Minggu, 17 November 2024
Sabda Kehidupan
Minggu 17 November 2024
Minggu Biasa ke XXXIII
Markus 13:31 (Mrk 13:24-32)
”Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.”
Hidup Dari Janji-Janji Tuhan
Secara liturgis kita sudah berada pada hari-hari terakhir tahun liturgi yang menunjuk pada akhir zaman, saat Yesus akan datang sebagai Raja Semesta Alam untuk mengadili orang yang hidup dan yang mati.
Di saat itu, seperti dikatakan Yesus, “Langit dan bumi akan berlalu.” Dengan kata lain, langit dan bumi yang fana ini akan lenyap, diganti langit dan bumi yang baru.
Lantas kalau semuanya akan lenyap, di manakah tempat kita berada? Kita tidak tahu ke mana kita akan pergi dan di mana kita akan tinggal, tapi Yesus telah berjanji, bahwa “perkataanKu tidak akan berlalu.” Apa yang dikatakan Yesus?
Inilah janji Yesus, “Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yoh 3:16).
Selanjutnya Yesus bersabda, “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” (Yoh 17:3).
Berbahagialah kita yang mengenal Yesus dan percaya kepadaNya serta hidup oleh janji-janjiNya, yakni jaminan hidup yang kekal.
Yesus adalah jalan, kebenaran dan hidup kita. PadaNya kita percaya, kita tidak akan dikecewakan.
Mari hidup dari janji-janji Tuhan untuk masuk ke hidup yang kekal. Kepada kita telah dikaruniai Tuhan iman-harap-kasih. Mari kita hidup oleh iman, berserah pada kehendak Tuhan. Kita berharap selalu pada pertolongan Tuhan, dan saling mengasihi sebagai hukum Tuhan untuk berbahagia di surga. Bukan hanya kelak sesudah kematian, namun kita dapat menikmati cita rasa surga oleh persatuan kasih dengan Yesus Tuhan kita.
Nantikanlah dengan rindu kedatangan Yesus. “Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” (Wahyu 21:4).
Selamat hari Minggu. Mari ke rumah Tuhan, menikmati baitNya yang kudus.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 17 Nov 2024
Minggu Pekan Biasa XXXIII
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Luk 21:36
Bacaan Injil: Mrk 13:24-32
***********************************
Bait Pengantar Injil
Luk 21:36
Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa,
supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.
Bacaan Injil
Mrk 13:24-32
Ia akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya
dari keempat penjuru dunia.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Sekali peristiwa,
dalam khotbah-Nya tentang akhir zaman,
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
“Pada akhir zaman, sesudah siksaan-siksaan yang berat,
matahari akan menjadi gelap, dan bulan tidak bercahaya;
bintang-bintang akan berjatuhan dari langit,
dan kuasa-kuasa langit akan goncang.
Pada waktu itu
orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan-awan
dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
Dan pada waktu itu pula
Ia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya keluar
dan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya
dari keempat penjuru bumi,
dari ujung bumi sampai ke ujung langit.
Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara.
Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas,
kamu tahu bahwa musim panas sudah dekat.
Demikian juga, jika kamu lihat hal-hal itu terjadi,
ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu.
Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu,
sebelum semuanya itu terjadi.
Langit dan bumi akan berlalu,
tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.
Tetapi tentang hari atau saat itu
tidak seorang pun yang tahu,
malaikat-malaikat di surga tidak, dan Anak pun tidak!
Hanya Bapa yang tahu!”
Demikianlah sabda Tuhan.
**************************************
ℍ
“Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Dan pada waktu itupun Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dan akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung bumi sampai ke ujung langit.” [Mrk 13: 26 – 27]
Saat ini kita mendekati akhir tahun Liturgi Gereja (Minggu depan adalah Hari Raya Kristus Raja, hari Minggu terakhir dalam tahun liturgi), kita diundang untuk melihat akhir dunia – akhir zaman. Bacaan-bacaan hari ini, terutama bacaan pertama dan Injil bernada apokaliptik.
Bacaan hari ini mengajak kita memandang ke masa depan. Baik Daniel maupun Markus menggambarkan akhir zaman, waktu perhitungan terakhir ketika Allah dan Putera-Nya Yesus akan menang atas dosa dan maut.
Dalam Injil dilukiskan sebuah gambaran tentang pemandangan yang akan terjadi ketika Yesus datang kembali. Jatuhnya benda-benda langit tampaknya mendukung bencana yang diramalkan oleh para ilmuwan. Tetapi Yesus hanya menggunakan bahasa apokaliptik yang umum digunakan pada masanya. Jika kita jeli membacanya, kita tahu bahwa itu diambil dari kitab Nabi Yesaya. Dalam pasal 13 dan 34, Yesaya mengatakan bahwa bintang-bintang di langit dan gugusan-gugudannya tidak akan lagi memancarkan cahayanya, matahari akan menjadi gelap pada waktu terbitnya, dan bulan tidak akan memancarkan cahayanya, dan semua bala tentara langit akan lenyap. Kekacauan di langit itu melambangkan jatuhnya tatanan lama yang akan digantikan oleh tatanan baru.
Kita semua menantikan kedatangan Yesus yang kedua kali. Ini akan menjadi hari kedatangan-Nya kembali. Kita mengucapkan Pengakuan Iman pada saat Misa dan menyatakan bahwa Yesus “akan datang kembali dengan mulia untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.” Para penulis Perjanjian Baru menggunakan kata Yunani Parousia yang berarti kedatangan dan kehadiran seorang raja, untuk menggambarkan kedatangan Yesus yang kedua kalinya. Ketika hari itu tiba, Yesus akan diakui sebagai Tuhan bersama dengan kebangkitan orang mati dan semua manusia akan dihakimi di hadapan Kristus yang telah dimuliakan, Raja kita. Kapankah Dia akan datang? Tidak ada yang tahu. Kita hanya bisa menunggu. Namun, nantikanlah dengan sabar dan penuh makna. Itu yang jauh lebih penting dari menduga-duga kapan saatnya itu akan terjadi.
Marilah kita nantikan kedatangannya sambil menghidupi identitas kita sebagai murid-murid Kristus yang sejati. Sambil menanti, marilah kita saling berbagi karunia dan talenta yang telah Allah berikan kepada kita. Dengan kata lain, mari kita melakukan perbuatan baik dan melayani sesama.
Allah sumber pengharapan, sebagai buah dari Ekaristi yang kami rayakan hari ini, bantulah kami untuk melihat masa depan sebagai tantangan untuk berkreasi dan membangun sebuah dunia baru dengan kuasa Yesus Kristus, yang akan menyempurnakan karya-Mu di dalam diri kami. Amin.
Selamat Hari Minggu. ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC