Senin, 11 November 2024
Sabda Kehidupan
Senin 11 November 2024
Peringatan St Martinus dari Tours
Lukas 17:1 (Luk 17:1-6)
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.”
Hoax
Ternyata Yesus Tuhan kita sudah sejak awal mengingatkan murid-muridNya bahwa tidak mungkin tidak akan ada penyesatan. Penyesatan di zaman now itulah hoax, pembohongan, fitnah, ujaran kebencian, pemalsuan dan yang sejenisnya.
Setiap hari kita dibanjiri dengan siraman kuasa gelap ini. Apalagi dengan adanya media sosial yang hanya ditentukan ujung jari dan tanpa berpikir panjang, menyebarlah penyesatan-penyesatan ini ke mana-mana.
Yesus telah mengingatkan bahwa kita semua tak mungkin terhindar dari penyesatan ini. Kita berdoa dan mohon Roh Kebijaksanaan Allah menaungi kita, menerangi dan menuntun hati dan akal budi kita agar mampu menyadari pekerjaan iblis ini. Terutama kita mohon agar Tuhan menjauhkan kita dari perbuatan sesat ini. Jangan sampai kita menjadi sumber penyesatan atau ikut meneruskan pesan-pesan yang menyesatkan tanpa kritis memeriksa apakah informasi ini benar atau tidak.
Seperti para rasul kita memohon kepada Yesus, “Tuhan, tambahkanlah iman kami. Mampukan kami untuk mengatasi kelemahan kami dengan daya Roh KudusMu. Jauhkan hati dan pikiran kami dari rasa iri, benci, dan balas dendam. Lindungilah kami agar tidak tersesat. Amin.”
Semangat Senin. Damai selalu di hati❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 11 Nov 2024
Senin Pekan Biasa XXXII
PW S. Martinus dr Tours, Uskup
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Flp 2:15-16
Bacaan Injil: Luk 17:1-6
************************************
Bait Pengantar Injil
Flp 2:15-16
Hendaknya di dunia ini kalian bersinar seperti bintang-bintang sambil berpegang pada firman kehidupan.
Bacaan Injil
Luk 17:1-6
Jika saudaramu berbuat dosa terhadapmu tujuh kali sehari
dan tujuh kali kembali kepadamu dan berkata, ‘Aku menyesal’,
engkau harus mengampuni dia.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
“Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan!
Tetapi celakalah orang yang menyebabkannya.
Lebih baik baginya
jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya,
lalu ia dilemparkan ke dalam laut,
daripada ia menyesatkan salah seorang yang lemah ini.
Jagalah dirimu!
Jika saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia.
Dan jika ia menyesal, ampunilah dia.
Bahkan jika ia berbuat dosa terhadapmu tujuh kali sehari
dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata, ‘Aku menyesal,’
engkau harus mengampuni dia.”
Lalu para rasul berkata kepada Tuhan,
“Tambahkanlah iman kami!”
Tetapi Tuhan menjawab,
“Jika kalian memiliki iman sebesar biji sesawi,
kalian dapat berkata kepada pohon ara ini,
‘Tercabutlah engkau dan tertanamlah di dalam laut,’
maka pohon itu akan menurut perintahmu.”
Demikianlah sabda Tuhan.
************************************
BUTUH IMAN YANG KUAT DAN MENDALAM UNTUK BISA MENGAMPUMI DAN MENEGUR ORANG LAIN
(RD John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)
Dalam Injil hari ini saya, anda mendengar beberapa nasihat yg sangat praktis dalam kehidupan sehari2.
Janganlah saya, anda menyesatkan orang!! “Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang melakukannya” kata Yesus kp murid2Nya (Luk. 17:1).
Tegorlah dengan penuh cinta saudaramu yang berbuat dosa/salah dan ampunilah orang yang bersalah kepada saya, anda!! “Jagalah dirimu! Jika saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia!” (Luk. 17:3).
Mohonlah IMAN YG KUAT DAN MENDALAM supaya tidak menyesatkan orang lain, supaya bisa menegor orang lain dg penuh cinta dan bisa mengampuni/memaafkan orang yg bersalah kp saya, anda.
Banyak orang, ketika mengetahui saudara, teman atau orang lain yang jatuh ke dalam dosa, malah semakin memojokkan orang tersebut dengan ikut menjadi penyebar gosip, bahkan terkadang menambah “bumbu2” sehingga kelihatannya semakin besar “dosa/kesalahannya”. Rasa damai, gembira, sukacita, bahagia tidak ditemukan di sini. Sikap ini tentu saja bertentangan dengan apa yang dikehendaki oleh Tuhan Yesus.
Untuk memiliki sikap seperti yang Yesus inginkan (mengampuni, memaafkan, menegor) dibutuhkan IMAN YG KUAT dan MENDALAM, sehingga apa yang saya, anda lakukan sungguh2 jernih tulus demi kebaikan banyak pihak. Ada banyak peristiwa di mana teguran justru berujung pada pertengkaran bahkan perkelahian. Sebabnya mungkin karena kedua belah pihak kurang beriman. Yang ditegur tidak terbuka terhadap kritik orang lain, sementara yang mengeritik tidak memakai cara dan sikap yang tulus dan penuh cinta. Di sini seperti para rasul, saya anda mesti memohonkan IMAN YANG KUAT DAN MENDALAM:”Tambahkanlah iman kami” (Luk. 17:5).
Mari lakukan nasihat2 Yesus ini kp orang2 terdekat saya, anda. Mulailah dari hal2 yang kecil. Selamat mengampuni, memaafkan! Selamat menegor orang yang berbuat salah! Selamat memohon iman yg kuat dan mendalam.
Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati saya, anda sekalian yang memiliki iman yang kuat dan mendalam utk bisa mengampuni dan menegor orang lain. Amin.