Kamis, 10 Oktober 2024
Sabda Kehidupan
Kamis 10 Oktober 2024
Lukas: 11:13 (Luk 11:5-13)
”Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”
Roh Kudus Jawaban Doa Kita
Sesudah mengajarkan doa “Bapa Kami” Yesus meyakinkan murid-muridNya akan kebaikan hati Bapa di surga yang tak terbatas. Kata Yesus, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.”
Lebih dari itu, relasi kita dengan Bapa tidak berhenti hanya pada kita minta dan diberi. Yesus menyampaikan apa yang menjadi inti utama doa kita, kataNya, “Bapamu yang di sorga akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”
Sesungguhnya dengan menganugerahkan Roh KudusNya kepada kita itu berarti Allah Bapa telah memberikan segalanya bagi kita karena RohNya sendiri diam di hati kita. Dia-lah Roh cinta Allah yang memenuhi seluruh diri kita sehingga sebagai anak Allah, kita tak pernah akan berkekurangan belaskasih Allah, karena Allah sendiri yang bekerja dalam diri kita.
Seperti kata Paulus dalam Rom 8:28, “Allah sendiri turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.”
Biarlah api Roh Kudus terus menyala dalam hati kita sebagai tanda cinta Yesus untuk terus tinggal bersama kita, membuka pintu-pintu berkat dan mengabulkan doa-doa kita serta menuntun kita di jalanNya.
Selamat hari Kamis. Roh Kudus Allah menemani kita.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 10 Okt 2024
Kamis Pekan Biasa XXVII
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Kis 16:14b
Bacaan Injil: Luk 11:5-13
***********************************
Bait Pengantar Injil
Kis 16:14b
Tuhan, bukalah hati kami,
supaya kami memperhatikan sabda Anak-Mu.
Bacaan Injil
Luk 11:5-13
Mintalah, maka kalian akan diberi.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Pada waktu itu, sesudah mengajar para murid berdoa,
Yesus bersabda kepada mereka,
“Jika di antara kalian
ada yang tengah malam pergi ke rumah seorang sahabat
dan berkata kepadanya, ‘Saudara, pinjamkanlah aku tiga buah roti,
sebab seorang sahabatku dalam perjalanan singgah di rumahku,
dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya;’
masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab,
‘Jangan mengganggu aku;
pintu sudah tertutup, dan aku serta anak-anakku sudah tidur.
Aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepadamu.’
Aku berkata kepadamu:
Sekalipun dia tidak mau bangun
dan tidak mau memberikan sesuatu meskipun ia itu sahabatnya,
namun karena sikap sahabatnya yang tidak malu-malu itu,
pasti ia akan bangun dan memberikan apa yang dia diperlukan.
Oleh karena itu Aku berkata kepadamu,
mintalah, maka kamu akan diberi;
carilah, maka kamu akan mendapat;
ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
Karena setiap orang yang meminta, akan menerima;
dan setiap orang yang mencari, akan mendapat,
dan setiap orang yang mengetuk, akan dibukakan pintu.
Bapa manakah di antara kalian,
yang memberi anaknya sebuah batu, kalau anak itu minta roti?
Atau seekor ular, kalau anaknya minta ikan?
Atau kalajengking, kalau yang diminta telur?
Jika kalian yang jahat tahu memberikan yang baik kepada anakmu,
betapa pula Bapamu yang di surga!
Ia akan memberikan Roh Kudus
kepada siapa pun yang meminta kepada-Nya.”
Demikianlah sabda Tuhan.
**************************************
ℍ
“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu,” [Luk 11: 9]
Perumpamaan dalam Injil hari ini mengundang kita untuk bertekun atau gigih dalam doa. Perumpamaan tentang seorang sahabat yang meminta bantuan di tengah malam dapat juga dimengerti sebagai suatu jaminan bahwa doa kita selalu dijawab. St Alfonsus Liguori juga pernah memberikan jaminan bahwa Allah, begitu mendengar doa kita, tergerak hati-Nya oleh belas kasih. Hal itu dikatakan oleh nabi Yesaya: “Engkau tidak akan terus menangis. Tentulah Tuhan akan mengasihani engkau, apabila engkau berseru-seru; pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab,” (Yes 30: 19).
Namun, terkadang Allah menunda untuk mengabulkan doa kita, atau bahkan “tidak mengabulkannya” sama sekali. Kita tidak selalu mendapatkan apa yang kita inginkan. Jika Ia menunda, itu karena Ia mengasihi kita dan ingin menguji kepercayaan kita pada-Nya; atau apa yang kita inginkan sebenarnya bukan yang kita butuhkan. Atau, Ia ingin mengabulkan permohonan kita atas cara yang jauh melampaui harapan kita.
Anda pasti tahu Santa Monika. Bertahun-tahun ia berdoa untuk pertobatan puteranya, Agustinus. Doanya tidak serta merta dikabulkan dan Tuhan memberikan jauh melebihi yang ia harapkan. Hanya sesudah 33 tahun lamanya ia berdoa dengan bercucuran air mata, Allah menjawabnya. Allah menghendaki lebih dari sekedar pertobatan, Ia menghendaki Agustinus menjadi seorang imam, dan kemudian menjadi seorang uskup, bahkan menjadi seorang pujangga Gereja, seorang santo yang besar…….
Ketika kita bertekun dalam doa, itu tidak berarti bahwa Allah perlu diingatkan akan kebutuhan kita; doa dengan tekun tidak berarti bahwa kita dapat mengubah rencana Allah. Namun, dengan bertekun dalam doa kita menjadi lebih arif memahami rencana-Nya dan bertumbuh dalam kepercayaan kita sebagai anak-anak Allah. Dengan itu kita akan mampu melihat bahwa apa saja yang datang dari tangan-Nya adalah untuk kebaikan kita.
Apakah anda cepat menyerah dan berpikir bahwa Allah tidak mendengarkan doa anda? Atau anda terbuka terhadap apa saja yang Allah kehendaki, terhadap segala rencana-Nya melalui doa-doa kita yang kita lakukan dengan tekun?
Tuhan, aku berpaling kepada-Mu dalam doa yang sungguh-sungguh. Kubuka hatiku dan memohon agar Engkau menolongku: untuk memuji Engkau, memohon kepada-Mu, berterima kasih kepada-Mu, dan terutama belajar untuk mendengarkan-Mu. Amin.
Selamat beraktivitas hari ini. Tetap bertekun dalam doa. ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC