Rabu, 20 November 2024
Sabda Kehidupan
Rabu 20 November 2024
Lukas 19:26 (Luk 19:11-28)
”Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya.”
Melihat Yang Ada Bukan Yang Tidak Ada
Banyak orang mengeluh karena merasa tidak punya apa-apa. Lebih tepatnya, merasa tidak punya cukup. Tidak punya cukup uang, tidak punya cukup modal, tidak punya cukup bakat, dan berbagai tidak cukup lainnya.
Lalu orang menaruh kebahagiaannya yakni ketika semua yang ia perlukan telah tercukupi. Apa jadinya? Sampai penghujung hidupnya ia tidak bahagia karena merasa tidak pernah cukup.
Ini yang terjadi dengan orang-orang yang diberi uang mina dalam perumpamaan Yesus dalam Injil hari ini. Yang dua berhasil melipatgandakan uang mina mereka, sementara yang ke tiga merasa uangnya tidak cukup. Apalagi ketika ia membandingkan dengan orang lain apa yang diterimanya, ia merasa tidak diperlakukan dengan adil. Akhirnya ia tidak berbuat apa-apa dengan apa yang diterimanya.
Inilah mentalita ‘miskin’ yang menyebabkan orang jatuh miskin dan tidak berbuat apa-apa. Selalu melihat diri miskin dan tidak punya apa-apa. Padahal Tuhan memberi kita waktu yang sama 24 jam sehari serta bakat dan talenta yang melimpah untuk dikembangkan dan dibagi. Bahkan janda miskin dalam kisah Yesus, sanggup membawa persembahan syukur yang melimpah kepada Tuhan.
Mulailah dengan memberi, maka kita akan diberi. Jangan sebaliknya. Akan terjadi apa yang dikatakan Yesus, “Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya.”
Orang yang mau memberi pasti ia mempunyai. Kepadanya akan selalu ditambahkan. Tapi orang yang selalu berkata tidak punya apa-apa, daripadanya akan diambil semua yang ada padanya. Itulah orang yang selalu merasa berkekurangan.
Tidak perlu membayangkan 7 keajaiban dunia itu adalah piramida Mesir, tembok Cina, candi Borobudur dan lain sebagainya yang megah. Lihatlah ke dalam diri dan temukanlah keajaiban itu berupa berkat Tuhan yakni bahwa kita ‘dapat melihat, mendengar, mencium, merasa, menyentuh, mencintai, dan tertawa.’ Pakailah rumus matematika sebagai rumus kehidupan untuk menambah (+), mengalikan (x), dan berbagi (:), semua berkat itu. Lihatlah betapa kita melimpah dengan syukur atas berkat-berkat Tuhan.
Mari belajar mengembangkan semua talenta, potensi, anugerah yang Tuhan berikan. Sebuah senyuman, sentuhan kecil, sapaan penuh kasih, sangat mahal harganya, dan dalam nilainya. Bagikanlah dan bahagia menanti kita.
Melimpah berkat Tuhan hari ini, mari bersyukur.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 20 Nov 2024
Rabu Pekan Biasa XXXIII
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Yoh 15:16
Bacaan Injil: Luk 19:11-28
************************************
Bait Pengantar Injil
Yoh 15:16
Aku telah menetapkan kalian supaya kalian pergi
dan menghasilkan buah yang takkan binasa, sabda Tuhan.
Bacaan Injil
Luk 19:11-28
Mengapa uangku tidak kau berikan kepada orang yang menjalankan uang?
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Pada waktu Yesus sudah dekat Yerusalem,
orang menyangka bahwa Kerajaan Allah akan segera nampak.
Maka Yesus berkata,
“Ada seorang bangsawan berangkat ke negeri yang jauh
untuk dinobatkan menjadi raja.
Sesudah itu baru ia akan kembali.
Maka ia memanggil sepuluh orang hambanya,
dan memberikan mereka sepuluh mina katanya,
‘Pakailah ini untuk berdagang sampai aku kembali.’
Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia,
lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan,
‘Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami.’
Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah dinobatkan menjadi raja,
ia menyuruh memanggil hamba-hambanya,
yang telah diberinya uang itu,
untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing.
Orang yang pertama datang dan berkata,
‘Tuan, mina Tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina.’
Katanya kepada hamba itu,
‘Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik.
Engkau telah setia dalam perkara kecil,
karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota.’
Datanglah yang kedua dan berkata,
‘Tuan, mina Tuan telah menghasilkan lima mina.’
Katanya kepada orang kedua itu,
‘Dan engkau, kuasailah lima kota.’
Dan hamba yang ketiga datang dan berkata,
‘Tuan, inilah mina Tuan,
aku telah menyimpannya dalam sapu tangan.
Sebab aku takut akan Tuan, karena Tuan adalah manusia yang keras.
Tuan mengambil apa yang tidak pernah Tuan taruh,
dan Tuan menuai apa yang tidak Tuan tabur.’
Kata bangsawan itu, ‘Hai hamba yang jahat!
Aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri.
Engkau sudah tahu, aku ini orang yang keras.
Aku mengambil apa yang tidak pernah kutaruh
dan menuai apa yang tidak kutabur.
Jika demikian mengapa uangku tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang?
Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya.’
Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ,
‘Ambillah mina yang satu itu
dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu.’
Kata mereka kepadanya, ‘Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina.’
Ia menjawab, ‘Aku berkata kepadamu,
setiap orang yang mempunyai, ia akan diberi;
tetapi siapa yang tidak mempunyai, daripadanya akan diambil,
juga apa yang ada padanya.
Akan tetapi semua seteruku ini,
yang tidak suka aku menjadi rajanya,
bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku’.”
Setelah mengatakan semuanya itu
Yesus mendahului mereka dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.
Demikianlah sabda Tuhan.
**************************************
EMBUN ROHANI PAGI DARI STASI SALAREM, KEPULAUAN ARU
KEMBANGKANLAH TALENTAMU
“Tidak penting berapa yang Tuhan berikan kepadamu, karena bagi-Nya kerelaan mengembangkan talenta adalah bukti ketaatanmu kepada-Nya.”
Penghargaan Tuhan kepada mereka yang taat dan setia kepada-Nya terekspresi dalam firman hari ini: “Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya.” ( ayat 26 )
Karena itu inilah yang harus Anda lakukan:
1) Syukurilah semua talenta dan bakat yang Tuhan anugerahkan kepadamu;
2) Kembangkanlah talenta dan bakat yang Anda miliki sesuai kemampuanmu;
Akhirnya ingatlah apa yang Santa Teresa katakan: “Aku bekerja bukan untuk mencari sukses tapi untuk setia, karena aku yakin bahwa keberhasilan hanya menjadi milik mereka yang setia.”
Selamat beraktivitas untuk para sahabat.
Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.
( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong – Duc in Altum )