Minggu, 22 Desember 2024
Sabda Kehidupan
Minggu 22 Desember 2024
*Hari Minggu Adven IV
Lukas 1:45 (Luk 1:39-45)
”Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.”
Janji Allah Pasti Terlaksana
Penginjil Lukas mengisahkan perjumpaan bersejarah antara Maria dan Elisabet. Maria yang mengandung Yesus oleh Roh Kudus berjumpa dengan Elisabet yang sementara mengandung putranya Yohanes Pembaptis.
Kedua ibu ini dipilih Allah untuk mewujudkan janji Allah kepada Abraham, yakni keselamatan dan berkat bagi seluruh bangsa (Kej 12:2). Dari dua ibu yang terpilih ini kita belajar bagaimana hidup sepenuhnya dari janji-janji Allah. Simaklah kata Elisabet kepada Maria: “Berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.” (Luk 1:45).
Sabda Allah yang ditempatkan Lukas dalam mulut Elisabet ini adalah juga untuk kita, agar kita percaya pada janji-janji Allah. Oleh karena itu, sebagaimana Maria datang mengunjungi Elisabet dan menghadirkan Yesus dan Roh Kudus bagi Elisabet dan Yohanes Pembaptis, demikian juga mari kita hadir bagi sesama sebagai pembawa Kristus dan Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita oleh Bapa di surga melalui pembaptisan.
Kita percaya bahwa janji Allah untuk ”mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal,” sungguh terlaksana dan menjadi nyata dalam hidup kita dan menjadi alasan bagi kita untuk selalu bersandar pada janji setia Allah, kita merindukan kedatangan Yesus dengan segenap hati, dan selalu memuliakan Tuhan dan bersyukur atas hidup dalam Tuhan yang berlimpah rahmat.
Selamat Hari Minggu Adven IV. Maranatha! Tuhan datanglah!.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 22 Des 2024
Minggu Masa Adven IV
Warna Liturgi: Ungu
Bait Pengantar Injil: Luk 1:38
Bacaan Injil: Luk 1:39-45
************************************
Bait Pengantar Injil
Luk 1:38
Aku ini adalah hamba Tuhan;
jadilah padaku menurut perkataanmu.
Bacaan Injil
Luk 1:39-45
Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Beberapa waktu sesudah kedatangan Malaikat Gabriel,
bergegaslah Maria ke pegunungan,
menuju sebuah kota di wilayah Yehuda.
Ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
Ketika Elisabet mendengar salam Maria,
melonjaklah anak yang di dalam rahimnya,
dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus,
lalu berseru dengan suara nyaring,
“Diberkatilah engkau di antara semua wanita,
dan diberkatilah buah rahimmu.
Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku,
anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.
Sungguh, berbahagialah dia yang telah percaya,
sebab firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana.”
Demikianlah sabda Tuhan.
***************************************
ℍ
“Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.” (Luk 1: 39)
Perayaan Natal sudah semakin dekat. Satu hal yang selalu dihubungkan dengan perayaan Natal adalah “memberi”. Kita memberi sesuatu kepada orang lain: bingkisan, hadiah, parcel, kartu natal, ucapan natal lewat media sosial, dsb. Apa yang dapat kita berikan? Bagaimana kita memberi? Bagaimana kita memberi dengan berkualitas? Bagaimana kita merayakan Natal dengan lebih baik?
Injil hari ini, memberikan jawabnya. Kita membaca kisah Maria mengunjungi Elisabeth. Hadiah apakah yang dibawa Maria kepada Elisabeth? Tidak diceritakan bahwa Maria membawa oleh-oleh, walau bisa jadi ia juga membawanya untuk Elisabeth. Tetapi ada satu yang pasti: Ia membawa dirinya. Ia memberi hadiah paling berharga kepada Elisabeth yakni kehadirannya. Sahabat-sahabat, itulah hadiah terbaik tetapi juga tersulit. Mudahlah bagi kita mengirim bunga, tidaklah sulit kita mengirim parcel, tetapi memberikan diri, memberikan waktu untuk hadir bersama seseorang, itulah hadiah yang dirindukan oleh banyak orang tetapi tidak mereka dapatkan. Seperti Maria dalam Injil, kita harus memberikan diri kita, kehadiran kita, waktu kita, per-HATI-an kita. Kehadiran kita adalah hadiah terindah dan paling berharga sebab nilainya tak dapat dihitung dengan uang.
Satu hal lagi dapat kita renungkan dari pemberian Maria kepada Elisabeth yakni bahwa orang memberi bukan menurut selera saja tetapi menurut kebutuhan si penerima. Bukanlah sesuatu yang mengenakkan bagi Maria untuk berjalan sendirian, melalui jalan-jalan yang berbahaya di Galilea ke perbukitan Yehuda. Tentu saja itu bukan hal yang mudah. Tetapi Elisabeth sungguh membutuhkan kehadirannya. Maka begitu Maria mendengar bahwa Elisabeth sudah bulan keenam ia mengandung, segera ia bergegas dan tinggal bersama Elisabeth, tiga bulan lamanya. Itu berarti sampai Elisabeth melahirkan. Maria memberi Elisabeth apa yang ia butuhkan. Suatu hadiah yang tepat. Pemberian diri.
Satu hal yang dibutuhkan semua orang hari ini. Semua orang membutuhkan penguatan. Setiap orang membutuhkan damai dan sukacita batin yang berasal dari Roh Kudus. Inilah makna kunjungan Maria bagi Elisabeth. Kunjungan Maria menjadi inspirasi bagi Elisabeth. Saat kita memberi hadiah bagi sesama Natal nanti, semoga kita memberi diri kita, memberi inspirasi ke dalam hidup mereka, marilah kita berusaha untuk membawa mereka lebih dekat kepada Tuhan, dan marilah kita mencoba untuk berbagi dengan mereka Roh Tuhan di dalam diri kita, Roh penghiburan, semangat keberanian, damai dan sukacita, seperti yang dilakukan Maria.
Bunda Maria, ajar aku memberikan diri. Semoga kehadiranku di manapun memberi penghiburan, keberanian, damai dan sukacita. Amin.
Selamat Hari Minggu untuk kita semua. ! ❤
RP Joni Astanto MSC