Sabtu, 14 Desember 2024
Sabda Kehidupan
Sabtu 14 Desember 2024
Peringatan St Yohanes dari Salib
Matius 17:12 (Mat 17:10-13)
”Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka.”
Harapan Yang Keliru
Nubuat datangnya Mesias, Raja Damai, sudah diwartakan sejak lama oleh para nabi. Akan tetapi ketika Mesias datang orang Israel justru tidak mengenaliNya. Hal itu terjadi karena gambaran dan bayangan dan harapan mereka mengenai Mesias ternyata keliru. Mereka mengharapkan seorang raja dengan pakaian kebesaran, istana yang megah dengan singgasana yang mulia melebihi raja-raja dunia.
Demikian juga bayangan dan harapan mereka mengenai sosok nabi Elia yang diutus Allah mendahului Sang Mesias, seharusnya seorang nabi besar yang sanggup melakukan pelbagai mujizat seperti halnya nabi Elia dengan segala kejayaannya di masa lalu. Betapa sulitnya mereka mengenali Elia baru dalam diri Yohanes Pembaptis yang tampil begitu bersahaja bahkan tak kelihatan sebagai seorang nabi.
Di masa kini, Yohanes Pembaptis sudah kita kenal dengan baik. Semua pesan kenabiannya untuk mempersiapkan kedatangan Kristus dapat kita baca dengan jelas dan berulangkali dalam Alkitab. Namun seruan pertobatannya masih kalah bersaing dengan hiruk pikuk persiapan Natal lahiriah. Tak ada perubahan sikap, hati tetap keras dan angkuh, Tuhan tetap jauh dari pertimbangan keputusan kita.
Demikian juga halnya dengan harapan kita akan Sang Mesias. Yesus sudah sangat kira kenal, sebagaimana yang dilukiskan dalam Injil. Namun orang masih mengharapkan Mesias yang tinggal di istana dan yang memberikan kita kenyamanan hidup di istana raja dengan segala kemegahan duniawinya. Banyak orang kecewa dan meninggalkan imannya akan Kristus dan tak lagi peduli dengan datangnya Tuhan.
Kiranya masa Adven ini masih menyisakan kesempatan untuk persiapan batin, membaharui harapan kita yang sesungguhnya akan Tuhan yang tersalib untuk kita, serta menumbuhkan kerinduan dalam hati untuk lahirnya Sang Mesias dalam palungan hati kita, memberi tempat bagi Yesus sebagai Tuhan yang adalah segalanya bagiku.
Selamat berakhir pekan. Maranatha, Tuhan datanglah di hati kami!❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 14 Des 2024
Sabtu Masa Adven II
PW S. Yohanes dari Salib, Imam dan Pujangga Gereja
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Luk 3:4.6
Bacaan Injil: Mat 17:10-13
*************************************
Bait Pengantar Injil
Luk 3:4.6
Persiapkanlah jalan untuk Tuhan,
luruskanlah jalan bagi-Nya,
dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.
Bacaan Injil
Mat 17:10-13
Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya turun dari gunung,
para murid bertanya kepada-Nya,
“Mengapa ahli-ahli Taurat berkata
bahwa Elia harus datang dahulu?”
Yesus menjawab,
“Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu.
Dan Aku berkata kepadamu, Elia sudah datang,
tetapi orang tidak mengenal dia,
dan memperlakukannya menurut kehendak mereka.
Demikian pula Anak Manusia akan menderita oleh mereka.”
Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus
bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.
Demikianlah sabda Tuhan.
*****************************************
ℍ
Peringatan wajib St Yohanes dari Salib
“Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka.” (Mat 7: 11 – 12).
Setelah menyaksikan Yesus berubah rupa di atas gunung para murid bergumul dengan sebuah pertanyaan: jika Yesus adalah Mesias, mengapa Elia tidak datang kembali seperti yang dinubuatkan? Yesus menyatakan bahwa Elia telah datang dalam diri Yohanes Pembaptis, yang misinya ditolak dan nyawanya diambil. Seperti Elia, Yohanes mempersiapkan jalan bagi Tuhan, menyerukan pertobatan – sebuah misi yang radikal sehingga mengancam struktur kekuasaan yang ada.
Kehidupan dan misi Santo Yohanes dari Salib sangat sesuai dengan refleksi Injil ini. Yohanes menghadapi perlawanan sengit ketika ia berusaha mereformasi Ordo Karmelit. Seruannya untuk kembali ke kemurnian spiritual dan keintiman dengan Tuhan dipandang sebagai ancaman terhadap norma-norma yang nyaman di zamannya.
Santo Yohanes dari Salib mengalami penderitaan yang luar biasa untuk tujuan ini, termasuk dipenjara dan dianiaya oleh komunitasnya sendiri. Namun, ia tetap tabah, menerangi jalan perubahan melalui tulisan-tulisannya.
Yohanes Pembaptis dan Santo Yohanes dari Salib menunjukkan bahwa pembaharuan sering kali datang melalui pengorbanan. Keberanian kenabian mereka memanggil kita untuk menghadapi kekuatan-kekuatan yang memecah belah kita – apakah itu struktur ketidakadilan, konsumerisme, atau rasa puas diri – dan untuk membangun kembali sebuah komunitas yang berakar pada cinta dan solidaritas.
Terinspirasi oleh teladan mereka, kita dipanggil untuk menerima tantangan Injil untuk hidup sebagai agen pembaharuan, percaya bahwa melalui penderitaan dan ketekunan, karya transformatif Allah di dalam diri kita akan menghasilkan buah bagi kerajaan-Nya.
Ya Tuhan, semoga kami berani memikul salib seperti Engkau, seperti St. Yohanes dari Salib, untuk mengusahakan perubahan yang perlu dalam masyarakat kami. Amin.
Selamat berakhir pekan. Berani berkorban demi perubahan yang baik. ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC