Kamis, 24 Oktober 2024
Sabda Kehidupan
Kamis 24 Oktober 2024
Lukas 12:49-51 (Luk 12:49-53)
”Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala! Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung! Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.”
Api Roh Kudus Yang Memurnikan
Yesus datang untuk melemparkan api Roh Kudus ke bumi, ke dalam hati kita. Sifat api adalah membakar untuk memanaskan dan menghangatkan. Api adalah lambang semangat yang berkobar, membara dan penuh gairah. Api Roh Kudus mencairkan hati yang beku dan menggantinya dengan kehangatan kasih.
Sifat api yang lain adalah menghancurkan dan memusnahkan serta memisahkan dalam arti memurnikan. Sama halnya dengan emas yang harus dimurnikan dalam api. Apa yang bukan emas dikeluarkan, dimusnahkan, dibersihkan dan dimurnikan. Proses ini menyakitkan dan membawa pertentangan.
Akan ada perang dan pertempuran terus menerus dalam hati, antara menentang kejahatan dan dosa, membela kebenaran dan keadilan atau menyerah dan mengikuti hawa nafsu untuk mencari aman dan menyenangkan diri sendiri.
Demikianlah Roh Kudus memurnikan nurani kita dari kejahatan dan dosa yang harus dibakar, dihancurkan, dihabiskan. Kehadiran Roh Allah akan selalu membawa pertentangan dalam batin antara mengikuti kehendak hati untuk cinta diri atau mengikuti suara Tuhan untuk rendah hati, mengalah, mengampuni, berkorban diri, melawan arus dan siap menjadi tidak populer, tidak disukai, bahkan dimusuhi.
Mau ikut ajakan teman atau keluarga untuk korupsi atau bermain curang, atau tetap jujur dan setia dalam jalan kebenaran? Mau pilih yang mana?
Tetaplah memilih Yesus apapun resikonya. Jangan padamkan Api Roh Kudus dalam hati. Jadikan Ia prinsip nurani untuk setia mengikuti Yesus dan berani berperang melawan kejahatan dan tipu daya iblis.
Dalam Yesus kita akan menang dan meraih kedamaian. Pertentangan batin, kerisauan pasti terjadi namun akhirnya yang setia bertahan, hatinya damai dan penuh sukacita.
Selamat hari Kamis. Tetaplah bertahan dalam prinsip nurani, damai selalu di hati❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 24 Okt 2024
Kamis Pekan Biasa XXIX
PF S. Antonius Maria Claret, Uskup
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Flp 3:8-9
Bacaan Injil: Luk 12:49-53
*************************************
Bait Pengantar Injil
Flp 3:8-9
Segala sesuatu kuanggap sebagai sampah,
supaya aku memperoleh Kristus dan berada dalam Dia.
Bacaan Injil
Luk 12:49-53
Aku datang bukannya membawa damai, melainkan pertentangan.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Pada suatu ketika
Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,
“Aku datang melemparkan api ke bumi,
dan betapa Kudambakan agar api itu selalu menyala!
Aku harus menerima baptisan
dan betapa susah hati-Ku sebelum hal itu berlangsung!
Kalian sangka Aku datang membawa damai ke bumi?
Bukan! Bukan damai, melainkan pertentangan!
Karena mulai sekarang
akan ada pertentangan antara lima orang dalam satu rumah,
tiga melawan dua dan dua melawan tiga.
Mereka akan saling bertentangan,
bapa melawan puteranya, dan putera melawan bapanya,
ibu melawan puterinya, dan puteri melawan ibunya,
ibu mertua melawan menantu,
dan menantu melawan ibu mertuanya.”
Demikianlah sabda Tuhan.
***************************************
ℍ
”Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!” (Luk 12: 49)
Hidup kita tidak dapat lepas dari api. Api memberi terang, kehangatan, dan pemurnian; api dapat melelehkan pelbgai macam logam untuk kemudian dibentuk. Api juga mempunyai pelbagai macam kegunaan dalam kehidupan sehari-hari untuk memasak, untuk menghangatkan diri, dan sebagainya.
Dalam Kitab Suci, Api sering kali dihubungkan dengan kehadiran Allah dan tindakan-Nya di bumi dalam hidup umat-Nya. Dalam Perjanjian Lama, misalnya, Allah seringkali menyatakan kehadiran-Nya dalam api, seperti semak-semak yang menyala saat Ia berbicara dengan Musa (Kel 3: 2). Api juga melambangkan kemuliaan Allah (Yeh 1: 4, 13), kehadiran-Nya yang melindungi (2 Raj 6: 7), kekudusan-Nya (Ul 4: 24), keputusan-Nya yang adil (Zak 13: 9), murka-Nya melawan kuasa dosa (Yes 66: 15 – 16) dan sabda-Nya juga digambarkan seperti api (Yer 23: 29). Pun dalam Perjanjian Baru pengaruh Roh Kudus-Nya juga digambarkan dengan api (Mat 3: 11) dan turun-Nya Roh Kudus nampak seperti lidah-lidah api (Kis 2: 3).
Injil hari ini mengatakan bahwa Yesus datang untuk melemparkan api ke bumi. Api yang mau dilemparkan oleh Yesus ke bumi adalah Roh Kudus, api yang menyala dalam diri kita sejak kita dibaptis. Api itu adalah daya kreatif yang memurnikan, membarui, yang membakar derita manusia, membakar segala cinta diri, segala dosa, yang mengubah kita dari dalam, melahirkan kita kembali dan memampukan kita mengasihi, memberi kita keberanian dan semangat, untuk mewartakan kepada setiap orang tentang Yesus dan warta kerahiman dan keselamatan-Nya.
“Gereja tidak memerlukan birokrat dan pejabat-pejabat saja, tetapi para misionaris yang penuh semangat, yang terbakar oleh api cinta, untuk membawa kepada setiap orang sabda Yesus yang menghibur serta rahmat-Nya. Itulah api Roh Kudus. Jika Gereja tidak menerima api ini, atau tidak mengijinkan-Nya membakar dirinya, ia menjadi dingin dan menjadi Gereja yang suam-suam kuku, tak mampu memberi hidup, karena ia dibangun dari orang-orang Kristen yang dingin dan suam-suam kuku,” kata Paus Fransiskus.
Pentinglah bila saat ini kita mengambil waktu untuk bertanya kepada diri kita sendiri: Bagaimanakah hatiku? Bagaimanakah imanku? Bagaimanakah aku hidup sebagai murid Kristus? Dingin? Suam-suam kuku?
Tuhan kobarkan api kasih-Mu dalam diri kami masing-masing. Amin.
Selamat beraktivitas. ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC