Selasa, 24 Desember 2024
Sabda Kehidupan
Selasa 24 Desember 2024
Persiapan Natal
Lukas 1:78b-79 (Luk 1:67-79)
”Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi, untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.”
Maranatha Tuhan Datanglah
Betapa bahagianya ketika Dia yang dinanti akhirnya tiba. Zakharia ayah Yohanes Pembaptis, dalam kuasa Roh Kudus bernubuat, “Surya pagi dari tempat yang tinggi..” Yesus datang bagaikan Surya pagi untuk menyinari kegelapan dunia dan manusia, agar kita berjalan di jalan terang menuju damai sejahtera.
Apa yang sebelumnya dianggap sebagai keseharian dan rutinitas, kini terbitnya mentari pagi telah menjadi lambang kehadiran Tuhan yang begitu setia datang mengunjungi kita. Yesus datang memberi hidup baru dan menerangi kita dengan Roh KudusNya, membawa harapan baru di tengah kecemasan kita oleh pelbagai persoalan hidup, memberi secercah sinar tanda kegelapan dosa berganti cahaya pemulihan oleh pengampunan dan belaskasih Allah.
”O Yesus Fajar Hidup kami, lahirlah di hati kami. Hangatkan kami dengan Cahaya hidup ilahiMu agar kami mampu meninggalkan malam kelam dosa yang menyelimuti kami. Jadikan kami palungan suciMu tempat Engkau berbaring teduh tenang, memberi kami kedamaian di hati karena Engkau ada di hati kami. Immanuel, Allah beserta kami. Amin.”
Selamat menyongsong Natal Yesus. Kemuliaan kepada Allah di tempat yang mahatinggi dan damai di hati kita❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 24 Des 2024
Selasa Masa Adven
Warna Liturgi: Ungu
Bacaan Injil: Luk 1:67-79
***************************************
Bacaan Injil
Luk 1:67-79
Allah mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Zakharia, ayah Yohanes, penuh dengan Roh Kudus,
lalu bernubuat, katanya,
“Terpujilah Tuhan, Allah Israel,
sebab Ia telah mengunjungi umat-Nya
dan membawa kelepasan baginya,
Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita
di dalam keturunan Daud, hamba-Nya,
seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala
lewat mulut nabi-nabi-Nya yang kudus,
untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita
dan dari tangan semua orang yang membenci kita;
untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita,
dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus,
yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham,
bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita,
supaya kita, terlepas dari tangan musuh,
dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut,
dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya
seumur hidup kita.
Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi;
karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan
untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya,
untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan
yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka,
oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita,
dengan mana Ia akan mengunjungi kita:
Surya pagi dari tempat yang tinggi,
untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan naungan maut
untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.”
Demikianlah sabda Tuhan.
****************************************
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE
HATIKU SIAP MENANTIKAN LAWATAN SANG PENYELAMAT
“Sesaat lagi kita akan merayakan Natal, hari kelahiran Sang Penyelamat. Jalan tobat telah kita rintis, lagu jiwa telah kita gubah, dan palungan hati telah kita bersihkan dan siapkan dengan harapan semoga Sang Penyelamat berjalan melalui rintisan jalan kita dan berhenti serta berdiam di palungan hati kita.”
Bukan hanya Yohanes Pembaptis, tapi kita pun diharapkan untuk mempersiapkan jalan Tuhan di hati kita seperti kerinduan Zakharia dalam Injil hari ini: ”Dan engkau hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya.” ( ayat 76 )
Firman Tuhan pagi ini menuntut kita untuk:
1) Siapkanlah hati, pikiran dan dirimu untuk menyambut Sang Penyelamatmu;
2) Sang Penyelamat tidak lahir di kandang lagi, tapi Ia mau lahir dan tinggal di palungan hatimu;
3) Jangan lupa untuk menghadiri dan merayakan Vigili Natal malam nanti karena Yesus pasti menantimu.
Akhirnya malam ini kuberharap: Jika Yusuf dan Maria tidak menemukan tempat maka akan kutawarkan rumah tubuhku menjadi tempat berteduh, dan hatiku menjadi palungan di mana bayi Yesus akan diletakkan setelah lahir. Kunantikan lawatanmu, o, Sang Penyelamatku.
Selamat menyongsong Malam Natal untuk para sahabat.
Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.
( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong – Duc in Altum )