Rabu, 11 Desember 2024
Sabda Kehidupan
Rabu 11 Desember 2024
Mat 11:28 (Mat 11:28-30)
”Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”
Tuhan Ikut Berbeban
Beban yang sangat berat yang kita pikul adalah karena kita merasa berjuang sendiri, berjalan sendiri, memikul sendiri beban kehidupan. Semua ini menyebabkan kita bukan hanya lelah secara fisik tapi juga membawa keletihan di hati dan jiwa.
Apalagi ketika persoalan hidup seakan tak pernah berhenti. Selesai yang satu muncul yang lain. Kita kehilangan semangat dan ingin rasanya berhenti berjuang.
Kiranya sapaan Yesus hari ini, kembali menyemangati hati yang letih lesu berbeban berat, memberi kita kelegaan, karena Yesus tak pernah membiarkan kita sendirian memikulnya. Yesus ingin ikut berbeban bersama kita.
”Ya Yesus, aku tahu aku tak sendirian menjalani pelbagai persoalan hidup ini. Engkaulah kekuatanku. Bersandar padaMu hatiku lega. Berjalanlah bersamaku, tuntunlah langkahku. Arahkanlah pikiranku pada jalan yang Engkau kehendaki. Berkatilah semua upaya dan kerjaku agar menghasilkan buah kebaikan dan manfaat kehidupan yang bermakna. Kuatkanlah juga aku untuk ikut memikul beban sesamaku dan menjadi teman seperjalanan bagi saudara-saudariku. Amin.”
Syalom! Damai dan lega hati kita karena Yesus berjalan bersama kita.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 11 Des 2024
Rabu Masa Adven II
PF S. Damasus I. Paus
Warna Liturgi: Ungu
Bacaan Injil: Mat 11:28-30
***************************************
Bacaan Injil
Mat 11:28-30
Datanglah kepada-Ku, kalian yang letih lesu.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Sekali peristiwa bersabdalah Yesus,
“Datanglah kepada-Ku,
kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat.
Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku,
karena Aku lemah lembut dan rendah hati.
Maka hatimu akan mendapat ketenangan.
Sebab enaklah kuk yang Kupasang, dan ringanlah beban-Ku.”
Demikianlah sabda Tuhan.
*****************************************
ℍ
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” (Mat 11: 28 -30).
*Apapun yang kita alami dalam hidup kita, Tuhan kita tidak pernah jauh, juga ketika kita sedang mengalami persoalan. “Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya,” (Yes 40: 29).
Yesus tidak mengatakan bahwa jika kita datang kepada-Nya, kita tidak punya masalah lagi, tidak ada lagi penderitaan, tidak ada lagi kekecewaan. Tetap akan ada “kuk” untuk kita pikul. Kuk yang dipasang oleh Yesus bukanlah kuk agar kita menarik beban sendiri, tetapi untuk menarik beban bersama-sama dengan Yesus. Yesus tidak berjanji bahwa tidak akan ada lagi beban. Tetapi Ia akan memikul beban itu bersama dengan kita. Hidup tanpa penderitaan, tanpa kesalahan, tanpa kekecewaan, hidup tanpa kesulitan dan tantangan, bukan hidup lagi namanya. Tantangan hidup sangat penting bagi kita untuk tumbuh dan matang. Tetapi semua itu lebih mudah untuk dipikul ketika Dia memikulnya bersama dengan kita. Kita tahu bahwa kita tidak pernah sendirian dalam kesulitan dan kesengsaraan kita.
Advent mengingatkan kita bahwa Allah Putera datang dan menjadi manusia dan menjadi sama dengan kita. Meski ia tidak berdosa, ia mengalami segala efek dosa dan beban yang menyertainya. Ia menghidupi kemanusiaan secara utuh, mengalami segala kesulitan dan beban kita.
Bersama dengan Yesus, kita mempunyai keyakinan bahwa “orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya,” (Yes 40: 31).
Tuhan, jauhkan dari hati kita segala kesombongan dan kekerasan hati, dan jadikan lemah lembut dan rendah hati karena kami belajar pada-Mu. Amin.
Selamat pagi. Selamat memikul beban bersama Yesus. ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC