Rabu, 08 Januari 2025
Sabda Kehidupan
Rabu 08 Januari 2025
Markus 6:48, 50b (Mrk 6:45-52)
Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka. Ia berkata kepada mereka, “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”
_Tenanglah! Jangan Takut!
Perahu para murid diterjang angin sakal membuat mereka begitu berat mendayung. Sekalipun mereka adalah nelayan yang ahli, mereka tak mampu menghadapi badai yang begitu besar dan kuat.
Peduli dengan situasi yang dihadapi murid-muridNya, Yesus datang mendekati mereka dengan berjalan di atas air lalu menenangkan hati mereka: “Tenanglah, Aku ini, jangan takut!”_Injil hari ini mengingatkan kita bahwa Yesus selalu hadir di setiap pergumulan hidup kita. Ia tak akan membiarkan kita berjuang sendiri mengatasi gelombang kehidupan yang begitu berat.
Kita semua berada dalam perahu kehidupan mengarungi lautan yang tak pernah lepas dari terpaan badai. Dari semua ketakutan yang kita alami dalam hidup ini, yang paling dalam adalah ketika kita harus menghadapi kematian. Betapa kita dikuatkan oleh kehadiran Yesus dalam seluruh peristiwa hidup kita. Baik dalam hidup maupun dalam kematian, Yesus selalu ada bersama kita.
Sabda Yesus, ‘tenanglah, Aku ini, jangan takut,’ kiranya memberi kita kekuatan dan pengharapan teguh untuk terus mendayung bahtera kehidupan kita dengan Yesus beserta kita.
Undanglah Yesus selalu dalam perahu hidup kita. Yesuslah pengharapan kita, dalam Dia hati kita tenang, karena Ia hadir menemani kita. Dalam Yesus kita percaya badai pasti berlalu. Ia memberi kita kekuatan ilahi untuk dapat bertahan dan berserah penuh kepadaNya.
”Ya Yesus, ulurkanlah tanganMu, peganglah tangan kami agar tidak tenggelam dalam kekalutan pikiran dan hati yang takut dan cemas. BersamaMu hati kami tenang, jiwa kami tenteram. Tuntunlah kami selalu di jalanMu.”
Mari terus melanjutkan hidup, berlayar bersama Yesus.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 08 Jan 2025
Rabu Masa Natal
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: 1Tim 3:16
Bacaan Injil: Mrk 6:45-52
***************************************
Bait Pengantar Injil
1Tim 3:16
Terpujilah Engkau, Kristus,
yang diwartakan kepada para bangsa!
Terpujilah Engkau, Kristus,
yang diimani oleh seluruh dunia.
Bacaan Injil
Mrk 6:45-52
Para murid melihat Yesus berjalan di atas air.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Sesudah memberi makan lima ribu orang,
Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu,
dan berangkat lebih dulu ke seberang, ke Betsaida.
Sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.
Setelah berpisah dari mereka, Yesus pergi ke bukit untuk berdoa.
Ketika hari sudah malam,
perahu itu sudah di tengah danau,
sedang Yesus tinggal sendirian di darat.
Ketika melihat betapa payahnya para murid mendayung
karena angin sakal,
maka kira-kira jam tiga malam Yesus datang kepada mereka
berjalan di atas air,
dan Ia hendak melewati mereka.
Ketika melihat Dia berjalan di atas air,
mereka mengira bahwa Ia adalah hantu,
lalu mereka berteriak-teriak,
sebab mereka semua melihat-Nya dan sangat terkejut.
Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka,
“Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”
Lalu Yesus naik ke perahu mendapatkan mereka,
dan angin pun redalah.
Mereka sangat tercengang dan bingung,
sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti,
dan hati mereka tetap degil.
Demikianlah sabda Tuhan.
******************************************
ℍ
“Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan berangkat lebih dulu ke seberang, ke Betsaida, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Setelah Ia berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa.” (Mrk 6: 45 – 46)
Bacaan Injil hari ini mengisahkan kejadian setelah Yesus memberi makan 5000 orang. Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita akan beberapa hal berikut:
• Perlunya keseimbangan dan membatasi diri. Yesus memperlihatkan rahasia hidup: tidak melakukan sesuatu secara berlebihan, bahkan juga dalam hal yang baik. Setelah memuaskan orang banyak dengan mukjizat penggandaan roti, Yesus dan para murid mempunyai peluang dan kesempatan untuk meyakinkan orang banyak untuk apa saja. Orang banyak sudah menjadi lahan yang terbuka dan reseptif untuk ditabur apa saja. Tetapi Yesus, “memerintahkan” mereka ke seberang. Mereka memerlukan keseimbangan antara pelayanan publik dan waktu privat, antara pelayanan dan saat-saat doa. Ini menjadi peringatan bagi kita di mana segala hal berjalan dengan sangat cepat dan waktu dipenuhi dengan begitu banyak macam kesibukan dan agenda.
• Perlunya kepercayaan bahwa Yesus selalu ada bersama kita. Sesudah para murid ke seberang, pada malam hari, dalam ketakutan dan kecemasan mereka dihempaskan habis-habisan oleh gelombang karena angin sakal. Di tengah badai yang dahsyat ini datanglah Yesus berjalan di atas air “dan hendak melewati mereka” mereka. Kata “melewati” (“Tuhan lewat”) adalah cara Kitab Suci mengatakan bahwa Tuhan akan menyatakan diri (Bdk Kel. 12: 12-1). Dialah yang berkuasa atas laut dengan segala kekuatannya. Laut, bagi orang Yahudi adalah kekuatan yang menakutkan. Ada keyakinan bahwa di kedalaman, terdapat Leviathan, penyebab bencana dan kekacauan yang melambangkan kekuasaan si jahat. Dengan berjalan di atas air (laut), Yesus berkuasa mengalahkan kejahatan. Dalam ketakutan para murid mengira bahwa mereka melihat hantu. Sabda-Nya: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” menyadarkan para murid bahwa Yesus ada berserta mereka. Ia ada berserta kita dalam peristiwa hidup sesulit apapun.
• Perlunya kebijaksanaan. Menghadapi peristiwa itu para murid “sangat tercengang dan bingung, sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil,” (Mrk 6: 51 – 52). Para murid telah menyaksikan banyak peristiwa Kristus. Mereka punya keuntungan: dapat menyaksikan dengan mata kepala sendiri, saksi sejarah. Walau demikian, Injil mengatakan bahwa mereka tidak mengerti. Hati mereka tetap degil.
Tahun yang baru kita masuki tentu juga akan berjalan dengan sangat cepat, peristiwa berganti peristiwa. Akan tetapi yang penting di sini adalah menghidupi peristiwa demi peristiwa itu dalam mata iman, dengan karunia kebijaksanaan yang memampukan kita melihatnya dalam perspektif Tuhan. Kalau tidak, maka semua akan lewat begitu saja.
Tuhan, bantu kami agar kami dapat melihat segala peristiwa yang akan kami alami sepanjang tahun ini dalam iman dan kebijaksanaan. Amin.
Selamat beraktivitas. Yesus selalu beserta kita. ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC