Rabu, 06 November 2024
Sabda Kehidupan
Rabu 06 November 2024
Lukas 14:26 (Luk 14:25-33)
”Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.”
Berani Melepaskan Kepentingan Diri
Bukanlah maksud Yesus agar semua anggota keluarga saling membenci karena Dia. Yesus menghendaki agar cinta kita kepadaNya tidak terhalang oleh kepentingan diri sendiri dan keluarga.
Ketika kebenaran Allah menuntut kita untuk memilih maka kita harus berani memilih mengikuti kehendak Allah. Oleh karena itu segala sesuatu yang bertentangan dengan kehendak Allah mesti ditolak dan semua ikatan yang membuat kita terpisah dari Allah harus dilepaskan.
Misalnya kecintaan kepada keluarga jangan sampai membuat orang menghalalkn segala cara dan membenarkan diri untuk KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme). Tidak perlu cemas memilih Yesus dan meninggalkan segalanya demi mengikuti Dia. Keterikatan kita pada siapapun dan pada apapun, akan menjadi tempat kuasa gelap bersarang dan mengikat kita.
Ingatlah Yesus telah berjanji, “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Mat 6:33). Dan dalam Mat 19:29 Yesus berkata, “Setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.”
Sesungguhnya dengan menjadikan Yesus segalanya bagi kita, maka cinta kita kepada siapapun termasuk orang tua dan keluarga menjadi begitu dalam dan kuat, karena alasan terdalam cinta kita kepada mereka adalah cinta kita kepada Yesus yang telah lebih dahulu mencintai kita.
Selamat hari baru, mari melayani dengan tulus hati, terlepas dari ikatan cinta diri.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 06 Nov 2024
Rabu Pekan Biasa XXXI
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: 1Ptr 4:14
Bacaan Injil: Luk 14:25-33
**********************************
Bait Pengantar Injil
1Ptr 4:14
Berbahagialah kalian, bila dinista karena nama Kristus,
sebab Roh Allah ada padamu.
Bacaan Injil
Luk 14:25-33
Yang tidak melepaskan diri dari segala miliknya
tidak dapat menjadi murid-Ku.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Pada suatu ketika
orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.
Sambil berpaling Yesus berkata kepada mereka,
“Jika seorang datang kepada-Ku
dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya,
saudara-saudarinya, bahkan nyawanya sendiri,
ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
Barangsiapa tidak memanggul salibnya dan mengikuti Aku,
ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
Sebab siapakah di antaramu, yang mau membangun sebuah menara,
tidak duduk membuat anggaran belanja dahulu,
apakah uangnya cukup untuk menyelesaikan pekerjaan itu?
Jangan-jangan sesudah meletakkan dasar
ia tidak dapat menyelesaikannya.
Lalu semua orang yang melihat itu akan mengejek dengan berkata,
‘Orang itu mulai membangun, tetapi tidak dapat menyelesaikannya.’
Atau raja manakah yang hendak berperang melawan raja lain,
tidak duduk mempertimbangkan dulu
apakah dengan sepuluh ribu orang ia dapat melawan musuh
yang datang menyerang dengan dua puluh ribu orang?
Jika tidak dapat, ia akan mengirim utusan selama musuh masih jauh
untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian.
Demikianlah setiap orang di antaramu
yang tidak melepaskan diri dari segala miliknya,
tidak dapat menjadi murid-Ku.”
Demikianlah sabda Tuhan.
*****************************************
ℍ
“Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.” (Luk 14: 26 – 27)
Membaca Injil hari ini, seorang teman berkata: “Hidup ini sudah berat dan Yesus membuatnya semakin berat.” Tapi saya menjawab: “Ya, hidup memang berat. Tetapi saya tidak berpikir bahwa Yesus membuatnya menjadi lebih berat.” Atau bagaimana menurut anda?
Ketika popularitas Yesus menyebar, para pengikut-Nya pun menjadi dikenal dan populer. Namun, menjadi murid Kristus bukan hanya tentang popularitas, melainkan tentang pelayanan yang tulus dan dedikasi yang didasarkan pada kasih tanpa syarat kepada Tuhan dan sesama, tanpa menghiraukan konsekuensi yang akan terjadi. Istilah “menjadi murid Kristus” di sini tidak hanya mengacu pada para imam, biarawati, religius atau misionaris. Istilah ini merujuk kepada setiap orang Kristen.
Dalam perjalanan menuju Yerusalem, Yesus memperingatkan orang banyak untuk sepenuhnya menyadari apa yang sebenarnya mereka ikuti atau lakukan, dan untuk melakukannya dengan bebas sehingga tidak ada seorang pun dari keluarga mereka yang dapat menghalanginya. Jadi kata ‘benci’ tidak hanya berarti perasaan manusia; kata ini terutama berarti pembebasan dan keputusan. Ini adalah cara yang dramatis untuk mengatakan bahwa siapa pun yang menempatkan orang lain, bahkan orang-orang terdekatnya, di atas KOMITMEN TOTAL kepada Kristus dan misinya tidak siap untuk menjadi seorang murid. Anda tidak dapat memberikan apa pun kepada Tuhan sampai Anda memberikan segalanya kepada-Nya. Tidak ada jalan tengah; itu adalah penyerahan total atau tidak sama sekali. Ini adalah harga pemuridan.
Saya percaya bahwa hanya dengan cara inilah pemuridan kita akan benar-benar menjadi sebuah persekutuan dengan Yesus. Kita berbagi sukacita dan penderitaan-Nya dan Dia juga berbagi dalam penderitaan kita. Inilah keindahan dari pemuridan Kristen. Kita tidak sendirian, Yesus menyertai kita dan berjalan bersama kita. Ya, hidup ini berat. Tetapi Yesus tidak membuatnya menjadi lebih berat; Dia menunjukkan kepada kita, para pengikut-Nya, bahwa hidup ini layak untuk dijalani.
Sejauh manakah komitmen anda mengikuti Kristus?
Bapa, berikanlah kami kekuatan Roh Kudus-Mu agar kami bersungguh-sungguh dalam komitmen iman kami dan untuk menerima tugas kami dalam hidup ini dengan segala konsekuensinya. Karena kami yakin Yesus akan menuntun kami kepada-Mu. Amin.
Selamat beraktivitas. ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC