Selasa, 12 November 2024
Sabda Kehidupan
Selasa 12 November 2024
Peringatan St Yosafat_
Lukas 17:10 (Luk 17:7-10)
”Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.”
Hamba Yang Bahagia
Yesus datang ke dunia dengan mengambil rupa seorang Hamba. Ia menjadi Pelayan Allah dan umat manusia, meskipun Ia adalah Sang Mesias, Penebus dan Penyelamat, Raja Semesta Alam.
Jalan Yesus adalah jalan kita. Mengambil rupa seorang hamba adalah sukacita dan kebahagiaan kita karena dapat ikut melayani bersama Yesus, memberi diri sebagai pelayan. Kerendahan hati Yesus biarlah menjadi prinsip hidup kita seperti kata Yesus, “Aku datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani.”
Lihatlah Bunda Maria ketika dipanggil Allah untuk menjadi Bunda Yesus dengan rendah hati berserah, “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanMu.”
Hidup sebagai pelayan sungguh diberkati Allah karena kita menjadi hamba Tuhan untuk melayani sesama. Bahkan Sri Paus disebut sebagai ‘hamba segala hamba Allah.’ (Servus Servorum Dei).
Memang rasanya sudah langka mendapatkan orang yang punya hati sebagai hamba. Tapi biarlah kita menjadi salah satu dari orang-orang yang langka ini karena berani melawan arus dunia yang selalu menggoda kita untuk menjadi tuan besar yang mesti dihormati dan berada di tempat tinggi. Bahagianya hati ketika kita dapat dipakai Tuhan untuk melayani pekerjaan-pekerjaan Tuhan. Hidup menjadi penuh makna karena dapat melayani, seperti Yesus telah melayani kita.
Jadilah abdi yang setia untuk bangsa dan negara, gereja dan jemaat Tuhan, komunitas dan organisasi, institusi dan kelompok, di mananapun kita hidup dan berkarya.
”Ya Bapa, Inilah aku, utuslah aku. Berilah aku hati sebagai hamba yang rendah hati. Amin.”
Selamat mengabdi dengan penuh sukacita, Tuhan Yesus memberkati kita.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 12 Nov 2024
Selasa Pekan Biasa XXXII
PW S. Yosafat, Uskup dan Martir
Warna Liturgi: Merah
Bait Pengantar Injil: Yoh 14:23
Bacaan Injil: Luk 17:7-10
***********************************
Bait Pengantar Injil
Yoh 14:23
Barangsiapa mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku.
Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.
Bacaan Injil
Luk 17:7-10
Kami ini hamba-hamba tak berguna;
kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Yesus bersabda kepada para murid,
“Siapa di antaramu yang mempunyai seorang hamba
yang membajak atau menggembalakan ternak baginya,
akan berkata kepada hamba itu waktu ia pulang dari ladang,
‘Mari segera makan’?
Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu,
‘Sediakanlah makananku.
Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku
sampai selesai aku makan dan minum!
Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.’
Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu,
karena ia telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?
Demikian jugalah kalian.
Apabila kalian telah melakukan segala sesuatu
yang ditugaskan kepadamu,
hendaklah kalian berkata,
‘Kami adalah hamba-hamba tak berguna;
kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan’.”
Demikianlah sabda Tuhan.
***************************************
MELAYANI ATAU MENGABDI “YANG LAIN” DENGAN TULUS, SUNGGUH2 DAN SEBAIK-BAIKNYA
(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)
Pesta St. Yosafat, Uskup dan Martir
Semangat baru yang diajarkan Yesus dalam Injil hari ini terletak pada KEHEBATAN HAMBA/PELAYAN YANG SETIA MELAYANI TUANNYA. Hamba ato pelayan atau Abdi berani “mengorbankan/mengabdikan” dirinya utk melayani tuannya dengan sepenuh hati dan tulus. Dia selalu berusaha utk berikan yang terbaik dan terindah utk yang dilayaninya. “Siapa di antaramu yang mempunyai seorang hamba, yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kp hamba itu waktu ia pulang dari ladang, ‘Mari segera makan? ‘ Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu, ‘Sediakanlah makananku! Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai aku selesai makan dan minum’! Dan sesudah itu engkau boleh makan atau minum. Adakah ia berterimakasih kepada hamba itu, karena ia telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?” (Luk. 17:7-9).
Hati dan semangat saya, anda mestinya seperti hati dan semangat seorang hamba yang HANYA ADA WAKTU UTK MELAYANI TUHAN dan ORANG LAIN dengan sebaik2nya, sesudah itu baru “urus/layani” diri sendiri dg sebaik2nya juga. Itulah spiritualitas pelayan/hamba/abdi. Tuhan dan orang lain menjadi “fokus”. Itulah juga spiritualitas Yesus Kristus. Hamba/pelayan yg baik tidak akan membanggakan dirinya sebagai pelayan. Dia tidak mencari popularitas, melainkan merasa senang dan gembira dan bahagia menjalankan tugas dan pelayanan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya. Merasa bahagia dengan dan karena membahagiakan “yang lain”. Dia menganggap diri sebagai hamba yang “tidak berguna” dan hanya siap melakukan yg terbaik dan terindah utk “yang lain” (Tuhan dan orang lain dan alam ciptaan/lingkungan hidup lainnya). “Kami ini hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan” (Luk. 17:10).
Selamat melayani atau mengabdi “yang lain” (Tuhan dan orang lain serta seluruh alam ciptaan/lingkungan hidup lainnya). Selamat menjadi pelayan/abdi yang baik! Berikanlah yg terbaik dan terindah utk Tuhan, orang lain dan diri sendiri “saat ini di dini”!
Semoga dengan bantuan doa St. Yosafat), Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati saya, anda sekalian yang telah “melayani/mengabdi” Tuhan, orang lain dan lingkungan hidup/alam ciptaan lainnya dengan tulus, sungguh2 dan sebaik-baiknya. Amin.