Kamis, 02 Januari 2025
Sabda Kehidupan
Kamis 02 Januari 2025
Pesta St Basilius Agung dan St Gregorius dari Nazianze, abad IV_
Yohanes 1:19-20,23 (Yoh 1:19-28)
Inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: “Siapakah engkau?” Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: “Aku bukan Mesias. Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.”
Sadar Diri Dan Misi Kita Di Tahun Baru Ini
Kesadaran diri Yohanes Pembaptis mengenai siapakah dia, untuk apa ia hadir ke dunia, apa yang seharusnya ia lakukan, dan apa sesungguhnya tanggungjawabnya terhadap Allah yang mengutusnya, kiranya membantu kita untuk membangun kesadaran diri di awal tahun yang baru ini dalam menjalani hidup dan karya kita, misi dan perutusan kita di dunia ini.
Dari segi usia, Yohanes Pembaptis lebih tua dari Yesus. Dalam hubungan keluarga, Yesus harusnya memanggilnya ‘kakak’. Tapi Yohanes menempatkan Yesus di atas segalanya. Ia bahkan merasa tak layak membuka tali kasut Yesus. Yohanes juga pernah berkata, “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” (Yoh 3:30).
Bagi Yohanes Pembaptis, bukanlah yang penting statusnya sebagai kakak bagi Yesus, atau bahwa dia harus dihormati sebagai senior. Tapi bahwa ia harus menjadi seperti yang Allah kehendaki dia lakukan untuk mempersiapkan kedatangan Yesus ke dunia. Bukan dia yang utama, melainkan Yesus yang harus ia wartakan dan muliakan.
Demikian juga halnya kita ada di dunia ini. Kini diperkenankan Tuhan untuk menjalani hidup di tahun 2025 ini. Kita bukan hanya hidup untuk tujuan kita, tapi untuk memuliakan Tuhan melalui hidup dan karya kita.
Ingatlah bahwa kita adalah alat di tangan Tuhan dan kita diciptakan Allah untuk kemuliaanNya (Yes 43:7). Kata Paulus: “Segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!”(Roma 11:36).
Mari mengisi hari-hari hidup kita untuk memuliakan Allah. Mengembangkan semua karunia dan talenta yang Tuhan berikan untuk dapat sepenuhnya melayani Tuhan. Tambahkan selalu kompetensi baru, agar dapat lebih sungguh melayani dan mengasihi, baik Tuhan maupun sesama.
Ad Maiorem Dei Gloriam, Demi Kemuliaan Allah yang lebih besar!
Biarlah nama Tuhan dimuliakan dalam hidup dan karya kita di sepanjang tahun ini.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 02 Jan 2025
Kamis Masa Natal
PW S. Basilius Agung dan S. Gregorius dari Nazianze, Uskup dan Pujangga Gereja
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Ibr 1:1-2
Bacaan Injil: Yoh 1:19-28
***************************************
Bait Pengantar Injil
Ibr 1:1-2
Dahulu kala
dengan pelbagai cara Allah berbicara kepada leluhur kita
dengan perantaraan para nabi;
pada zaman akhir ini Ia berbicara kepada kita
dengan perantaraan Anak-Nya.
Bacaan Injil
Yoh 1:19-28
Sesudah aku akan datang Dia yang sudah ada sebelum aku.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Inilah kesaksian Yohanes
ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus kepadanya
beberapa imam dan orang-orang Lewi
untuk menanyakan kepadanya, “Siapakah engkau?”
Yohanes mengaku dan tidak berdusta, katanya,
“Aku bukan Mesias!”
Lalu mereka bertanya kepadanya,
“Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?”
Yohanes menjawab: “Bukan!”
“Engkaukah nabi yang akan datang?”
Ia pun menjawab, “Bukan!”
Maka kata mereka kepadanya, “Siapakah engkau?
Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka
yang mengutus kami.
Apakah katamu tentang dirimu sendiri?”
Jawab Yohanes,
“Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun:
Luruskanlah jalan Tuhan
seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.”
Di antara orang-orang yang diutus itu
ada beberapa orang Farisi.
Mereka bertanya kepadanya,
“Mengapa engkau membaptis
jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia,
dan bukan nabi yang akan datang?”
Yohanes menjawab kepada mereka,
“Aku membaptis dengan air;
tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia
yang tidak kamu kenal,
yaitu Dia yang datang kemudian dari padaku.
Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.”
Hal ini terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan,
di mana Yohanes membaptis orang.
Demikianlah sabda Tuhan.
******************************************
ℍ
“Di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.” [Yoh 1: 26 – 27]
Dalam Injil hari ini, kita bertemu dengan Yohanes Pembaptis, seorang yang sangat menyadari perannya sebagai pemberita Kristus. Ketika ditanyai oleh para pemimpin agama, Yohanes dengan rendah hati menyangkal bahwa dirinya adalah Mesias, Elia, atau Nabi. Sebaliknya, ia mengidentifikasi dirinya sebagai “suara yang berseru-seru di padang gurun, ‘Luruskanlah jalan Tuhan’.” Kerendahan hati dan tujuan Yohanes mengingatkan kita akan panggilan kita untuk mempersiapkan orang lain untuk berjumpa dengan Kristus.
Baptisan Yohanes, yang berpusat pada pertobatan dan penyucian, menunjuk kepada baptisan Yesus, yang membawa Roh Allah ke dalam hati orang-orang percaya. Pengakuan Yohanes bahwa ia tidak layak bahkan untuk membuka tali kasut dia yang akan datang sesudahnya mengajarkan kita untuk menghormati misi Kristus – sebuah misi yang jauh lebih besar daripada diri kita sendiri.
Seperti Yohanes, kita dipanggil untuk menjadi saksi-saksi Terang. Kita bukanlah sumber dari Terang itu, tetapi kita dimaksudkan untuk memantulkannya, menuntun orang lain kepada kebenaran dan kasih Yesus. Dengan demikian, kita menggemakan perkataan Kristus: “Kamu adalah terang dunia” (Matius 5:14). Teladan Yohanes Pembaptis menantang kita untuk bertanya, “Apakah saya mengizinkan terang Kristus bersinar melalui diri saya?”
Kehidupan Yohanes Pembaptis yang penuh kerendahan hati dan dedikasi memberikan kita sebuah teladan. Dia menerima perannya dengan jelas dan penuh keyakinan, tidak berfokus pada dirinya sendiri tetapi pada Dia yang dilayaninya. Dalam hidup kita, kita juga dapat menjadi suara yang berseru di padang gurun dunia yang sering kali diselimuti kegelapan, mempersiapkan hati untuk menerima Yesus.
Ketika kita merenungkan teladan Yohanes, marilah kita berusaha untuk mewujudkan keberanian dan kerendahan hatinya, memastikan bahwa tindakan dan perkataan kita menuntun orang lain untuk mengenali dan mengikuti Kristus, Sang Terang Dunia.
Tuhan, semoga Gereja dan kami semua dapat menjadi suara yang menunjuk kepada-Mu, menghantar orang kepada-Mu, sebagai sumber hidup, iman dan kebahagiaan kami. Amin.
Selamat beraktivitas. Suarakan kebenaran Kristus! ! ❤
RP Joni Astanto MSC