Sabtu, 23 November 2024
Sabda Kehidupan
Sabtu 23 November 2024
Lukas 20:33(Luk 20:27-40)
”Bagaimana sekarang dengan perempuan itu, siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia.”
Cita-cita Hidup Surgawi
Orang-orang Saduki tidak percaya adanya kebangkitan orang mati. Untuk menolak ajaran mengenai kebangkitan, mereka mengajukan kepada Yesus sebuah kasus yang sulit dibayangkan bila sampai terjadi: ada 7 bersaudara yang kawin dengan seorang wanita semasa hidupnya di dunia. Bila ada kebangkitan orang mati, siapa dari antara 7 bersaudara itu yang menjadi suaminya? Mereka semua adalah suaminya, jadi punya hak yang sama terhadap istrinya. Nah, bagaimana mungkin 1 orang perempuan tinggal bersama dengan 7 suami?
Sungguh sebuah kasus yang sangat rumit bila kebangkitan ingin dipahami secara logika insani. Tapi syukurlah yang menjawab pertanyaan mereka adalah Yesus yang tahu persis bagaimana sebenarnya hidup di surga itu.
Yesus telah turun dari surga untuk mewartakan kehidupan surgawi kepada kita dan menuntun kita ke sana. Jawab Yesus: “Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan, tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan. Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan.” (20:34-36).
Demikianlah Yesus mematahkan cara berpikir logis rasional yang tidak menempatkan perspektif iman dalam perkara-perkara kehidupan di dunia ini. Janganlah karena dianggap tidak masuk akal secara logika lantas kita menolak kebenaran iman mengenai kebangkitan dan hidup surgawi.
Betapa Yesus ingin agar realitas surgawi bisa dinikmati dan dicicipi oleh semua putra putri Allah yang sungguh mengimani Allah sebagai Allah orang hidup yang menjanjikan hidup kekal bagi yang percaya kepadaNya. Hidup surgawi itu telah ada dalam hidup duniawi kita. Yakni hidup bersatu dengan Allah dalam iman akan Yesus. Entah dalam bentuk hidup perkawinan maupun dalam hidup selibat tidak kawin. Semua jalan hidup yang kita pilih ini adalah persiapan hidup surgawi, yang dimulai dengan saling mengasihi, saling menjadi bagian, dalam iman akan Yesus dan pengharapan akan hidup kekal.
Mari kita jadikan cita-cita surgawi menjadi tujuan hidup dan karya kita di dunia ini. Yesus telah bangkit, maka kebangkitan adalah bagian hidup kita yang mengimani Yesus. Dalam perspektif ini, semua yang kita kerjakan di dunia adalah persiapan untuk hidup dalam kebahagiaan kekal bersama Bapa Putera dan Roh Kudus serta semua keluarga Allah di surga.
Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus menyertai kita.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 23 Nov 2024
Sabtu Pekan Biasa XXXIII
PF S. Kolumbanus, Abas
PF S. Klemens I, Paus dan Martir
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: 2Tim 1:10b
Bacaan Injil: Luk 20:27-40
************************************
Bait Pengantar Injil
2Tim 1:10b
Juruselamat kita Yesus Kristus telah mematahkan kuasa maut
dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.
Bacaan Injil
Luk 20:27-40
Allah bukanlah Allah orang mati,
melainkan Allah orang hidup.
Inilah Injil Suci menurut Santo Lukas:
Pada suatu ketika
datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki
yang tidak mengakui adanya kebangkitan.
Mereka bertanya kepada Yesus,
“Guru, Musa menulis untuk kita perintah ini:
‘Jika seorang yang mempunyai saudara laki-laki
mati meninggalkan isteri, tetapi tidak meninggalkan anak,
maka saudaranya harus kawin dengan wanita itu
dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya.’
Ada tujuh orang bersaudara.
Yang pertama kawin dengan seorang wanita
lalu mati tanpa meninggalkan anak.
Lalu wanita itu dikawini oleh yang kedua, dan oleh yang ketiga,
dan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu.
Mereka semuanya mati tanpa meninggalkan anak.
Akhirnya wanita itu pun mati.
Bagaimana sekarang dengan wanita itu?
Siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan?
Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia.”
Berkatalah Yesus kepada mereka,
“Orang dunia ini kawin dan dikawinkan,
tetapi orang yang dianggap layak untuk mendapat bagian
dalam dunia yang lain itu
dan dalam kebangkitan dari antara orang mati
tidak kawin dan tidak dikawinkan.
Sebab mereka tidak dapat mati lagi.
Mereka sama dengan malaikat-malaikat
dan menjadi anak-anak Allah,
karena mereka telah dibangkitkan.
Tentang bangkitnya orang-orang mati,
Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri,
di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.
Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup,
karena di hadapan Dia semua orang hidup.”
Mendengar itu beberapa ahli Taurat berkata,
“Guru, jawab-Mu itu tepat sekali.”
Maka mereka tidak berani lagi menanyakan apa-apa kepada Yesus.
Demikianlah Sabda Tuhan.
**************************************
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA MUTIARA DOBO
MEREKA YANG LAYAK MASUK SURGA
“Kehendak utama dan terdalam hati Allah adalah agar kelak kita semua masuk surga, namun setiap orang harus berjuang menggapainya.”
Keadaan surga dan mereka yang layak memasukinya itu dilukiskan oleh Yesus dalam Injil hari ini: “tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan.” ( ayat 35 )
Karena itu inilah yang harus Anda lakukan:
1) Berimanlah dengan sungguh dan benar kepada Tuhan Yesus;
2) Lakukanlah perbuatan baik sebagai buah dari imanmu;
3) Bantulah sesamamu untuk bisa masuk surga kelak selama hidup masih terberi kepadamu.
Akhirnya jika Anda ingin menjadi penghuni surga kelak maka sekarang jadilah penghuni dunia yang baik dan suci.
Selamat berakhir pekan untuk para sahabat.
Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.
( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong – Duc in Altum )