Senin, 07 Oktober 2024
Sabda Kehidupan
Senin 7 Oktober 2024
Peringatan St Perawan Maria, Ratu Rosario
Luk 10:29 (Lukas 10:25-37)
Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: “Dan siapakah sesamaku manusia?”
Tergerak Hati Oleh Belaskasihan
Orang Yahudi di jaman Yesus hanya mengakui sesamanya orang yang sebangsa, teman dekat atau anggota keluarga. Maka sekalipun berpegang pada hukum cinta kasih, kasih mereka hanya terbatas pada orang yang dikenal. Seperti kata pepatah, “bila tak dikenal maka tak sayang.”
Yesus datang untuk merangkul semua orang, siapapun dia tanpa membeda-bedakan. Orang Samaria yang baik hati tidak lain adalah Yesus sendiri. Ia selalu tergerak oleh belaskasihan. Bila hati selalu tergerak oleh belaskaihan maka ia tak lagi memandang latar belakang orang itu, dari mana asalnya, kenal atau tidak.
Ada ungkapan bijak yang berkata, ‘iman bisa berbeda, tapi kita sama sebagai manusia.’ Kita diciptakan Tuhan dengan hati yang berbelas kasih. Inilah sifat Tuhan yang ditanamkan dalam hati semua manusia. Kita ingin menjadi seperti Yesus. Mari kita minta supaya hati kita menjadi seperti hati Yesus yang selalu tergerak hatiNya oleh belaskasihan.
Biarlah orang melihat Yesus dalam setiap gerakan hati kita. Mulailah dengan berdoa bagi sesama, dan wujudkanlah doa itu dalam perbuatan yang nyata.
Bunda Yesus, Maria, juga adalah ibu yang berbelasksih. Ia peduli dengan Elisabet yang perlu pertolongannya. Ia lantas pergi ke Yudea membantu Elisabet, Mama Yohanes Pembaptis. Ia tergerak hati untuk menolong tuan pesta yang kehabisan anggur. Ia-pun datang pada Yesus meminta pertolonganNya.
Kita juga dapat datang pada Yesus memohon pertolonganNya bagi sesama yang ingin kita bantu.
Selamat memulai pekan yang baru dengan semangat belaskasih.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 07 Okt 2024
Senin Pekan Biasa XXVII
PW SP Maria, Ratu Rosario
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Yoh 13:34
Bacaan Injil: Luk 10:25-37
***********)********************
Bait Pengantar Injil
Yoh 13:34
Perintah baru Kuberikan kepadamu, sabda Tuhan;
yaitu supaya kamu saling mengasihi;
sama seperti Aku telah mengasihi kamu.
Bacaan Injil
Luk 10:25-37
Siapakah sesamaku?
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Pada suatu ketika
seorang ahli kitab berdiri hendak mencobai Yesus,
“Guru, apakah yang harus kulakukan
untuk memperoleh hidup yang kekal?”
Jawab Yesus kepadanya,
“Apa yang tertulis dalam hukum Taurat?
Apa yang kaubaca di sana?”
Jawab orang itu,
“Kasihilah Tuhan, Allahmu,
dengan segenap hati dan dengan segenap jiwamu,
dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu.
dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
Kata Yesus kepadanya,
“Benar jawabmu itu.
Perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.”
Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata lagi,
“Dan siapakah sesamaku manusia?”
Jawab Yesus,
“Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho.
Ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun
yang bukan saja merampoknya habis-habisan,
tetapi juga memukulnya,
dan sesudah itu meninggalkannya setengah mati.
Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu.
Ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.
Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu.
Ketika melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.
Lalu datanglah ke tempat itu
seorang Samaria yang sedang dalam perjalanan.
Ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya,
sesudah menyiraminya dengan minyak dan anggur.
Kemudian
ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri
lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.
Keesokan harinya
ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu,
katanya, ‘Rawatlah dia, dan jika kaubelanjakan lebih dari ini,
aku akan menggantinya waktu aku kembali.’
Menurut pendapatmu siapakah di antara ketiga orang ini,
adalah sesama manusia
dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?”
Jawab orang itu,
“Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.”
Yesus berkata kepadanya,
“Pergilah, dan perbuatlah demikian!”
Demikianlah sabda Tuhan.
**********************************+)*
ℍ
“Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?” Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” (Luk 10: 36 – 37)
Kisah tentang Orang Samaria Yang Baik Hati sangat familiar bagi kita, mungkin sudah hafal jalan ceritanya.
Menarik bahwa Yesus bertanya, “Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu,” kepada orang yang bertanya kepada Yesus di awal cerita. Ia tidak menjawab “Orang Samaria”, melainkan “Orang yang menunjukkan belas kasihan kepadanya.”
Barangkali orang itu malu mengakui bahwa dalam cerita itu justru orang Samarialah yang berbelas-kasihan. Sebab bagi orang Yahudi, orang Samaria adalah musuh bebuyutan. Selain itu, belas kasihlah yang menjadi fokus utama dalam kisah ini.
Sangatlah mudah bagi kita untuk menilai dan menghakimi satu sama lain. Setiap saat, di media masa, dalam percakapan kita sehari-hari, kita baca, kita dengar, atau kita saksikan penghakiman terus menerus. Nampaknya manusia jatuh dalam sikap mudah menghakimi. Kalau tidak menilai dan menghakimi, kita sering tergoda menjadi seperti imam dan orang Lewi dalam kisah itu. Kita tergoda untuk menutup mata dan telinga terhadap mereka yang membutuhkan. Orang Papua bilang, “Malas tahu!” Apalagi ketika kita sudah jatuh dalam pengkotak-kotakan atas dasar pelbagai macam kategori. Kuncinya adalah belas kasih dan bela rasa yang dinyatakan dengan murah hati.
Kita dipanggil menjadi alat belas-kasih-Nya. Sering kali untuk menyatakan belas kasih secara sungguh-sungguh, kita mesti terluka. Mesti terluka karena belas kasih sejati menuntut kita melepaskan ego, kesombongan, kemarahan, dendam, pandangan pribadi, dsb. Untuk berbelas kasih kita harus memilih KASIH. Kita memilih untuk mengasihi hingga terluka. Luka yang menjadi sumber kesembuhan.
Jangan lupa, Pada peringatan Sta. Perawan Maria Ratu Rosario ini kita diajak oleh Paus Fransiskus untuk menjadikan hari ini sebagai hari doa dan puasa bagi perdamaian dunia. Mari berdoa rosario suci untuk perdamaian dunia. Mari memilih KASIH. Mari memilih DAMAI.
Santa Perawan Maria Ratu Rosario, bantulah kami untuk menyerupai Puteramu, menjadi penyalur belas kasih, bela rasa, dan damai. Amin.
Selamat memasuki pekan yang baru. ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC