Minggu, 06 Oktober 2024
Sabda Kehidupan
Minggu 06 Oktober 2024
Markus 10:9 (Mrk 10:2-16)
”Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”
Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh
Pepatah ini terus mengingatkan kita sepanjang masa pentingnya persatuan, khususnya bagi suami istri. Yesus dengan tegas menyampaikan hakekat persatuan suami istri yang berasal dari Allah sendiri, “Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”
Dua insan yang berbeda menjadi satu tentulah bukan perkara mudah. Adalah rancangan Allah Bapa yang agung hingga dapat menyatu. Karena itu Allah menganugerahkan cinta kepada manusia agar sanggup menyatukan perbedaan. “Di mana ada cinta kasih di situ Allah hadir.”
Cinta mengalahkan ego untuk menang sendiri dan mencari jalan sendiri-sendiri. Dalam cinta ada pengampunan dan pengorbanan. Cinta Kristus menjadi dasar hidup suami istri, serentak menjadi sumber kebahagiaan. Yesus telah berpesan, “Hendaklah kamu saling mengasihi seperti Aku telah mengasihi kamu.” (Yoh 15:12).
Berjuanglah dengan sepenuh hati, jiwa dan raga, agar tak ada kekuatan apapun yang mampu memisahkan ikatan cinta suami istri. Jangan pernah berhenti memohon rahmat kesatuan dari Yesus yang mempersatukan dua hati yang berbeda ini.
Peganglah selalu prinsip kebahagiaan dalam kesatuan ini sehingga bila terjadi perselisihan, perseteruan, kiranya akan selalu ada rekonsiliasi, pemulihan hubungan karena kerinduan yang mendalam untuk terus bersatu dalam cinta Kristus.
Kita saling mendoakan agar tetap bersatu. Bahkan ketika maut memisahkan, ada doa dari yang ditinggalkan, dan doa dari surga bersama para kudus, oleh yang telah pergi menghadap Bapa di surga.
Selamat berbahagia di hari Minggu, jangan lupa bersyukur dan terus bersatu.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 06 Okt 2024
Minggu Pekan Biasa XXVII
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: 1Yoh 4:12
Bacaan Injil: Mrk 10:2-16
************************************
Bait Pengantar Injil
1Yoh 4:12
Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita,
dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.
Bacaan Injil
Mrk 10:2-16
Apa yang telah dipersatukan Allah
janganlah diceraikan manusia.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Sekali peristiwa,
datanglah orang-orang Farisi hendak mencobai Yesus.
Mereka bertanya kepada-Nya,
“Bolehkah seorang suami menceraikan isterinya?”
Tetapi Yesus menjawab kepada mereka,
“Apa perintah Musa kepadamu?”
Jawab mereka,
“Musa memberi izin untuk menceraikan isterinya
dengan membuat surat cerai.”
Lalu Yesus berkata kepada mereka,
“Karena ketegaran hatimulah Musa menulis perintah ini untukmu.
Sebab pada awal dunia,
Allah menjadikan manusia laki-laki dan perempuan;
karena itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya,
dan bersatu dengan isterinya,
sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.
Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah,
janganlah diceraikan manusia.”
Setelah tiba di rumah,
para murid bertanya pula tentang hal itu kepada Yesus.
Lalu Yesus berkata kepada mereka,
“Barangsiapa menceraikan isterinya
lalu kawin dengan perempuan lain,
ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu.
Dan jika si isteri menceraikan suaminya
lalu kawin dengan laki-laki lain,
ia berbuat zinah.”
Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus,
supaya Ia menjamah mereka.
Tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
Melihat itu, Yesus marah dan berkata kepada mereka,
“Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku!
Jangan menghalang-halangi mereka!
Sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.
Aku berkata kepadamu:
Sungguh, barangsiapa tidak menerima Kerajaan Allah
seperti seorang anak kecil,
ia tidak akan masuk ke dalamnya.”
Kemudian Yesus memeluk anak-anak itu,
meletakkan tangan-Nya ke atas mereka dan memberkati mereka.
Demikianlah sabda Tuhan.
**************************************
ℍ
“Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.” (Mrk 10: 6 – 8 ).
Kitab Suci mengatakan kepada kita bahwa Allah menciptakan laki-laki dan perempuan menurut gambar-Nya. Allah yang adalah kasih, ingin menyatukan mereka dalam ikatan kasih dan membuat mereka hidup untuk saling mengasihi. Begitulah pada awalnya. Dan begitulah seharusnya sekarang. Yesus membuat ikatan antara suami dan istri menjadi lebih suci, meyakinkan mereka akan kasih karunia Allah. Dia ingin persatuan mereka dalam kasih menjadi seperti kasih-Nya sendiri bagi umat-Nya: setia, kuat, abadi. Dengan para suami dan isteri, dengan semua yang terikat bersama dalam persahabatan, dengan mereka yang mempersembahkan hidup seutuhnya kepada Allah, dengan semua komunitas Kristen kita, kita berdiri di hadapan Tuhan hari ini dan kita memohon: semoga kasih kita satu sama lain menjadi kuat, dapat diandalkan, setia. Itulah jalan kasih. Jalan Yesus.
Allah dan Bapa kami, hadirlah dengan segenap kesetiaan-Mu di mana pun orang-orang berkumpul untuk membangun komunitas yang penuh kasih dan persahabatan. Semoga cinta-Mu senantiasa ada di tengah kami, agar kasih kami dapat bertahan, sekarang dan selamanya. Amin.
Selamat Hari Minggu. ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC