Minggu, 13 Oktober 2024
Sabda Kehidupan
Minggu 13 Oktober 2024
Markus 10:24-25 (Markus 10:17-30)
”Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah. Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
Memiliki Yesus Kekayaan Sejati Kita
Yesus menggambarkan bahwa pintu Kerajaan Allah itu begitu sempit bagaikan lubang jarum. Untuk melewati pintu yang sempit bagaikan lubang jarum ini, maka semua muatan yang ada di punggung unta harus dilepaskan agar ia dapat masuk ke dalamnya.
Orang muda yang kaya yang mencari hidup abadi tidak mau melepaskan kekayaannya untuk berbagi dengan orang lain. Ia sungguh diberkati tapi ia hanya mau berkatnya untuk diri sendiri. Akhirnya kekayaannya menjadi penghambat baginya untuk selamat.
Keselamatan hanya ada dalam Yesus. Yesus adalah jaminan hidup abadi kita. Semua yang menghambat kita untuk mengikuti Yesus, semua kelekatan yang membuat kita jauh dari Yesus, harus rela kita lepaskan agar dapat melewati pintu surga dan meraih kebahagiaan sejati, yakni memiliki Yesus seumur hidup kita.
Tidak sedikit orang yang melupakan Tuhan demi mengejar kekayaan, atau lupa Tuhan saat kaya raya karena merasa diri mampu mengandalkan kekuatannya sendiri.
Hari Minggu tidak ke gereja karena sibuk mencari uang. Atau sedang menikmati hartanya dan lupa bersyukur dan tak merasa perlu bersekutu dengan sesama umat.
Dengan bagus dikatakan, “When God blesses you financially, don’t raise your standard of living, but your standard of giving.” (Ketika Tuhan memberkati Anda secara finansial, jangan menaikkan standar hidup Anda melainkan tingkatkan standar memberi Anda)
Yesus berkata, “berilah maka kamu akan diberi.” (Luk 6:38). Kekayaan batin yang ada dalam diri seseorang yang mampu membuat dia merelakan apa yang ia miliki untuk diberikan kepada orang lain yang susah atau lebih membutuhkan, itulah kekayaan yang sejati. Itulah kekayaan iman karena memiliki Yesus, harta sejati kita dan percaya bahwa semua yang ada pada kita semata anugerah Tuhan.
Milikilah kekayaan iman ini untuk kita selalu dapat bersyukur kepada Tuhan dan terlepas dari kekhawatiran dunia yang membuat kita hanya berpikir untuk diri sendiri dan selalu merasa berkekurangan.
Selamat Hari Minggu, melimpah kasih karunia Tuhan bagi kita.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 13 Okt 2024
Minggu Pekan Biasa XXVIII
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Mat 5:3
Bacaan Injil: Mrk 10:17-30
************************************
Bait Pengantar Injil
Mat 5:3
Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah,
karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.
Bacaan Injil
Mrk 10:17-30
Juallah apa yang kaumiliki, lalu ikutlah Aku!
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Pada suatu hari
Yesus berangkat meneruskan perjalanan-Nya.
Maka datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia
dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia bertanya,
“Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat
untuk memperoleh hidup yang kekal?”
Jawab Yesus kepadanya,
“Mengapa kaukatakan Aku baik?
Tak seorang pun yang baik selain Allah!
Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah:
Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri,
jangan mengucapkan saksi dusta dan jangan mengurangi hak orang,
hormatilah ayah dan ibumu!”
Kata orang itu kepada Yesus,
“Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.”
Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya,
lalu berkata kepadanya,
“Hanya satu lagi kekuranganmu:
Pergilah, juallah apa yang kaumiliki,
dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin.
Maka engkau akan beroleh harta di surga.
Kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”
Mendengar perkataan Yesus,
orang itu menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih,
sebab banyak hartanya.
Lalu Yesus memandang murid-murid di sekeliling-Nya
dan berkata kepada mereka,
“Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
Murid-murid tercengang mendengar perkataan-Nya itu.
Tetapi Yesus menyambung lagi,
“Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah!
Lebih mudah seekor unta melewati lubang jarum
daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
Para murid semakin gempar
dan berkata seorang kepada yang lain,
“Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”
Yesus memandang mereka dan berkata,
“Bagi manusia hal itu tidak mungkin,
tetapi bukan demikian bagi Allah.
Sebab bagi Allah segala sesuatu adalah mungkin.”
Lalu berkatalah Petrus kepada Yesus,
“Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu
dan mengikuti Engkau!”
Maka Yesus menjawab,
“Sungguh, Aku berkata kepadamu,
barangsiapa, karena Aku dan karena Injil,
meninggalkan rumah, saudara-saudari, ibu atau bapa,
anak-anak atau ladangnya,
pada masa ini juga ia akan menerima kembali seratus kali lipat:
rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu,
anak-anak dan ladang,
sekalipun disertai berbagai penganiayaan;
dan di masa datang ia akan menerima hidup yang kekal.”
Demikianlah sabda Tuhan.
**************************************
ℍ
“Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” (Mrk 10: 21)
Sabda Tuhan hari ini menantang kita: di manakah kita menaruh hati kita? Apa yang menjadi pusat hidup kita? Apa tau siapa yang menjadi prioritas kita? Apa yang menjadi rasa aman kita? Apa yang menjadikan hidup kita bermakna? Tuhan menawarkan kebijaksanaan. “Maka itu aku berdoa dan akupun diberi pengertian, aku bermohon lalu roh kebijaksanaan datang kepadaku,” (Keb 7: 7). Yesus juga mengingatkan: janganlah engkau menaruh hatimu pada kekayaan, sebab engkau akan diperbudak olehnya. Biarlah Allah menjadi Tuhan kita. Yesuslah yang harus kita ikuti.
Segala sesuatu yang kita “miliki”, sebenarnya adalah milik Tuhan. Ia mempercayakan semuanya itu kepada kita untuk dikelola dengan baik. Kita adalah hamba-hamba yang dapat dipercaya dan bertanggungjawab. Kesadaran bahwa segalanya adalah milik Tuhan akan membantu kita untuk hidup sederhana, tidak melekat pada harta benda. Hidup sederhana akan mempermudah kita untuk berbagi dengan sesama yang berkebutuhan. Bila kita menghidupi semuanya itu, kita hidup dalam kasih, kasih kepada Allah dan sesama.
Betapa bahagianya ketika Ia mengundang kita untuk bertemu dengan-Nya lebih dalam, melampaui kedangkalan hidup, entah itu dalam doa, dengan mendengarkan Sabda-Nya, dalam ucapan syukur kita, dalam persekutuan, dengan mengagumi ciptaan-Nya. Jika kita sungguh-sungguh berjumpa dengan-Nya, Ia akan mengubah kita, untuk mengikuti-Nya secara lebih radikal. Mungkin saja kita menolak undangan-Nya. Itu akan membuat-Nya sedih, sebab Ia mengasihi kita. Mari mohon kepada-Nya agar kita selalu mengikuti panggilan dan undangan-Nya ke dalam hidup yang sejati.
Tuhan, kami berdoa kepada-Mu bukan untuk kekayaan tetapi untuk kepercayaan, bukan untuk kekuasaan tetapi untuk keberanian, bukan untuk kesenangan tetapi untuk sukacita, bukan untuk kepura-puraan tetapi untuk integritas. Jadikanlah kami bijaksana dengan hikmat Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.
Selamat Hari Minggu. JLU! ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC