SEGALA2NYA KITA PEROLEH DARI TUHAN. Dalam SEGALA HAL/PERKARA, TUHANLAH YANG HARUS DIMULIAKAN, bukan diri saya, anda!! Orang lainlah yang dimuliakan, bukan diri sendiri. Alam ciptaan lainlah yang “dimuliakan”. SUKACITA atau KEGEMBIRAAN saya, anda adalah TUHAN dan orang lain dan alam ciptaan lainnya. Tuhan dan orang lain dan alam ciptaan lainnya harus “makin besar” dan dan saya, anda harus semakin kecil. RENDAH HATI terhadap Tuhan, orang lain dan lingkungan alam ciptaan lainnya. Inilah tanda orang rendah hati. Fokus kepada Tuhan dan kepada orang lain dan lingkungan alam ciptaannya. “Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh. IA HARUS MAKIN BESAR, tetapi aku harus makin kecil”.
Selamat FOKUS KEPADA TUHAN ALLAH DAN ORANG LAIN dan LINGKUNGAN ALAM CIPTAAN LAINNYA! Jangan fokus bagi diri sendiri. Nanti bonus sukacita, kegembiraan, kebahagiaan hidup diberikan Tuhan kepada saya, anda.
Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) MEMBERKATI saya, anda sekalian yang selalu fokus kepada Tuhan Allah dan orang lain dan lingkungan alam ciptaan lainnya. Amin.