Sdr. Sjel Julianus Coenen, OFM. Salah Satu Fransiskan Yang Banyak Mengetahui Kebudayaan Kamoro
Sdr. Sjel Julianus Coenen, OFM. Salah Satu Fransiskan Yang Banyak Mengetahui Kebudayaan Kamoro.
Sumber Pace Berto Namsa Bade, OFM
Redaksi
Pater Sjel Julianus Coenen OFM lahir di Weert, Belanda 22 Februari 1924. Dalam kehidupan keluarga asalnya benih panggilan untuk menjadi imam sudah bertumbuh. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, akhirnya ia memutuskan untuk masuk OFM pada tahun 1943. Setelah menjalani masa novisiat, akhirnya ia mengucapkan profesi sementara pada persaudara Fransiskan pada tahun 1944.
Setelah mengikuti proses pendidikan dan hidup sebagai saudara Fransiskan. Ia akhirnya mengucapkan Profesi Meriah (kaul kekal) pada tahum 1947. Ia ditahbiskan menjadi imam Fransiskan 19 Maret 1950.
Kemudian, ia ditabiskan menjadi imam dan ditugaskan menjadi misionaris di Misi Fransiskan di New Guinea (Papua). Setiba di Papua, Mula-mula ia bertugas sebagai kepala asrama di Fak-Fak. Kemudian Maret 1953 ia bertugas sebagai pastor di Atuka, daerah Mimika. Tahun 1956 ia membuka daerah Amungme dan tahun berikutnya daerah Nafaripi. Tahun 1961 ia ditugaskan menjadi pastor di Omawka, Sampan, Nafaripi dan Amungme. Tahun 1963 – 1968 ia dipindahkan ke Paniai, bertugas sebagai pastor di Enarotali, Komopa. Akhirnya ia tugas lagi di Moanemani dari tahun 1969-1979. Di Moanemani ia mendirikan proyek regional dalam bidang pertanian, peternakan dan perkebunan yang dikenal dengan nama P5. Ia berusaha untuk meningkatkan taraf hidup umat setempat.
Pada bulan Juli 1982 ia memutuskan untuk kembali ke Belanda. Dan di sana, ia menghabiskan masa pensiunya bersama saudara Fransiskan yang lain. Pater Coenen di jemput saudari maut badani atau meninggal dunia pada tanggal 13 Agustus 1984 di Belanda. (Ry/)
Sumber Paroki KSG Wedaumamo