Jumat, 27 Desember 2024
Sabda Kehidupan
Jumat 27 Desember 2024
Pesta St Yohanes Penginjil
Yohanes 20:8 (Yoh 20:2-8)
Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.
Natal Tak Terpisahkan Dari Paskah
Injil Yohanes pasal 20 mengisahkan kebangkitan Yesus. Kisah kebangkitan Yesus ditempatkan dalam bacaan Injil di hari ke tiga oktaf Natal, untuk mengaitkan dua kisah dalam hidup Yesus yang tak terpisahkan, yang menjadi bagian penting untuk mengimani Yesus yakni Natal dan Paskah.
Kebangkitan Yesus memberi makna atas kelahiranNya, dan kelahiran Yesus menjadi pemenuhan nubuatan datangnya Raja Semesta Alam Penguasa Segala Waktu, Firman yang menjelma menjadi manusia dan tinggal di antara kita. Iman akan kebangkitan Yesus, menjadi pesan inti Injil Yohanes agar kita juga percaya seperti Yohanes.
Saat pergi ke kubur Yesus dan melihat kain kafan telah tergeletak di tanah dan kain peluh penutup kepala Yesus telah digulung rapi, yakinlah Yohanes, Yesus telah bangkit seperti telah disabdakanNya, “Akulah kebangkitan dan hidup.” (Yoh 11:25).
Kandang hina Betlehem dan salib hina Yerusalem menjadi dua tempat bersejarah dalam sejarah keselamatan, mengingatkan dan menguatkan kita untuk berjalan dalam iman akan Imanuel: Allah beserta kita, sejak kita lahir hingga ajal tiba.
Seperti Yohanes, mari melihat tanda-tanda kelahiran Kristus yaitu hadirnya Kristus dalam hidup kita dan tanda-tanda kebangkitan Kristus yaitu karya keselamatan yang diperbuat Yesus di tengah suka duka perjalanan hidup kita. Kita melihat dan percaya.
Mari terus melangkah dalam iman akan Imanuel: Allah beserta kita, sejak lahir hingga ajal tiba.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 27 Des 2024
Jumat Masa Natal
Warna Liturgi: Putih
Bacaan Injil: Yoh 20:2-8
***************************************
Bacaan Injil
Yoh 20:2-8
Murid yang lain itu berlari lebih cepat daripada Petrus
sehingga lebih dahulu sampai di kubur.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Pada hari Minggu Paskah,
setelah mendapati makam Yesus kosong,
Maria Magdalena berlari-lari mendapatkan Simon Petrus
dan murid yang lain yang dikasihi Yesus.
Ia berkata kepada mereka,
“Tuhan telah diambil orang dari kuburnya,
dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan.”
Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur.
Keduanya berlari bersama-sama,
tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat daripada Petrus,
sehingga ia lebih dahulu sampai di kubur.
Ia menjenguk ke dalam,
dan melihat kain kapan terletak di tanah;
tetapi ia tidak masuk ke dalam.
Maka tibalah Simon menyusul dia,
dan masuk ke dalam kubur itu.
Ia melihat kain kapan terletak di tanah,
sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus
tidak terletak dekat kain kapan itu,
tetapi agak di samping di tempat yang lain,
dan sudah tergulung.
Maka masuklah juga murid yang lain,
yang lebih dahulu sampai di kubur itu;
dan ia melihatnya dan percaya.
Demikianlah sabda Tuhan.
******************************************
ℍ
“Ia melihatnya dan percaya,” (Yoh 20: 8 )
Kita rayakan hari ini Pesta St. Yohanes Penginjil, murid terkasih Tuhan Yesus. Injil hari ini menawarkan sebuah permenungan tentang murid yang dikasihi, yang sering diidentifikasikan sebagai rasul Yohanes. Meskipun Injil Yohanes tidak pernah secara eksplisit menyebutkan namanya, Murid yang Terkasih mewakili sebuah realitas yang lebih dalam – komunitas iman yang baru, yang terbentuk di sekitar Yesus.
Di kaki Salib, kita melihat simbol yang kuat: Murid yang Terkasih berdiri bersama Maria, Bunda Yesus. Maria melambangkan Perjanjian Lama, dan Murid yang dikasihi melambangkan komunitas Perjanjian Baru. Ketika Yesus mempercayakan Maria dan Murid yang dikasihi kepada satu sama lain, Dia menjembatani yang Lama dan yang Baru, menyatukan iman dan kehidupan. Kesatuan ini mengingatkan kita bahwa kita tidak dapat memisahkan janji-janji Allah yang kekal di dalam Perjanjian Lama dengan penggenapannya di dalam Kristus.
Dalam kisah Kebangkitan, Murid yang dikasihi melihat dan percaya ketika ia sampai di kubur yang kosong. Dia merasakan kehadiran Yesus yang baru dan penuh kuasa. Ia percaya bukan karena melihat Yesus yang bangkit mulia, tetapi karena ia mengenali tanda-tanda kenangan kehadiran Tuhan, kain kafan yang mengingatkan Kasih yang tercurah dalam hidup dan wafat Yesus. Kemudian, pada saat para murid menangkap ikan secara ajaib setelah kebangkitan Yesus, Murid yang Terkasih mengenali Tuhan dan menyatakan, “Itu Tuhan!” (Yohanes 21:7).
Hari ini, kita dipanggil untuk menjadi Murid-murid yang dikasihi, yakni orang-orang beriman yang melihat dengan mata kasih. Seperti Yohanes, dalam hidup kita, kita tidak dapat melihat kehadiran Tuhan secara penuh. Kita hanya melihat tanda-tanda. Iman kitalah yang memungkinkan kita melihat kehadiran-Nya di balik tanda-tanda itu. Perjalanan Murid Terkasih mengilhami kita untuk memupuk hubungan pribadi yang mendalam dengan Kristus dan membawa orang lain kepada-Nya melalui kesaksian kita.
Apakah saya mengenali kehadiran Allah dalam kehidupan sehari-hari saya dengan mata seorang Murid yang dikasihi? Bagaimana saya dapat menyatukan iman saya dengan tindakan saya di dunia saat ini?
Tuhan, curahkanlah kepadaku cinta yang sama yang Kaucurahkan kepada St. Yohanes, dan tariklah aku ke dalam Hati-Mu agar aku juga menjadi murid-Mu yang terkasih. Santo Yohanes, doakanlah kami. Amin
Selamat Pesta St. Yohanes. ! ❤
RP Joni Astanto MSC